
"Bagaimana hubungan kamu dengan Bayu, Maya..? Apakah kalian sudah memiliki rencana untuk menikah..?" tanya Rama pada Maya yang langsung membuatnya tersedak saat menikmati makanannya.
"Uhukkk,, uhukkk.."
"Ini minum dulu, May.." Rama langsung memberikan segelas air putih pada Maya yang segera mengambilnya.
"Maya dan Bayu belum memikirkan ke arah itu, Yah.. Lagi pula hubungan kami juga belum terlalu lama, jadi kami gak mau terburu-buru, Ayah.." ujar Maya..
"Memang mau selama apa, baru kalian akan berencana untuk menikah..? Bukannya kalian sudah pacaran selama dua tahun, Ayah rasa itu waktu yang cukup lama untuk kalian berdua saling mengenal satu sama lainnya.." ujar Rama..
"Belum sampai dua tahun kok Ayah, nanti juga kalau sudah waktunya Maya dan Bayu pasti akan menikah.." sahut Maya yang berusaha untuk menenangkan hati Ayahnya.
"Iyaa May, Ayah berharap kalian bisa secepatnya menikah dan memiliki anak yang banyak. Agar Ayah tidak kesepian lagi di rumah.." balas Ayah sambil tersenyum.
"Do'ain aja yaa Ayah, hubungan Maya sama Bayu selalu baik-baik aja dan segera menuju ke jenjang pernikahan.."
"Aamiin.." ucap Maya dan Rama bersamaan.
"Selalu Ayah do'akan, Nak.. Sekarang habiskan makanannya yaa, setelah ini Ayah juga mau pergi untuk membeli peralatan perkebunan.." ujar Rama..
"Apa perlu Maya antar Ayah..?" tanya Maya..
"Tidak usah Maya, Ayah pergi sendiri saja. Lebih baik kamu di rumah istirahat dan jangan pergi kemana-mana, tunggu Ayah pulang.." ucap Rama yang selama ini selalu merasa khawatir saat putrinya itu pergi atau berada sendirian di rumah.
"Iyaa Ayah tenang aja, Maya di rumah dan gak akan kemana-mana kok.." sahut Maya..
Ayah dan anak yang selama ini saling menjaga dan bergantung, selalu memastikan masing-masing dari mereka dalam keadaan baik dan aman. Meski sikap Rama sebagai se'orang Ayah terlihat sangat tegas dan posesif, namun Maya tidak merasa keberatan dengan hal itu. Justru Ia sangat bersyukur, karena memiliki se'orang Ayah yang begitu sangat menjaga dirinya.
Setelah berpamitan pada Maya, Rama pun pergi untuk membeli beberapa peralatan perkebunan untuk di gunakan di kebun bunga dan tanaman yang Ia miliki. Sejak dulu Rama memang memilih untuk memiliki usaha di bidang tanaman terutama berbagai jenis bunga, dari situlah Ia bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membesarkan Maya hingga saat ini.
"Sini Om, aku bantuin bawa barang-barangnya. Sepertinya Om keberatan.." ucap se'orang laki-laki menawarkan bantuan pada Rama yang terlihat kesulitan membawa barang-barang yang baru saja Ia beli.
__ADS_1
"Iyaa terimakasih, Nak.." sahut Rama sambil tersenyum.
Rama dan laki-laki itupun segera berjalan menuju ke kebun bunga dan tanaman-tanaman lain, yang berada tidak jauh dari tempat Rama memarkirkan mobilnya.
"Apa semua bunga dan tanaman di sini milik Om sendiri..?" tanya laki-laki itu pada Rama..
"Iyaa benar, ini usaha Om sejak dulu. Oh yaa, ngomong-ngomong siapa nama kamu, Nak..?" tanya Rama pada laki-laki yang sudah membantunya.
"Ohh iyaa Om, kenalkan nama saya Andre.. Dan saya juga sangat suka dengan tanaman,hee.." jawab Andre..
"Benarkah..?! Bagus kalau begitu, bagaimana kalau kamu memilih beberapa bunga atau tanaman yang ada di sini sebagai tanda terimakasih Om karena kamu sudah membantu Om membawakan barang-barang tadi.." ujar Rama..
"Gak usah Om, tadi aku cuma kebetulan lewat dan lihat Om kesulitan bawa barang-barang. Makanya aku bantuin, ohh yaa nama Om sendiri siapa..?" tanya Andre..
"Ohh, iyaa Om sampai lupa memperkenalkan diri, panggil saja saya Om Rama.." sahut Rama seraya menjabat tangan Andre sebagai bentuk perkenalan mereka.
"Iyaa Om Rama, kalau gitu aku mau pamit pergi dulu yaa Om.. Soalnya masih ada urusan, mungkin kapan-kapan aku akan mampir lagi ke kebun bunga Om ini.." ucap Andre..
"Iyaa Om Rama, itu pasti.." seru Andre sambil berlalu pergi dengan tersenyum lebar.
🐝
🐝
"Ayah kemana aja, kok baru pulang..?" tanya Maya saat melihat Rama masuk ke dalam rumah.
"Tadi Ayah langsung ke kebun bunga, untuk mengantar barang-barang yang sudah Ayah beli. Maaf yaa tadi Ayah lupa memberitahu kamu, Maya.." ujar Rama..
"Udah Maya duga, Ayah pasti langsung pergi ke kebun. Handphone Ayah juga ketinggalan di rumah, pantas aja Maya hubungi gak di angkat sama Ayah.." ucap Maya sambil mengambil tas kecil yang berada di sampingnya.
"Ayah,, Maya mau keluar dulu yaa sebentar.." ucap Maya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Mau keluar sama Bayu..? Kapan-kapan suruh anak itu datang ke rumah, sudah lama dia tidak pernah main ke rumah lagi. Apa Bayu sangat sibuk, May..?" tanya Rama..
"Iyaa Ayah, Mas Bayu memang sibuk banget. Jadi belum bisa main ke rumah, nanti deh Maya bilang ke dia kalau Ayah kangen pengen ketemu,hehee.." ujar Maya yang sengaja menggoda Ayahnya.
"Mmmh,, yaa sudah kamu buruan pergi, hati-hati di jalan dan cepat pulang. Dan jangan lupa bilang ke Bayu--"
"Jangan berani macam-macam sama Maya, Iyaa kan Yah,hee.." ucap Maya memotong perkataan Ayahnya.
"Nah itu kamu sudah tau, Maya.." sahut Rama..
"Bukan cuma tau Ayah, tapi Maya juga udah hafal banget. Karena dari dulu Ayah selalu ngomong gitu kalau aku mau jalan keluar sama Bayu,hehee.." ujar Maya..
"Itu semua demi kebaikan kamu, May.." ucap Rama yang selama ini begitu menjaga Maya dari apapun dan siapapun, karena tidak ingin putri satu-satunya itu sampai di sakiti oleh orang lain.
"Iyaa Ayah, Maya tau kok. Kalau gitu Maya pergi dulu, daa daa Ayah.." seru Maya sambil mencium punggung tangan Rama..
"Tidak terasa, putri kesayanganku kini sudah dewasa dan sudah mencintai se'orang pria.." gumam Rama dalam hati, sembari melihat kepergian Maya yang telah jauh melangkah.
Maya dan Bayu yang saat ini telah berada di taman, segera berjalan menuju ke tempat yang biasa mereka kunjungi. Sambil menikmati setiap pemandangan dengan bunga yang berwarna-warni menghiasi di sepanjang jalan, hingga memanjakan setiap mata yang melihatnya.
"Kita duduk di sini aja yaa, Mas.." ajak Maya saat melihat sebuah kursi yang ada di samping jalan yang mereka lewati.
"Maaf yaa Sayang, aku baru bisa ngajak kamu keluar hari ini.." ucap Bayu sambil merangkul tubuh Maya..
"Iyaa Mas, gak apa-apa kok. Kemarin kan kamu lagi ngumpul sama keluarga kamu, jadi aku bisa ngertiin.." ujar Maya sambil tersenyum, meski dalam hati Ia merasakan cemburu dan sedih.
"Terimakasih yaa Sayang atas pengertiannya, dan kamu gak perlu ngerasa cemburu. Karena di manapun dan dengan siapapun, aku tetap selalu ingat kamu dan kangen kamu, Sayang.." ujar Bayu yang bisa merasakan bahwa kekasihnya itu sedang cemburu.
"Iyaa Mas, aku percaya kok.." sahut Maya sambil tersenyum lega, entah kenapa ucapan Bayu selalu bisa membuat hatinya kembali tenang meski awalnya Ia merasa cemburu, sedih atau marah sekalipun pada pria yang selama ini telah mengisi hatinya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐