
"Ris, Risha..! Apa kamu belum bangun juga..?! Udah jam berapa ini..!" teriak Bayu dari luar sembari mengetuk pintu kamarku, dan membuatku akhirnya terbangun.
"Ngapain sih Bay, pagi-pagi gedor-gedor pintu..? Aku masih ngantuk ini, karena tadi malam aku susah tidur.." ucapku sambil ingin menutup pintu kamar.
"Ehh, tunggu dulu Ris..!" seru Bayu menahan pintu kamar agar tidak tertutup.
"Apa lagi Bay..? Aku mau tidur lagi nih.."
"Buatin aku sarapan donk, aku laper nih.." pinta Bayu padaku, karena memang setiap pagi sebelum ke kantor, Bayu selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama di rumah.
"Kamu buat aja sendiri, atau kamu pesan online biar cepat.." aku pun segera menutup pintu dan kembali merebahkan diri di atas tempat tidur.
"Dasar nih anak..! Yaa udahlah, aku sarapan di kantin kantor aja.." ucap Bayu yang bergegas pergi menuju ke kantornya.
Saat jam makan siang, Papaa sengaja mengajak Bayu untuk makan di luar. Ia ingin tahu, bagaimana keadaan putranya itu yang kini telah hidup terpisah dari rumah orang tuanya.
"Papaa dengar dari salah satu karyawan, katanya tadi pagi kamu sarapan di kantin kantor. Apa hal itu benar, Bay..?" tanya Papaa sambil memesan menu makanan yang di inginkan.
"Iyaa Paa,mmmh.. Papaa kan tau sendiri, aku udah terbiasa sarapan di rumah sebelum pergi ke kantor. Dan menantu kesayangan Papaa yang manja itu, mana bisa membuatkan aku sarapan.." ujar Bayu sembari meneguk minumannya.
"Risha itu tidak manja Bay, dia hanya sudah terbiasa dengan semua fasilitas dan kemudahan yang di berikan oleh orang tuanya. Papaa dan Mamaa juga tidak keberatan akan hal itu, lagi pula untuk masalah memasak dan mengurus rumah. Asisten rumah tangga juga bisa melakukannya, yang terpenting Risha bisa secepatnya memberikan cucu untuk Papaa dan Mamaa.." ujar Papaa..
"Mmmh,, Papaa ini ternyata bawel juga yaa seperti Mamaa,hee.." sahut Bayu.
__ADS_1
"Kamu ini, di kasi tau yang baik sama orang tua malah ngatain Papaa.. Mau jadi anak durhaka kamu..!" seru Papaa..
"Maaf Paa, aku cuma bercanda kok. Jangan marah gitu, nanti Papaa tambah tua lho,hee.." ucap Bayu sambil tersenyum.
"Papaa memang sudah tua, karena itu Papaa menginginkan se'orang cucu dari kamu, Bay.." sahut Papaa sembari menghela nafasnya.
"Papaa ngomongnya cucu-cucu aja terus, yang sabar donk Paa.. Nanti juga kalau udah waktunya, Papaa akan mendapatkan cucu dari aku.." ucap Bayu yang berusaha untuk menyenangkan hati Papaa, meski dalam hati Ia merasa sedih karena Ia sendiri tidak yakin. Apakah Ia bisa memberikan apa yang di inginkan oleh orang tuanya itu atau tidak.
🐝
Sementara di sisi lain, aku tengah sibuk mengawasi dan memberi pengarahan pada tiga orang asisten rumah tangga yang sejak tadi telah tiba. Setelah cukup lama, aku pun membiarkan mereka bertiga untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. Karena aku yakin, mereka sudah memahami tentang pekerjaan dan aturan yang telah aku sebutkan tadi pada mereka.
"Maaf Bu, ehh Non Risha.. Kami bertiga sudah menyelesaikan semua pekerjaan, apa sekarang kami sudah boleh pulang, Non..?" tanya salah satu asisten padaku.
"Tapi rasanya bosan juga kalau hanya aku sendiri yang ada di rumah ini, di saat Bayu sedang sibuk bekerja. Coba aja ada Cindy di sini, pasti aku gak akan kesepian.."
Ucapku dengan lirih, sambil mengingat kembali setiap kenangan indah yang pernah aku lalui bersama Cindy. Wanita yang sudah satu tahun ini telah menemani aku, namun sejak pernikahanku dengan Bayu. Cindy tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Aku harus mencarinya..!" gumamku dalam hati, lalu bergegas mengambil ponsel dan menghubungi orang-orang yang mungkin tahu dimana keberadaan Cindy saat ini.
"Serius banget sih..! Lagi lihat apa tuh..?!"
"Yaa ampun Bayu..! Ngagetin aja sih..! Ketuk pintu dulu kek, ucap salam dulu kek. Kebiasaan nih anak, kalau masuk rumah atau masuk kamar gak ketuk pintu dulu.." ucapku pada Bayu yang tiba-tiba saja datang dari arah belakang sambil menepuk pundak ku.
__ADS_1
"Aku udah ketuk pintu dan ucap salam juga, tapi kamu aja yang gak denger. Malah nyalahin orang lagi,huhhh..!" seru Bayu yang langsung menjatuhkan dirinya di atas sofa, tidak jauh dari tempat aku duduk.
"Masa sih Bay..? Kok aku gak denger yaa, ngarang aja nih orang.."
"Kamu aja yang lagi asyik banget sama handphone, aku masuk rumah juga gak tau. Gimana kalau maling yang masuk coba, memang lagi lihat apaan sih, Ris..?!" Bayu mendekat dan berusaha untuk mengambil ponsel yang sedang aku pegang, namun usahanya tidak berhasil karena aku memegangnya dengan erat.
"Kamu apaan sih, Bay..! Main rebut aja, aku ingetin sama kamu yaa.. Jangan pernah menyentuh barang-barang milikku, dan yang paling terutama jangan pernah menyentuh aku..!" ucapku dengan tegas, karena aku jenis orang yang paling tidak suka jika apa yang menjadi milikku di sentuh, di usik apa lagi di ambil oleh orang lain tanpa seizin dariku.
"Iyaa iyaa, gak usah ngamuk gitu juga kali. Aku juga gak mau menyentuh kamu, ihhh.." sahut Bayu dengan ekspresi wajahnya yang merasa geli.
"Bagus deh kalau gitu, awas aja kalau kamu sampai melanggarnya. Aku gak segan-segan untuk bertindak lebih tegas dari ini.."
"Kamu kenapa sih Ris, kok tiba-tiba jadi aneh gitu..? Biasanya kan kamu manja dan bersikap kekanak-kanakan, kok sekarang jadi begini. Menakutkan banget tau.." ujar Bayu yang merasa bingung melihat perubahan sikapku.
Sebenarnya bukan berubah, hanya saja aku mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan dan suasana yang sekarang jauh dari Mamaa dan Papaa. Sudah seharusnya aku bersikap lebih dewasa, dan menunjukkan bagaimana diriku yang sebenarnya.
"Udahlah Bay, aku malas debat sama kamu. Terserah kamu mau mikir aku seperti apa, aku gak peduli. Aku mau ke kamar dulu, kalau kamu laper ke dapur aja. Pasti ada makanan di sana.." aku meninggalkan Bayu yang masih menatap aku dengan tatapan yang aneh, mungkin Ia merasa heran melihat perubahan dari sikap dan ucapanku yang tidak seperti biasanya.
"Anak itu kenapa yaa..? Apa dia sakit atau kerasukan sesuatu gitu, hiihh... Amit-amit deh.." ucap Bayu yang langsung melihat ke sekeliling, lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri. Belum lama Bayu masuk ke kamar mandi, tiba-tiba saja lampu mati.
"Risha..!! Hidupkan lampunya, aku takut..!!" teriak Bayu dengan histeris, membuatku pun langsung ingin berlari menghampirinya. Karena sejak kecil Bayu memang sangat takut pada kegelapan...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐