
Sepulang dari kantor polisi, Ibu Rumi sengaja mengajak Cindy untuk singgah ke rumahnya. Namun hal itu di tolak oleh Cindy, di karenakan kondisi tubuhnya yang saat itu merasa sedikit lemah dan juga sakit kepala. Jadi Ia hanya mengantarkan Ibu Rumi hingga di depan rumahnya saja, setelah itu Ia segera kembali pulang ke kost-an dengan menaiki taksi yang masih menunggunya di tempat itu.
"Sebenarnya apa yang sudah terjadi antara Andre dan Cindy..?" tanya Ibu Rumi dalam hati, sembari menatap kepergian Cindy yang semakin hilang dari pandangan matanya.
Di sepanjang perjalanan, Cindy terus berusaha untuk menahan rasa mual dan sakit kepalanya. Ia pun mengambil minyak angin di dalam tas yang selalu Ia bawa, lalu menghirupnya beberapa kali untuk mengurangi rasa mual yang Ia rasakan saat ini.
"Kita sudah sampai, Mbak.." ucap Pak supir pada Cindy yang terlihat masih belum menyadari, bahwa kini dirinya telah tiba di depan kost-an tempat Ia tinggal.
"Ohh,, iyaa Pak, ini ongkosnya.." sahut Cindy seraya menyerahkan beberapa lembar uang kertas pada pria yang berprofesi sebagai supir taksi itu.
"Terimakasih yaa, Mbak.." balas pria itu sembari tersenyum, lalu pergi meninggalkan Cindy yang berjalan menuju kost-annya.
Cindy pun segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sembari memijat keningnya dengan perlahan. Beberapa hari ini rasa mual dan pusing yang Ia rasakan memang seringkali muncul, di tambah dengan keinginan-keinginanya untuk menikmati beberapa makanan seringkali datang dengan tiba-tiba.
"Apa aku harus berhenti bekerja..? Tapi kalau aku gak kerja, apa yang bisa aku lakukan..?" tanya Cindy pada dirinya sendiri.
Sebenarnya tidak ada masalah jika Ia ingin berhenti bekerja, karena kartu ATM yang di berikan oleh Risha untuknya berisikan uang dengan jumlah yang cukup besar. Sudah lebih dari cukup untuk menanggung kebutuhan hidupnya selama beberapa tahun ke depan, hanya saja Cindy masih merasa bingung kegiatan dan aktivitas apa yang bisa Ia lakukan untuk mengisi kekosongan waktunya nanti.
🐝
Cindy yang sudah beberapa hari ini tidak mengunjungi Ibu Rumi di rumahnya, membuat wanita itupun memutuskan untuk datang menemui Cindy di kost-annya. Karena Ia merasa cemas dengan keadaan Cindy, yang terakhir kali saat bertemu dalam keadaan yang terlihat kurang sehat.
Tokk,, tokk,, tokkk..
Terdengar suara beberapa ketukan pintu dari luar, bersamaan dengan suara se'orang perempuan yang memanggil nama penghuni kost-an itu. Membuat penghuni di dalamnya pun segera membuka pintu, untuk melihat siapa yang datang bertamu.
__ADS_1
"Ibu Rumi..!" seru Cindy dengan rasa yang campur aduk, antara senang dan terkejut. Namun hal itu tidak berlangsung lama, Ia pun segera mempersilahkan Ibu Rumi untuk masuk ke dalam kost-an dan duduk bersamanya di kursi sofa.
"Apa kamu baik-baik saja, Cindy..? Ibu merasa khawatir, karena sudah beberapa hari ini kamu tidak ada datang ke rumah menjenguk Ibu. Makanya Ibu datang ke sini untuk memastikan bagaimana keadaan kamu.." ucap Ibu Rumi yang membuat Cindy merasa terharu, atas perhatian dan rasa peduli yang di berikan oleh Ibu Rumi padanya.
"Aku baik-baik aja kok Bu, cuma aku masih merasa mual dan pusing. Jadi tidak bisa datang ke rumah, maaf yaa, Bu.." jawab Cindy sambil tersenyum.
"Jadi seperti itu, iyaa tidak apa-apa, Cindy.. Sekarang kamu makan yaa, Ibu ada bawa makanan untuk kamu. Tadi Ibu sengaja masak banyak, untuk Ibu bawa ke sini.." ujar Ibu Rumi seraya membuka beberapa bungkusan makanan yang Ia bawa dari rumah.
"Maaf yaa Bu, jadi merepotkan.." sahut Cindy..
"Sama sekali tidak merepotkan Cindy, Ibu justru senang sekali karena bisa memasak semua makanan ini untuk kamu. Karena biasanya Ibu memasak cuma untuk Ibu dan Andre.." ucap Ibu Rumi yang seketika itu merasa sedih, jika membayangkan bagaimana putranya itu menjalani hari-harinya di dalam penjara. Pasti sangat tidak mudah.
"Ibu jangan sedih yaa, sekarang ayo kita makan bersama.." ajak Cindy sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju rak piring yang berada tidak jauh darinya.
"Masakan Ibu enak banget, sama seperti Ibu aku yang kalau masak pasti selalu enak.." puji Cindy sambil tersenyum, namun tiba-tiba senyuman itu hilang saat Ia sadar bahwa Ibunya telah lama tiada.
"Cindy,, kamu anggap Ibu seperti Ibu kamu yaa, jangan sedih lagi. Sekarang ayo, habiskan makanannya.." ucap Ibu Rumi sambil tersenyum menatap Cindy yang membalas senyumannya.
"Ini tambah lagi makanannya, kamu harus makan yang banyak, Cindy.. Agar kamu dan bayi kamu selalu sehat.."
"Uhukk,, uhukk, uhukkk.." mendengar ucapan dari Ibu Rumi barusan membuat Cindy pun langsung tersedak, karena Ia merasa sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa Ibu Rumi akan tahu tentang kehamilannya.
"Ayo minum dulu, Cindy..!" seru Ibu Rumi sembari memberikan segelas air putih pada Cindy yang langsung meminumnya.
"Ibu tau darimana kalau aku sedang hamil..? Pasti dari Andre yaa..?" tanya Cindy yang langsung menghentikan kegiatan makannya.
__ADS_1
"Soal itu, nanti saja kita bicarakan, Cindy.. Sekarang selesaikan dulu makan siangnya yaa.." sahut Ibu Rumi yang dari awal sebenarnya juga tidak tahu pasti, apa Cindy memang benar hamil atau tidak. Tapi dengan melihat reaksi dan respon Cindy saat mendengar perkataannya tadi, membuat Ia pun yakin kalau Cindy memang benar-benar sedang hamil.
🐝
🐝
"Apa Andre sudah menceritakan tentang semuanya sama Ibu..?" tanya Cindy saat keduanya telah menyelesaikan makan siangnya.
"Andre tidak menceritakan apapun, waktu itu mungkin Andre hanya keceplosan bicara soal kamu yang sedang hamil tanpa Ia sengaja.." jawab Ibu Rumi..
"Ohh,, jadi seperti itu yaa, Bu.." ucap Cindy sambil menarik nafas lega, karena Ia tadinya sempat berpikir bahwa Ibu Rumi sudah tahu semuanya.
"Cindy,, apa boleh Ibu tanya sesuatu..?"
"Iyaa tentu saja boleh, apa yang Ibu mau tanyakan..?" sahut Cindy dengan perasaan yang kini berubah menjadi cemas dan gugup, memikirkan pertanyaan dari Ibu Rumi yang mungkin saja ada kaitan dengan kehamilannya itu.
"Apa kehamilan kamu, ada hubungannya dengan Andre..?"
Degg..
Kecemasan Cindy pun akhirnya terjawab, saat mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Ibu Rumi padanya. Namun Cindy juga merasa bingung harus menjawab apa, karena saat ini Ia merasa masih belum siap untuk menceritakan semuanya. Tapi di sisi lain Cindy juga menyadari, bahwa Ia juga tidak bisa menyembunyikan tentang apa yang pernah terjadi pada dirinya dan Andre dengan lebih lama lagi. Mengingat hubungannya dengan Ibu Rumi, kini sudah semakin dekat dan akrab...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1