Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Berhasil


__ADS_3

Selesai makan malam bersama, kini semua orang pun segera menuju ke ruang keluarga untuk berkumpul di sana. Namun Risha memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, hal itu sengaja Ia lakukan untuk memancing Mamaa agar datang menemuinya dan membahas masalah tentang keinginannya itu.


"Risha dimana, Ayu..?" tanya Mamaa pada Ayu, karena sejak tadi Ia tidak melihat Risha ada bersama mereka.


"Risha ada di kamarnya Maa, tadi aku yang nganterin dia ke atas. Katanya mau istirahat.." jawab Ayu sesuai dengan apa yang di minta oleh Risha sebelumnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa tidak jauh dari kedua orang tuanya berada.


"Paa,, Mamaa mau ke atas dulu yaa, mau lihat keadaan Risha.." ucap Mamaa pada Papaa yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, Ayu yang melihat itupun tersenyum dengan penuh arti.


Tokk,, tokk,, tokkk..


Sebuah suara ketukan pintu pun terdengar, lalu perlahan terbuka. Terlihat Alisa yang berdiri di sana, lalu berjalan memasuki sebuah kamar yang cukup besar dengan banyak buku-buku yang tersusun rapi di beberapa rak.


"Apa Mamaa mengganggu istirahat kamu, Sayang..?" tanya Mamaa pada Risha yang saat itu sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, lalu berjalan menghampiri wanita yang selama ini sudah Ia anggap seperti Ibu kandungnya sendiri.


"Sama sekali gak ganggu kok, Maa.." jawab Risha sembari tersenyum.


Kini keduanya duduk di tepi ranjang, Mamaa menatap wajah Risha yang terlihat sangat mirip dengan sahabat baiknya itu. "Kamu sangat mirip dengan Bunda kamu, Risha.." ucap Mamaa seraya membelai lembut wajah dan rambut Risha..


"Mungkin karena Risha adalah anak dari Bunda,hehee.." sahut Risha sembari tertawa kecil.


"Hee,,iyaa Risha, kamu benar. Tentu saja kalian berdua sangat mirip, karena kalian adalah Ibu dan anak.." balas Mamaa dengan tersenyum.


"Apa kamu baik-baik saja, Sayang..? Dokter bilang sama Mamaa, katanya akhir-akhir ini sakit kepala kamu sering kambuh. Apa itu benar..?" tanya Mamaa menyelidik.


"Ohh itu,, cuma sakit sedikit aja kok, Maa.. Di bawa tidur juga nanti sembuh.." jawab Risha dengan gugup.


"Apa ada sesuatu yang belakangan ini sering kamu pikirkan, Risha..?" tanya Mamaa lagi.

__ADS_1


"Gak ada mikirin apa-apa Maa, Risha cuma kangen aja sama Ayah dan Bunda.."


"Jadi begitu yaa,mmmh.. Kalau kondisi kamu sudah jauh lebih baik, nanti kita ke makam Ayah dan Bunda yaa, Sayang.."


"Iyaa, Maa.." balas Risha..


"Maafkan Mamaa yaa, Risha.." ucap Mamaa sembari menggenggam tangan Risha..


"Maaf buat apa, Maa..? Mamaa kan gak ada salah apa-apa, harusnya Risha yang minta maaf. Karena selama ini Risha udah banyak ngerepotin dan nyusahin Mamaa sama Papaa.. Maafin Risha yaa, Maa.." ujar Risha dengan wajah yang tertunduk.


"Tidak Sayang, kamu sama sekali tidak merepotkan dan menyusahkan Mamaa sama Papaa.. Justru Mamaa dan Papaa ingin kamu selalu sehat dan bahagia, apapun akan kami lakukan untuk kamu. Karena kamu sudah seperti anak kandung kami sendiri, Sayang.." ucap Mamaa yang langsung memeluk erat tubuh Risha..


"Terus kenapa Mamaa minta maaf..?" tanya Risha yang perlahan melepaskan pelukan Mamaa padanya.


"Mamaa minta maaf, karena Mamaa belum bisa memenuhi semua permintaan kamu. Mamaa tau, kamu pasti kepikiran tentang kebebasan Andre bukan..? Sampai membuat kamu jadi sering sakit kepala, karena terlalu memikirkannya.." ujar Mamaa dengan perasaan bersalah dan sedih di dalam hatinya.


Keduanya pun kini kembali berpelukan, menumpahkan segala rasa yang ada di dalam hati masing-masing. Meski ada beberapa hal yang berbeda, tentang apa yang keduanya rasakan dan pikirkan.


"Sekarang Mamaa minta sama kamu untuk jujur, apa kamu masih memikirkan tentang kebebasan Andre..?"


"Iyaa, Maa.. Belakangan ini Risha memang mikirin itu.." jawab Risha..


"Tapi kenapa, Sayang..? Bukannya kamu sudah tau dengan jelas, apa yang telah Andre lakukan sama kamu. Sampai kamu celaka dan mengalami koma dalam waktu yang cukup lama.." ujar Mamaa yang kembali mengingatkan Risha tentang apa yang sudah Andre perbuat padanya.


"Iyaa Maa, Risha tau dan ingat dengan semua itu.."


"Lalu kenapa kamu meminta Mamaa untuk mencabut tuntutan terhadap Andre, Risha..?" tanya Mamaa yang sangat ingin tahu, apa sebenarnya alasan Risha ingin agar Andre di bebaskan.

__ADS_1


"Karena selain dia masih punya se'orang Ibu, dia juga memiliki se'orang istri dan juga anak yang masih bayi, Maa.." jawab Risha dengan sedikit berbohong.


Degg..


"Itu tidak mungkin Risha, karena yang Mamaa tau Andre belum menikah apa lagi memiliki anak.." sahut Mamaa yang merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Risha tentang Andre..


"Kalau Mamaa gak percaya, Mamaa bisa datang langsung ke tempat tinggal mereka.." balas Risha yang berusaha untuk meyakinkan Mamaa, bahwa apa yang di ucapkannya itu adalah benar.


"Apa perempuan yang datang bersama dengan Ibu Rumi waktu itu adalah istrinya Andre..?" tanya Mamaa yang ingin memastikan, apakah tebakannya itu benar.


"Iyaa benar Maa, itu memang istrinya.." jawab Risha..


"Maafin Risha yaa Maa, terpaksa harus bohong sama Mamaa.." gumam Risha di dalam hati.


"Maa,, Risha mohon, tolong cabut tuntutannya yaa.. Kasian Ibu Rumi, istri dan juga anaknya yang masih Bayi. Dia butuh sosok se'orang Ayah untuk menyayanginya, menjaga dan melindunginya.." pinta Risha dengan mata yang berkaca-kaca, hingga tidak lama kemudian air mata menetes membasahi pipinya.


Mendengar ucapan Risha itupun sontak membuat Mamaa merasa tidak tega, dan langsung memeluk Risha dengan erat.


"Iyaa Sayang, Mamaa akan segera mencabut tuntutan terhadap Andre agar Ia bisa di bebaskan. Hati kamu memang baik sekali Risha, mau memaafkan orang yang sudah mencelakai kamu. Dan kamu juga masih peduli serta memikirkan tentang kebahagiaan keluarga mereka, Mamaa benar-benar beruntung sudah di titipkan anak seperti kamu, Risha.." ujar Mamaa sambil mempererat pelukannya.


Kini tangis haru pun terdengar memenuhi isi kamar itu, kebahagiaan juga menyelimuti hati Risha karena apa yang Ia harapkan dan rencanakan pada akhirnya telah berhasil. Meski ada kebohongan dan sandiwara di dalamnya, namun itu tidak menjadi masalah jika di sertai dengan niat dan tujuan yang baik. Terlebih untuk kepentingan banyak orang.


"Terimakasih banyak yaa Maa, Risha saaaayang banget sama Mamaa,hee.." ucap Risha dengan senyum bahagia.


"Sama-sama Sayang, Mamaa juga sayang banget sama Risha.. Jadi sekarang Risha jangan banyak pikiran lagi yaa, dan harus secepatnya sembuh. Mamaa tidak mau kamu sakit-sakit lagi, Sayang.." sahut Mamaa sambil mengusap wajah Risha yang kini terlihat lebih ceria dan semangat dari sebelumnya...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2