
Sore itu,,
Bayu dan Maya telah membuat janji untuk bertemu di tempat biasanya, namun kali ini bukan hanya mereka berdua. Tapi ada Risha yang ikut bergabung, hal ini karena atas permintaan dari Risha yang ingin bertemu dan berbicara serius dengan keduanya.
"Akhirnya kita bisa bertemu juga, karena selama ini aku hanya mendengar cerita tentang kamu dari Bayu.." ucap Maya mengulurkan tangannya padaku sambil tersenyum.
"Mungkin memang udah waktunya kita bertemu, apa Bayu bercerita hal yang buruk tentang aku..?"
"Mmmh,, ada sih sedikit, katanya kamu sangat keras kepala dan kekanak-kanakan. Tapi aku pikir gak seperti itu.." jawab Maya yang sejak tadi mencoba untuk menilai tentang diriku.
"Iyaa dulu aku memang cerita seperti itu ke Maya, tapi sekarang aku tarik balik ucapan aku itu. Karena sekarang kamu udah gak kekanak-kanakan lagi kok Ris,hee.." sahut Bayu yang membela diri.
"Iyaa gak apa-apa, terserah kalian berdua aja mau menilai aku seperti apa. Kita langsung ke inti masalahnya aja.."
"Iyaa Ris, Bayu bilang kalau kamu ngajak aku ketemu karena ada hal penting yang ingin kamu bicarakan.." ucap Maya yang sudah tidak sabar ingin tahu, hal penting apa yang ingin Risha bicarakan padanya.
"Aku ingin membantu kalian untuk bisa bersama, bahkan sampai kalian menikah.."
"Kenapa kamu ingin membantu kami..? Bukannya kamu dan Bayu udah menikah, atau karena kamu menginginkan sesuatu dari kami..?" tanya Maya menyelidik, karena Ia pikir tidak mungkin Risha mau membantu dirinya dan Bayu tanpa mengharapkan sesuatu.
"Karena aku tau, kalian saling mencintai dan ingin membawa hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan bukan..?!"
"Hanya itu..? Atau ada alasan lain..?" tanya Maya lagi.
"Karena aku juga ingin mengakhiri pernikahan aku dengan Bayu, pernikahan yang tanpa ada rasa cinta sama sekali. Tapi semua keputusan ada pada kalian berdua, kalian setuju atau gak kalau aku ingin membantu..?"
Maya dan Bayu tampak saling bertatapan, seolah ingin memutuskan jawaban apa yang harus mereka ambil saat ini. Setelah beberapa saat, Maya terlihat menarik nafasnya dengan dalam.
"Iyaa Ris, kami berdua setuju.." jawab Maya dengan penuh keyakinan.
__ADS_1
"Lalu apa rencana kamu sekarang..? Dan apa yang harus kami berdua lakukan, Ris..?" tanya Bayu yang sudah sangat penasaran dengan apa yang di rencanakan oleh Risha..
"Sebelum aku kasih tau tentang rencana aku, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada kalian berdua. Kalian harus menjawabnya dengan jujur dan yakin, agar rencana kita akan berhasil nantinya.."
"Iyaa Ris, kamu tanya aja. Kami berdua pasti akan menjawabnya dengan jujur.." sahut Bayu sambil menatap ke arah Maya..
"Apa kalian berdua benar-benar saling mencintai dan ingin bisa hidup bersama atau menikah..??"
"Iyaa Ris, kami saling mencintai dan ingin hidup bersama selamanya. Benar kan Sayang..?!" jawab Bayu seraya menatap Maya yang langsung menganggukkan kepalanya.
"Apa kalian bisa mengikuti setiap rencana yang udah aku buat nantinya, tanpa ada bantahan..?"
"Iyaa, kami akan mengikuti apapun rencana kamu, Ris.." jawab Maya dengan serius.
"Okey,, baiklah kalau gitu. Sekarang aku kasi tau kalian berdua apa rencananya.."
"Apa kamu yakin Ris, rencana kamu itu akan berhasil..?" tanya Bayu..
"Aku yakin banget Bay, tapi gimana dengan kalian berdua..? Apa kalian juga yakin sama seperti aku..? Kalau memang kalian ragu, lebih baik rencana ini gak usah di jalankan. Karena keraguan kalian, nanti akan menggagalkan semua rencana dan usaha kita.."
"Mmmh,, mungkin lebih baik kalian berdua pikirkan lagi, karena aku gak mau rencana yang aku buat pada akhirnya gagal. Yaa udah kalau gitu, aku mau pergi dulu karena masih ada urusan lain.."
Setelah kepergian Risha, Maya dan Bayu pun kembali mendiskusikan tentang rencana Risha untuk mereka. Meski di rasa berat, namun rencana itu kemungkinan besar akan berhasil. Meski resiko yang harus mereka terima juga besar, tapi keduanya sudah memutuskan untuk ikut bergabung dengan rencana Risha..
🐝
🐝
Maya yang hampir sampai di depan rumahnya, tiba-tiba di hentikan oleh sebuah motor yang berhenti mendadak tepat di depan motor miliknya. Hingga membuat Maya harus mengerem mendadak, dan hampir saja membuatnya terjatuh jika saja salah satu kakinya tidak bisa menahan berat motornya.
__ADS_1
"Siapa kamu..?! Se'enaknya aja menghalangi jalan orang..!" teriak Maya pada pengendara motor yang ada di depannya itu, namun saat pengendara itu membuka helm yang Ia pakai membuat Maya seketika itu langsung merasa terkejut.
"Kamu--" Maya tidak bisa mengucapkan apa-apa, karena saat ini Ia merasa sangat cemas karena harus bertemu dan menghadapi laki-laki yang selama ini selalu Ia hindari.
"Kenapa, May..? Kamu pasti kaget yaa melihat aku ada di sini,hee.. Tenang aja, aku gak akan berlama-lama kok. Aku cuma pengen tau gimana keadaan kamu setelah Ayah kamu tau yang sebenarnya tentang laki-laki breng*** itu, ternyata kamu terlihat baik-baik aja. Itu sesuatu yang bagus.." ucap Andre dengan tersenyum senang, karena rencananya untuk menghancurkan hubungan Maya dan Bayu telah berhasil. Hal itu Ia lihat sendiri, pada saat malam Rama mengusir Bayu dari rumahnya.
"Jadi ternyata semua itu rencana kamu, Andre..?! Keterlaluan kamu..!" teriak Maya sambil mengepalkan tangannya, namun Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk memberikan pelajaran pada Andre..
"Memang benar, semua itu adalah rencana aku untuk bisa memisahkan kamu dan pacar breng*** kamu itu yang udah berani-beraninya membohongi kamu. Harusnya kamu berterimakasih sama aku, May.. Bukannya marah-marah seperti ini.." ujar Andre..
"Justru yang breng*** itu kamu Andre, karena udah menghancurkan hubungan orang lain. Harusnya kamu sadar dan ngerti, kalau rasa cinta itu gak bisa di paksa.." sahut Maya yang tidak ingin berlama-lama berbicara dengan Andre, lalu segera menyalakan motornya dan mengendarainya menuju ke rumah.
"Maya, tunggu..!" panggil Andre yang mencoba untuk mengejar Maya, namun niat itu Ia urungkan saat melihat Rama sedang berdiri di depan pintu menunggu kepulangan Maya.. Andre tidak ingin Rama sampai melihat dirinya, karena itu bisa membuat Rama merasa curiga. Lalu Ia pun memilih untuk pergi, dan akan kembali dengan rencana selanjutnya.
"Kenapa jam segini kamu baru pulang..? Apa jangan-jangan kamu bertemu lagi dengan laki-laki bajing*** itu..?" tanya Rama yang melihat Maya baru saja turun dari motornya.
"Tadi di jalan pas pulang Maya ketemu orang gila Ayah, dia menghalangi jalan Maya.." jawab Maya yang berharap Ayahnya itu percaya dengan apa yang Ia katakan.
"Apa itu benar, May..? Yaa sudah kalau begitu, besok biar Ayah antar jemput kamu kerja.." sahut Rama..
"Gak perlu Ayah, Maya kan bukan anak kecil lagi. Yang ada nanti Maya malah di ketawain sama teman-teman kerja Maya.." balas Maya sambil berjalan menuju ke arah kamar.
"Tapi, May--"
"Gak Yah, pokoknya Maya gak mau.." ucap Maya yang sudah masuk ke dalam kamarnya, Rama yang melihat itupun hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Ia hanya ingin melindungi dan menjaga putrinya, meski kadang itu akan membuat Maya merasa tidak nyaman karena melihat usianya yang kini sudah dewasa...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1