
Kurang dari dua puluh empat jam, akhirnya polisi berhasil menemukan tempat persembunyian Andre dan segera menangkapnya. Itu semua berkat laporan dari sese'orang yang melihat Andre bersembunyi tepat di sebuah rumah kosong yang di tinggal oleh pemiliknya, polisi pun bergegas pergi menuju ke tempat tersebut. Di sana mereka menangkap Andre tanpa adanya perlawanan, lalu segera membawanya ke kantor polisi.
Kabar tentang berhasilnya polisi menangkap penabrak Risha itupun langsung di ketahui oleh Bayu dan kedua orang tuanya, tanpa menunggu lama Bayu pun bergegas pergi ke kantor polisi untuk menemui Andre..
"Kamu mau kemana, Mas..? Kenapa gak sarapan dulu..? Bukannya kita akan pergi bersama untuk menjenguk Risha.." tanya Maya saat melihat Bayu yang terburu-buru ingin pergi, di saat Ia baru saja selesai menyiapkan sarapan di meja makan.
Bayu pun segera menghentikan langkahnya, lalu duduk di kursi meja makan. Tanpa menjawab pertanyaan dari Maya.. "Iyaa Sayang, ayo kita sarapan dulu.." ucap Bayu sambil tersenyum, Ia tidak ingin membuat Maya sedih dengan tidak menghargai usahanya dalam menyiapkan sarapan untuk dirinya.
"Kamu kenapa, Mas..? Kok gak jawab pertanyaan aku..?"
"Gak kenapa-kenapa Sayang, yaa udah kita sarapan dulu. Setelah itu kita ke rumah sakit jenguk Risha.." jawab Bayu sambil menahan rasa amarah di hatinya, karena sebenarnya Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Andre dan memberi pelajaran padanya.
Melihat ada sesuatu yang ganjal pada sikap Bayu, membuat Maya mencoba menebak apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu. "Apa mungkin Mas Bayu sudah tidak sabar ingin melihat keadaan Risha sekarang..?" tanya Maya dalam hati, namun Ia berusaha untuk tetap berprasangka baik pada suaminya.
Bayu dan Maya yang telah menyelesaikan sarapannya, kini bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Namun baru setengah perjalanan, Bayu menghentikan mobilnya dengan tiba-tiba.
"Ada apa, Mas..? Kenapa berhenti..?" tanya Maya sembari menatap ke arah Bayu yang sejak tadi menurutnya terlihat tegang dan bersikap kaku.
"Kamu ke rumah sakit bareng sama Ayu yaa, aku mau pergi ke suatu tempat dulu karena ada urusan, Sayang.." ucap Bayu sambil tersenyum.
"Urusan apa, Mas..?" tanya Maya menyelidik.
"Nanti kamu juga tau, Sayang.."
"Sebenarnya kamu kenapa, Mas..? Sejak tadi di rumah sikap kamu berbeda, apa yang kamu tutupi dari aku..?" tanya Maya yang merasa aneh dan curiga dengan sikap Bayu pagi ini.
"Kita ini suami istri Mas, udah seharusnya kita saling jujur dan terbuka satu sama lain. Kecuali kalau kamu menganggap aku sebagai orang lain.." ujar Maya sambil menarik nafasnya dengan kesal, karena Bayu hanya diam dan masih belum menjawab pertanyaan darinya.
"Aku minta maaf, May.." ucap Bayu dengan lirih.
__ADS_1
"Bukan kata maaf yang aku butuhkan, tapi kejujuran kamu, Mas.." sahut Maya pada Bayu yang langsung menghela nafasnya dengan berat.
"Sebenarnya, tadi pagi pihak kepolisian ngabarin Mas kalau orang yang menabrak Risha udah berhasil di tangkap.." ujar Bayu..
"Syukurlah kalau gitu Mas, kenapa kamu gak ngomong aja dari tadi. Bukannya itu kabar baik, seharusnya kamu ngomong aja ke aku, Mas.." sahut Maya yang terlihat senang dan bersyukur, karena pelaku yang membuat Risha terluka parah kini sudah tertangkap.
"Aku gak mau ngomong sama kamu, karena ternyata pelakunya adalah Andre, May.." ucap Bayu dengan perasaan marah dan geram.
"A-apa Mas, Andre pelakunya..? Itu gak mungkin, kenapa dia bisa sejahat itu sama Risha. Memang Risha salah apa, Mas..?" tanya Maya yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Bayu katakan padanya.
"Bukan sama Risha, tapi kamu, Sayang.. Mungkin dia sakit hati, karena kamu lebih memilih untuk bersama aku bukan dia.." ujar Bayu..
"Iyaa Mas, kamu memang benar. Aku mau ikut bersama, setelah itu baru kita ke rumah sakit jenguk Risha.." pinta Maya yang merasa cemas kalau membiarkan suaminya pergi se'orang diri untuk menemui Andre, pasti akan terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
"Tapi May--"
Karena tidak ingin berdebat dengan Maya, Bayu pun akhirnya membawa Maya untuk ikut bersama bertemu dengan Andre di kantor polisi. Di sepanjang perjalanan, keduanya hanya terdiam dengan pikirannya masing-masing. Bayu merasa tidak sabar ingin memberi pelajaran pada Andre, sedangkan Maya terlihat khawatir dengan apa yang akan Bayu perbuat saat bertemu dengan Andre nantinya.
🐝
Kini Bayu dan Maya telah tiba di kantor polisi, mereka bergegas masuk ke dalam untuk bertemu dengan Andre. Setelah menunggu beberapa menit, keduanya pun melihat Andre sedang berjalan ke arah mereka. Tanpa mau menunggu lagi, Bayu pun segera menghampirinya dan memberikan pukulan serta tinju bertubi-tubi.
Bukk,, bukk..
"Mas Bayu..!! Sudah Mas, cukup..!" teriak Maya sembari ikut melerai Bayu yang terus saja memukuli Andre tanpa ampun, beruntung polisi segera menariknya. Kalau tidak, mungkin Andre akan menjadi babak belur di buatnya.
"Laki-laki pengecut seperti dia pantas mendapatkannya, Maya.. Dia harus di beri pelajaran..!" seru Bayu yang kembali ingin memukul Andre karena masih belum bisa mengendalikan emosi dan amarahnya yang begitu membara. Membuat Maya yang melihat itupun merasa takut dan gemetar, itu pertama kalinya Ia melihat Bayu begitu sangat marah.
"Cukup, Pak Bayu..! Kalau Bapak masih tetap bersikap seperti ini, lebih baik sekarang juga Bapak dan Ibu pergi dari tempat ini..!" tegur salah se'orang polisi yang ada di di tempat itu.
__ADS_1
"Udah yaa Mas, kamu yang tenang dulu. Tahan emosi kamu, Mas.." ucap Maya yang berusaha untuk menenangkan Bayu, sembari menggenggam tangannya.
Mendengar perkataan dari Maya, Bayu pun menghela nafasnya dengan dalam dan berusaha untuk menahan emosinya. Kini setelah suasana sudah cukup tenang, ketiganya segera duduk dan saling berhadapan.
"Maafin aku, Maya.. Aku gak bermaksud untuk mencelakai kamu, aku benar-benar khilaf saat itu.." ucap Andre yang merasa sangat bersalah, sembari memegang tangan Maya..
"Lepaskan..! Jauhkan tangan kamu dari istriku..!" bentak Bayu seraya menepis tangan Andre dengan kasar.
"Mas Bayu.."
Maya menatap ke arah Bayu dan memberi isyarat, agar suaminya itu tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Bayu yang mengerti arti tatapan dari Maya itupun, hanya menganggukkan kepala dan menarik nafasnya.
"Aku sendiri bahkan tidak tau, apa aku bisa memaafkan kamu atau tidak. Karena orang yang sudah kamu tabrak sekaligus yang telah menyelamatkan aku, dia adalah adikku. Dan kamu tau, karena perbuatan kamu itu sekarang adikku terbaring tidak berdaya di rumah sakit.." ucap Maya dengan air mata yang tiba-tiba mengalir membasahi pipinya.
"Aku benar-benar minta maaf Maya, tapi sejak kapan kamu punya adik perempuan..?" tanya Andre yang selama ini hanya tahu, bahwa Maya adalah anak tunggal dari Rama..
"Tidak perlu kamu tau sejak kapan, yang terpenting kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu itu.." sahut Maya sambil menghapus air matanya.
"Kamu gak apa-apa, Sayang..?" tanya Bayu saat melihat perubahan pada Maya yang merasa sudah tidak nyaman berbicara dengan Andre..
"Lebih baik kita pergi dari sini sekarang yaa, Mas.. Aku mau jenguk Risha.." ucap Maya dengan nada terdengar sedih.
Bayu pun segera mengiyakan, dan langsung membawa Maya pergi meninggalkan Andre yang merasa penuh dengan penyesalan di dalam hatinya.
"Maafin aku, Maya.. Aku benar-benar menyesal.." gumam Andre dalam hati, seraya menatap kepergian Maya dan Andre yang sama sekali tidak mempedulikannya...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1