
"Gimana menurut kamu, bagus bukan..?" tanya Bayu padaku yang memperlihatkan sebuah rumah yang cukup mewah untuk tempat tinggal kami nantinya.
"Lumayan bagus, dan jangan lupa aku mau dua atau tiga orang asisten rumah tangga untuk membantu aku mengurus rumah kita nanti. Karena rumah sebesar ini, tidak mungkin aku bisa mengurusnya sendiri.."
"Untuk masalah itu kamu tenang aja, aku udah siapkan empat orang asisten rumah tangga untuk membantumu.." sahut Bayu.
"Terus kapan kita akan pindah ke sini..?" tanyaku yang rasanya sudah tidak sabar lagi untuk tinggal jauh dari Mamaa dan Papaa, karena dengan begitu aku tidak perlu lagi harus berpura-pura bersikap manis dan mesra pada Bayu saat di depan mereka.
"Sekarang juga bisa.." jawab Bayu tersenyum.
"Aku serius Bay, jangan bercanda..!"
"Aku juga serius Risha, itu juga kalau kamu bisa membuat Mamaa dan Papaa untuk menyetujuinya.." ucap Bayu yang melangkah pergi meninggalkanku yang masih memikirkan cara, bagaimana membuat Mamaa dan Papaa mengizinkan aku dan Bayu untuk pindah sekarang juga.
"Tunggu, Bay..! Bantu aku memikirkan caranya.." pintaku pada Bayu, karena saat ini entah kenapa pikiranku sedang buntu. Apa mungkin karena saat ini aku tengah merindukan Cindy, wanita yang sudah hampir dua bulan ini menghilang dan tidak lagi menghubungiku.
"Tumben kamu gak bisa menemukan caranya..? Bukannya se'orang penulis selalu bisa mendapatkan banyak ide..?!" tanya Bayu yang menurutku justru sedang menyindir, terlebih dengan raut wajahnya yang tersenyum sinis itu.
"Yaa udah kalau gak mau bantu, pindahnya kapan-kapan aja.."
"Kamu ngambek..? Iyaa iyaa nanti aku bantuin.." seru Bayu yang tersenyum saat melihatku cemberut.
Sejak dulu, Bayu memang menganggap aku sudah seperti adiknya sendiri. Karena itu, saat Ia tahu bahwa dirinya akan di jodohkan denganku sontak membuat dia terkejut dan sempat merasa frustasi. Tapi mau bagaimana lagi, kini semua sudah terjadi dan harus tetap di jalani.
"Yee,, malah bengong..!" seru Bayu menghentikan lamunanku.
"Siapa yang bengong, orang aku lagi mikir juga.."
"Mikirin apa lagi..? Mikir cucu buat Mamaa sama Papaa..? Nanti deh kita coba buat,hehee.." ucap Bayu sambil tertawa kecil, namun membuatku justru merasa ngeri saat membayangkan itu terjadi.
"Apaan sih, Bay.. Gak lucu tau..!"
__ADS_1
"Tapi mau kan..?!" goda Bayu yang langsung mendapatkan pukulan dariku.
🐝
Aku dan Bayu pun kini telah tiba di rumah, kami langsung masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri secara bergantian. Dan tidak lama kemudian, Mamaa mengajak kami untuk makan malam.
Usai makan malam, aku dan Bayu berniat untuk menyampaikan niat kami yang berencana untuk pindah malam ini juga. Namun sesuai dengan dugaanku sebelumnya, bahwa Mamaa dan Papaa merasa keberatan dengan kepindahan kami yang tiba-tiba.
"Kenapa harus secepat itu, Bay..? Mendadak lagi..!" seru Mamaa pada Bayu yang langsung menatap ke arahku, seolah meminta bantuan agar aku juga ikut berbicara.
"Biar cepat juga Mamaa sama Papaa dapet cucunya,hehee.." ucapku dengan terpaksa sembari tersenyum, berharap Mamaa dan Papaa bisa luluh dan mengiyakan.
"Kalau menyangkut soal cucu, Mamaa sama Papaa pasti dukung. Yaa sudah sekarang cepat bereskan barang-barang kalian, lalu kita pergi ke rumah baru yang akan kalian tinggali.." ujar Papaa yang terlihat sangat bersemangat.
"Aku ikut juga yaa Maa, Paa.." ucap Ayu sambil berjalan menuju ke kamarnya.
Aku hanya terdiam sambil menatap Bayu yang juga melihat ke arahku, aku tidak menyangka kata-kata cucu sangat ampuh untuk membuat Mamaa dan Papaa setuju dengan kepindahan kami yang sangat tiba-tiba ini.
"Ngapain bengong..! Ayo buruan beresin pakaian kita.." seru Bayu padaku, lalu menarik tanganku untuk segera mengikutinya masuk ke dalam kamar.
"Ayo Bay, Risha.. Mamaa dan Papaa sudah siap nih..!" teriak Mamaa yang begitu antusias untuk mengantarkan kami ke rumah yang baru.
"Iyaa Maa,, udah beres kok.." sahut Bayu sambil membawa koper berisi pakaian miliknya, sedangkan untuk pakaianku harus aku sendiri yang membawanya.
"Kamu ini bagaimana sih Bay, kok Risha kamu biarkan bawa koper. Itu kan berat..!" seru Papaa yang langsung mengambil koper dari tanganku. "Sini Risha, biar Papaa yang bawa. Suamimu itu memang tidak pengertian sama sekali..!" ucap Papaa sambil melirik ke arah Bayu.
"Weekk,, di marahin Papaa kan,hee.." ucapku pada Bayu yang terlihat manyun, karena selama ini Mamaa dan Papaa memang selalu membelaku di banding Bayu. Bahkan sebelum kami menikah, namun Bayu tidak pernah merasa iri atau cemburu. Mungkin karena Ia tahu, kalau orang tuanya memiliki hutang budi pada Bunda dan Ayahku. Hingga mereka semua pun memperlakukan aku dengan sangat baik.
"Awas aja nanti..!" seru Bayu dengan senyuman tipisnya.
Sebelum melangkah keluar dari rumah, ku pandangi dan amati setiap ruangan yang ku lewati. Di sini terdapat banyak kenangan Bunda dan Ayah, karena sejak kecil aku sering kali di ajak ke rumah orang tua Bayu. Hal ini juga yang menjadi alasan, kenapa aku ingin segera pindah dari rumah ini.
__ADS_1
🐝
🐝
"Wahh,, besar banget rumahnya Kak Bay..! Padahal kan kalian cuma tinggal berdua, kecuali kalau kalian berdua punya rencana untuk memiliki banyak anak,hehee.." ucap Ayu sambil menatapku, dan aku yang mendengar ucapannya itu pun hanya bisa menarik nafas dalam.
"Benar juga apa yang di katakan oleh Ayu, kalian harus memiliki anak yang banyak. Biar kalian tidak merasa sepi tinggal di rumah sebesar ini, benarkan Paa..?!" seru Mamaa.
"Iyaa memang benar Maa, dan jangan lupa siapkan asisten rumah tangga untuk Risha. Jangan biarkan menantu kesayangan Papaa ini sampai kelelahan mengurus kamu dan rumah ini, Bayu.." ujar Papaa dengan tersenyum seraya membelai rambutku dengan lembut.
"Iyaa Paa, udah Bayu siapkan kok. Besok pagi juga mereka mulai masuk kerja.." sahut Bayu.
"Mamaa sama Papaa akan sering-sering jenguk kalian berdua.."
"Aku juga Maa,hee.." potong Ayu.
"Kalian baik-baik di rumah baru kalian ini yaa, kalau ada apa-apa segera kabari Mamaa dan Papaa.. Dan jangan lupa, mulai saat ini kalian harus bekerja keras untuk memberikan cucu buat kami.." ujar Mamaa yang sangat menginginkan se'orang cucu dari Bayu dan Risha.
"Yaa udah Maa, Paa.. Ayo kita pulang, Kak Bayu dan Risha ehh Kak Risha maksudnya pasti mau buat cucu untuk Mamaa,hehehee.." goda Ayu.
"Yaa ampun,, kenapa yang di bahas itu terus sih. Ini sih namanya senjata makan tuan.." gumam ku dalam hati.
"Mamaa sama Papaa dan Ayu pulang dulu yaa.. Bayu,, jaga Risha baik-baik.." ucap Mamaa pada Bayu.
"Dan kamu Sayang, Mamaa titip Bayu yaa.. Kalau dia nakal atau bersikap kasar sama kamu, langsung kasi tau Mamaa.. Pasti Mamaa dan Papaa akan menghukumnya.." ujar Mamaa sambil memelukku dengan erat.
"Iyaa Maa, tapi Risha yakin kalau Bayu ehh Mas Bayu gak akan bersikap seperti itu ke Risha.." ucapku pada Mamaa..
"Mamaa dan Papaa hati-hati yaa, dan kamu Ayu jangan ngebut bawa mobilnya.." seru Bayu pada Ayu..
Setelah berpamitan, Mama Papaa dan Ayu pun kembali pulang ke rumah. Dan kini tinggallah aku bersama Bayu berada di dalam rumah baru, yang akan menjadi tempat tinggal kami entah sampai kapan. Aku pun tidak tahu...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐