
"Kok malah diem sih, Ris..? Ayo cerita dong, kalau gak mau cerita juga aku pulang aja nih.." ancam Ayu pada Risha yang sejak tadi belum menjawab pertanyaan darinya.
"Iyaa iyaa aku cerita.." sahut Risha saat melihat Ayu hendak bangkit dari tempat duduknya, lalu kini duduk kembali di sampingnya dengan rasa tidak sabar ingin mendengar cerita darinya.
"Ayo, apa Ris..?"
"Aku kepikiran sama Cindy, Yu.. Sepertinya dia punya hubungan dengan sese'orang, tapi aku masih belum memastikannya bener atau gak.." ucap Risha sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Kamu serius, Ris..?! Memang siapa orangnya..? Apa kamu kenal..?" tanya Ayu yang semakin penasaran dengan cerita Risha tentang Cindy..
"Mungkin dengan laki-laki yang waktu itu pergi ke butik kamu, Yu.. Kamu masih ingatkan..? Karena waktu itu kamu sendiri yang nunjukin ke aku, kalau Cindy lagi sama se'orang laki-laki datang ke butik kamu untuk membeli pakaian.." ujar Risha berusaha mengingatkan Ayu tentang sosok laki-laki yang bersama dengan Cindy pada waktu itu.
"Iyaa aku ingat, tapi kenapa kamu bisa yakin kalau Cindy punya hubungan dengan laki-laki itu, Ris..? Apa ada sesuatu yang lain yang kamu ketahui..?" tanya Ayu seraya menatap Risha dengan serius.
"Tadi siang aku ketemu Cindy, dan aku melihat laki-laki itu pergi dari kost-an Cindy dengan terburu-buru.." jawab Risha..
"Kamu serius, Ris..?! Terus kamu udah tanya Cindy, kenapa laki-laki itu datang ke kost-annya..?"
"Aku belum tanya lebih jelas ke Cindy, cuma dia bilang kalau laki-laki itu cuma teman biasa aja. Tapi ada hal lain yang buat aku sangat curiga.." ujar Risha yang masih mengingat jelas, apa yang telah Ia lihat di kost-an Cindy yang membuatnya sangat terkejut.
"Apa itu, Ris..?" tanya Ayu lagi sambil menunggu kelanjutan dari cerita Risha..
__ADS_1
"Aku melihat ada sisa rokok dan pakaian dalam pria di kamar mandi Cindy, Yu.. Aku gak mungkin salah lihat, apa lagi selama ini Cindy juga gak pernah merokok.." Risha kembali menghela nafasnya dengan berat, Ia ingin tidak percaya dengan apa yang sudah di lihatnya. Namun itu semua kenyataan yang harus Ia terima.
"Benar-benar keterlaluan si Cindy itu, berani sekali dia memasukkan laki-laki ke dalam kost-annya. Kamu harus minta penjelasan dari Cindy, Ris.. Biar kamu tau dengan jelas, dan gak kepikiran seperti sekarang ini.." ujar Ayu yang selama ini merasa, bahwa Cindy hanya memanfaatkan Risha bukan karena benar-benar tulus menyayanginya.
"Aku juga mikir kaya gitu, tapi--"
"Tapi apa, Ris..? Kamu takut kalau semua kecurigaan kamu itu benar, dan takut akan kehilangan Cindy..?" tanya Ayu yang seolah telah mengetahui isi hati Risha, tanpa harus Risha mengatakannya.
"Kamu memang benar Yu,mmmh.." sahut Risha yang merasa tidak berdaya mendengar ucapan Ayu yang memang benar adanya, karena Ia sangat menyayangi Cindy dan tidak ingin kehilangannya.
"Aku bisa ngerti dengan ketakutan kamu itu, Ris.. Tapi kamu juga harus ngerti, hubungan kamu dan Cindy itu sekarang udah gak sehat lagi. Jangan biarkan rasa takut kehilangan itu, membuat kamu terus-menerus di bohongi. Kamu harus cari tau kebenarannya, tentang apa yang sebenarnya Cindy sembunyikan dari kamu sebelum semuanya terlambat.." ujar Ayu yang berusaha untuk mengingatkan dan menenangkan Risha, karena Ia tahu saat ini Risha pasti merasa bingung dengan apa yang sedang Ia hadapi.
"Apa yang kamu bilang itu memang benar Yu, nanti akan aku cari tau ada hubungan apa antara Cindy dan laki-laki itu. Semoga aja apa yang aku takutkan gak terjadi.." ucap Risha yang berharap agar hubungannya dengan Cindy bisa tetap baik-baik saja hingga nanti.
🐝
"Kok kamu diem aja sih, Sayang..? Apa kamu marah sama aku..?" tanya Bayu yang saat ini tengah membantu Maya membersihkan piring-piring kotor yang ada di dapur.
"Gak Mas, aku gak marah kok sama kamu.." jawab Maya sambil tetap mencuci piring kotor yang ada di tangannya, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Bayu yang sedang menatap dirinya.
"Aku tau kenapa kamu diam, kamu pasti kepikiran dan merasa tersinggung dengan perkataan Mamaa kan..? Maafin Mamaa yaa Sayang, kalau Mamaa tau yang sebenarnya pasti gak akan ngomong seperti itu sama kamu.." ujar Bayu yang berharap Maya bisa mengerti dengan sikap dan ucapan Ibunya terhadap Maya..
__ADS_1
"Gak apa-apa Mas, yang Mamaa bilang itu memang benar kok. Cuma Risha menantu satu-satunya yang di akui sama Mamaa dan Papaa, mungkin aku memang gak pantas buat kamu, Mas.." sahut Maya seraya berusaha untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Hei,, kamu gak boleh ngomong seperti itu Sayang, buat aku sekarang cuma kamu istri aku satu-satunya.." balas Bayu yang langsung menyentuh pipi Maya dengan kedua tangannya, lalu memeluknya dengan erat.
Seketika itu tangis Maya pun pecah, Ia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti saat harus bertemu kembali dan berhadapan dengan kedua orang tua Bayu. Karena untuk pertama kalinya saja sudah membuatnya begitu sedih, namun Bayu berusaha untuk menenangkan dan meyakinkan Maya agar bisa memaklumi sikap kedua orang tuanya itu.
"Udah yaa istriku yang cantik, jangan nangis lagi..." bujuk Bayu sembari membelai lembut rambut Maya dan kini Ia mulai merasa sedikit tenang.
"Mas,, kalau seandainya nanti Mamaa dan Papaa tau semuanya, lalu mereka minta Mas untuk ninggalin aku, gimana..? Apa Mas akan lakukan itu..?" tanya Maya sambil menatap Bayu dengan mata yang masih berkaca-kaca.
"Itu gak akan terjadi Sayang, aku gak akan pernah ninggalin kamu apapun yang terjadi. Mamaa dan Papaa pasti akan menerima kamu sebagai menantunya, yang penting kita harus bersabar dulu. Nanti Risha juga pasti akan membantu kita, kamu tenang aja yaa.." ucap Bayu mengecup kening Maya dan kembali memeluknya.
"Terimakasih yaa, Mas.. Aku pegang kata-kata kamu itu.." sahut Maya sambil membalas pelukan Bayu padanya.
"Ehemm..! Kak, aku mau pulang dulu yaa.." seru Ayu yang tiba-tiba saja muncul di dapur, membuat Bayu dan Maya langsung melepaskan pelukannya.
"Ehh,, kok cepat banget udah mau pulang aja, Yu..? Kenapa gak nginap aja..?" tanya Maya yang berusaha bersikap seperti biasa, sambil menahan rasa malu karena terlihat berpelukan oleh adik iparnya itu.
"Mungkin lain kali aja aku nginap Kak, yaa udah di lanjut lagi aja pelukannya.." ledek Ayu sambil tertawa kecil, di ikuti oleh Bayu dan Maya..
"Yaa udah kalau gak mau nginep, kamu hati-hati di jalan, Yu.. Nanti kalau udah sampai rumah, kabarin yaa.." ujar Bayu pada Ayu yang juga berpamitan pada Risha, dan mereka pun mengantarkan Ayu hingga di depan pintu saat taksi yang Ayu pesan telah tiba...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐