Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Menahan Amarah


__ADS_3

"Ayah,, Maya berangkat kerja dulu yaa.." ucap Maya sembari menyalami tangan Rama dan mencium punggung tangannya.


"Iyaa May, kamu hati-hati di jalan dan jangan ngebut naik motornya. Kalau sudah sampai di kantor, segera hubungi Ayah.." ujar Rama sembari mengusap kepala putrinya.


"Siap, Pak boss..! Segera di laksanakan,hehee.." sahut Maya sambil tertawa kecil, lalu berlalu pergi dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.


Tidak lama setelah itu, Rama bergegas untuk bersiap-siap ke kebun bunga miliknya. Semua keperluan yang di butuhkan telah Ia siapkan, lalu Ia masukkan ke dalam bagasi mobil dan mengendarainya. Di jalanan yang pagi itu terlihat ramai oleh kendaraan, membuat Rama memperlambat laju mobilnya dan tidak lupa Ia memutar musik hanya untuk sekadar mengusir sepi.


Sesampainya di kebun, Rama mengeluarkan barang-barang yang ada di bagasi mobil dan segera memulai pekerjaannya. Pekerjaan yang telah Ia geluti selama puluhan tahun ini, yang berawal dari hobi namun pada akhirnya bisa Ia jadikan sebagai usaha untuk menghasilkan uang yang cukup besar. Tidak lama setelah Rama bekerja, se'orang laki-laki yang tidak Ia kenali pun datang menghampirinya.


"Permisi,, maaf Pak mengganggu. Apa benar ini dengan, Pak Rama..?" tanya pria berdjaket kulit dan bertopi hitam itu, membuat Rama agak terkejut dan menghentikan kegiatannya.


"Iyaa benar, saya Rama.. Ada perlu apa yaa, Mas..?" tanya Rama dengan ramah, pada se'orang laki-laki yang terlihat masih muda.


"Saya datang ke sini, karena di minta sese'orang mengantarkan ini untuk Pak Rama.." seru pria itu sambil menyerahkan sebuah amplop putih pada Rama yang segera mengambilnya.


"Apa ini dan siapa yang mengirimnya..?" tanya Rama dengan raut wajah yang terlihat bingung, tapi juga penasaran dengan apa yang ada di dalam amplop tersebut.


"Maaf Pak, tapi saya tidak tau siapa dan apa isi amplop itu. Saya hanya di suruh dan di bayar oleh orang itu, kalau gitu saya pamit pergi dulu yaa, Pak.. Permisi.." ucap pria itu sembari berlalu pergi, meninggalkan Rama yang terlihat terpaku seraya memandangi amplop yang sedang Ia pegang.


"Siapa sebenarnya yang mengirimkan amplop ini..? Dan apa isinya..?" gumam Rama yang perlahan membuka dan mengambil isi di dalam amplop itu.


"Ini tidak mungkin..! Bukankah ini--"


Rama yang merasa sangat terkejut, karena tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya. Membuat tubuh Rama seketika gemetar, lalu terjauh dan terduduk di tanah. Dengan tangan yang mengepal erat foto-foto yang masih Ia pegang, dan raut wajahnya pun terlihat begitu sangat marah. Namun di tempat yang lain tidak jauh dari Rama berada, ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikannya dengan tersenyum puas.


🐝

__ADS_1


Maya yang sejak tadi pulang kerja melihat Rama dengan sikap yang tidak seperti biasanya, berniat untuk menghampiri dan bertanya. Namun seketika langkahnya terhenti, saat ponsel miliknya berbunyi. Dengan cepat Ia melihatnya, ternyata ada panggilan masuk dari Bayu. Tidak berapa lama setelah itu, wajahnya tampak bahagia dengan senyuman sumringah di bibirnya.


"Ayah,, Ayah.." teriak Maya memanggil Rama dengan sangat bersemangat.


"Ada apa Maya..? Kenapa memanggil Ayah sekeras itu..? Pendengaran Ayah kan masih baik.." sahut Rama yang penasaran dengan apa yang membuat putrinya itu tampak sangat gembira dan semangat.


"Iyaa maaf Ayah,hee.. Barusan Bayu telepon, terus bilang ke Maya kalau malam ini dia mau datang ke rumah. Ayah pasti senang kan..? Karena itu yang Ayah tunggu-tunggu.." ujar Maya sambil tersenyum menatap Rama..


"Ohh,, jadi nanti malam Bayu akan datang ke rumah, bagus kalau begitu. Karena Ayah juga ingin mengobrol dengan dia, sekaligus memberikan dia hadiah kecil.." ucap Rama tersenyum tipis.


"Hadiah kecil..? Memang Ayah mau ngasih hadiah kecil apa ke Bayu..? Maya jadi penasaran, Yah.." sahut Maya memikirkan hadiah kecil apa yang ingin Rama berikan pada Bayu..


"Nanti juga kamu tau sendiri, May.. Kalau begitu Ayah mau istirahat dulu di kamar.." ucap Rama..


"Iyaa Ayah, Maya juga mau siapin semua bahan untuk di masak. Maya akan memasak untuk makan malam kita nanti.." balas Maya sembari berjalan menuju ke arah dapur untuk mempersiapkan semuanya.


🐝


🐝


Malam harinya,


Maya yang telah selesai menyiapkan makan malam bersama, kini tengah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Bayu. Ia sudah tidak sabar menunggu sosok pria yang sangat di cintainya itu, berbeda halnya dengan Rama yang hanya diam dan sesekali tersenyum menatap Maya sambil menahan amarah di dalam dadanya.


"Kenapa Bayu belum juga datang, May..?" tanya Rama yang tidak ingin jika Bayu sampai tidak jadi datang ke rumahnya, karena itu akan membuat dirinya gagal memberikan hadiah kecil untuk Bayu..


"Mungkin terjebak macet di jalan Ayah, sebentar lagi juga Bayu pasti sampai.." jawab Maya yang mencoba meyakinkan Ayahnya, meski dalam hati Ia juga merasa cemas kalau Bayu tidak jadi datang.

__ADS_1


"Apa mungkin Risha gak ngebolehin Mas Bayu untuk pergi malam ini yaa..?" tanya Maya dalam hati, mengingat sejak Bayu menikah. Mereka berdua belum pernah bertemu di waktu malam, hanya bertemu di sore hari saat keduanya telah pulang bekerja.


Sementara itu di tempat lain, Bayu yang sejak tadi terlihat berjalan mondar-mandir membuat Risha merasa heran dan tidak nyaman.


"Kamu ngapain sih Bay, dari tadi jalan mondar-mandir ke sana ke sini..?! Udah kaya sapu pel aja.."


"Hee,,iyaa gak kenapa-kenapa kok, cuma olahraga aja.." sahut Bayu sambil menggaruk kepalanya, Ia merasa bingung harus alasan apa untuk bisa pergi menemui Maya di rumahnya.


"Apa kamu ada masalah, Bay..? Atau mau ngomong sesuatu..? Ngomong aja, gak usah di tahan-tahan gitu. Nanti sakit perut lho.." ucapku pada Bayu, karena aku tahu sejak tadi Ia seperti menyembunyikan sesuatu.


"Gak ada masalah kok Ris, cumaa--" Bayu menghentikan ucapannya, Ia terlihat ragu untuk mengatakannya padaku.


"Cuma apa..? Udah sih ngomong aja.."


"Ak-aku mau keluar sebentar Ris, karena ada urusan penting. Apa boleh..?" tanya Bayu dengan wajah yang cemas, sambil menunggu jawaban dariku.


"Mmmmh,, yaa terserah kamu aja, mau lama mau sebentar juga gak apa-apa. Ngapain juga pakai tanya aku segala, aneh.."


"Serius gak apa-apa, Ris..?! Yaa kan aku tanya, karena biar kamu gak nyariin aku nanti.." ucap Bayu dengan tersenyum lebar.


"Siapa juga yang mau nyariin kamu, kaya gak ada kerjaan lain aja. Yaa udah kalau mau pergi, buruan pergi sana.."


"Iy-iyaa Ris, aku mau siap-siap dulu.." seru Bayu yang langsung berjalan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap, dengan tersenyum bahagia.


"Bayu pasti mau menemui perempuan itu.." ucapku dalam hati, sambil tersenyum dan memikirkan apa yang selanjutnya akan terjadi...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2