Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Memohon Maaf


__ADS_3

Kabar tentang telah kembalinya Risha ke negara I dan keadaannya yang telah sadar dari koma, langsung di ketahui oleh Cindy dan juga Ibu Rumi. Hal itu karena selama ini Cindy selalu menghubungi Ayu untuk bertanya tentang keadaan Risha, meski Ayu jarang sekali membalas pesan dan mengangkat telepon darinya.


Kini Cindy dan Ibu Rumi pun berniat untuk menemui Risha, walaupun dalam hati Cindy merasa cemas memikirkan bagaimana reaksi keluarga Risha saat di kunjungi oleh Ibu Rumi yang adalah Ibu dari Andre..


"Kamu kenapa termenung, Cindy..? Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan..?" tanya Ibu Rumi yang sejak tadi memperhatikan Cindy yang seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Hah,, tidak ada apa-apa kok Bu, mungkin aku cuma sedikit cemas saja memikirkan mau bertemu dengan keluarga Risha.." jawab Cindy..


"Maafkan Ibu yaa Cindy, seharusnya Ibu pergi sendiri saja tanpa harus mengajak kamu dan meninggalkan Risha dengan pengasuhnya.." sahut Ibu Rumi..


"Tidak apa-apa kok Bu, aku tidak mungkin membiarkan Ibu pergi ke sana sendirian.." sahut Cindy sambil tersenyum untuk menutupi rasa cemas yang Ia rasakan saat ini.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari satu jam, kini taksi yang membawa mereka pun telah sampai di sebuah kompleks perumahan mewah yang terletak di perkotaan.


"Ayo Bu,, kita sudah sampai.." ucap Cindy pada Ibu Rumi yang terlihat tercengang melihat sebuah rumah yang berukuran sangat besar dengan halaman yang juga sangat luas dan di hiasi oleh banyak bunga serta tanaman di sekelilingnya.


"Apa kita tidak salah alamat, Cindy..?" tanya Ibu yang masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Sekalipun dulunya Ia pernah hidup sebagai orang kaya dan sempat menjalani kehidupan yang mewah, tapi apa yang di lihatnya saat ini jauh lebih mewah lagi.


"Tidak Bu, memang benar ini alamat tempat tinggal Risha.." jawab Cindy yang tidak merasa aneh lagi, karena sejak dulu Ia memang sudah mengetahui bahwa kedua orang tua Risha dan kedua orang tua angkatnya saat ini termasuk ke dalam orang-orang terkaya di kota itu. Meskipun dari dulu Ia tidak pernah sama sekali berkunjung ke rumah Risha, walaupun Risha telah berulangkali mengajaknya.


Keduanya pun segera menghampiri salah se'orang satpam yang berada di pos penjaga, karena sebelumnya Ayu telah mengetahui tentang kedatangan mereka dan memesan pada satpam penjaga untuk langsung membawa Cindy dan Ibu Rumi untuk masuk ke dalam rumah. Jadi keduanya pun tidak perlu lagi menunggu lebih lama, hingga pemilik rumah itu keluar.

__ADS_1


"Ada apa, Bu..?" tanya Cindy pada Ibu Rumi yang menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba.


"Tidak apa-apa Cindy, Ibu hanya merasa gugup.." jawab Ibu Rumi sembari menghela nafasnya dengan dalam, lalu kembali melanjutkan langkahnya hingga tiba di depan sebuah pintu yang sudah terbuka sejak tadi.


Kedatangan mereka pun langsung di sambut oleh Ayu yang sengaja di minta oleh Risha untuk menyambut mereka, karena Ia sendiri masih terbaring di dalam kamar beristirahat dan tidak di perbolehkan untuk keluar kamar oleh Mamaa dan Papaa..


Di sebuah ruangan tamu yang cukup besar, kini terlihat semua orang telah berkumpul. Kecuali Bayu dan Maya yang tidak ikut serta, karena saat ini sedang berada di ruang bermain bersama putra mereka, Rian..


"Sebelumnya Saya mau minta maaf, karena baru sekarang Saya bisa datang ke sini untuk mengunjungi Ibu dan Bapak. Saya benar-benar mohon maaf atas apa yang sudah anak Saya lakukan, sehingga menyebabkan putri Ibu dan Bapak mengalami kecelakaan.." ucap Ibu Rumi dengan sungguh-sungguh.


"Permintaan maaf saja tidak bisa merubah apa yang sudah terjadi, terlebih atas semua yang sudah Saya dan keluarga Saya rasakan hampir satu tahun ini. Karena perbuatan anak Anda, yang menyebabkan putri Saya tidak sadarkan diri dan koma dalam waktu yang lama.." tegas Mamaa sambil menahan amarah di dalam dadanya.


"Saya benar-benar mohon maaf atas nama anak Saya, Andre.. Sekarang dia sudah mendapatkan hukumannya.." sahut Ibu Rumi yang tertunduk sembari menahan air matanya agar tidak terjatuh.


"Iyaa Bu, tidak apa-apa jika Ibu tidak mau memaafkannya. Saya bisa mengerti dan menerima, tapi tolong izinkan Saya untuk bisa bertemu dan meminta maaf pada Risha, putri Ibu dan Bapak.." pinta Ibu Rumi dengan sangat, karena sejak kecelakaan itu Ia ingin sekali bertemu dengan Risha..


"Anak Saya tidak bisa di ganggu, dia sedang beristirahat. Kalau sudah tidak ada apa-apa lagi yang mau di bicarakan, lebih baik kalian pergi.."


"Maa..!" seru Ayu dan Papaa bersamaan, seraya menatap ke arah Mamaa..


"Maaf yaa Bu, saat ini Risha memang sedang beristirahat dan kondisinya belum sepenuhnya pulih. Mungkin lain kali saja kalau Ibu ingin bertemu dengan Risha.." ucap Ayu dengan ramah.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, kami berdua akan segera pergi dari sini. Terimakasih sudah menerima kedatangan kami dengan baik.."


Cindy dan Ibu Rumi pun segera berpamitan, lalu berjalan menuju ke pintu keluar dengan di antar oleh Ayu. Sedangkan kedua orang tuanya hanya terdiam sambil memandangi kepergian mereka, namun tiba-tiba sebuah suara terdengar.


"Tunggu..!"


Teriak sese'orang dari lantai atas yang tidak lain adalah Risha, Ia berjalan turun melewati satu persatu anak tangga dengan sangat perlahan. Semua orang yang mendengar sumber suara itupun langsung menoleh, terutama Mamaa yang segera berlari menuju ke arah Risha..


"Kamu kenapa turun, Sayang..?! Mamaa kan sudah bilang, kamu istirahat saja di kamar dan jangan keluar. Kondisi kamu masih lemah.." ucap Mamaa sembari merangkul tubuh Risha yang tetap ingin turun dari tangga.


"Gak apa-apa Maa, lagi pula gak sopan rasanya ada tamu datang yang ingin bertemu dengan Risha tapi Risha gak nemuin.." sahut Risha yang sejak tadi sebenarnya sudah mendengar semua pembicaraan semua orang di bawah. Membuat Mamaa yang mendengar itupun langsung menatapnya dengan penuh tanya.


"Jadi kamu yang bernama Risha..? Kamu sangat cantik sekali.." ucap Ibu Rumi yang langsung menghampiri Risha lalu menyentuh wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ibu mohon maaf yaa Nak Risha, atas apa yang sudah anak Ibu lakukan terhadap kamu.." ucap Ibu Rumi sambil bersimpuh dan menggenggam tangan Risha..


"Jangan seperti ini, Bu.." sahut Risha yang langsung menarik tangan Ibu Rumi agar segera berdiri. "Aku sudah memaafkannya, jauh sebelum Ibu meminta maaf.." balas Risha sambil tersenyum, lalu menatap ke arah Cindy yang sejak tadi terus saja menatap dirinya.


"Aku kangen banget sama kamu, Cindy.. Rasanya pengen banget bisa peluk kamu, tapi.." gumam Risha dalam hati seraya menahan rasa rindu dan sedih dalam hatinya, saat mengingat kini dirinya dan Cindy tidak memiliki hubungan apapun lagi...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2