Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Meringankan Hukuman


__ADS_3

Ibu Rumi yang mendengar perkataan dari Risha yang telah memaafkan putranya, kini merasa sangat bahagia dan lega. Ia pun segera memeluk erat tubuh Risha, sambil mengucapkan terimakasih berulang kali. Kini semua orang kembali duduk di sofa, lalu berbincang-bincang. Namun tidak begitu dengan Mamaa dan Papaa, yang hanya memilih untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


"Karena Ibu sudah bertemu dengan Risha dan meminta maaf padanya, sekarang lebih baik kita pulang yaa, Bu.." ucap Cindy yang sejak tadi mengetahui, bahwa kedua orang tua Ayu tidak suka dengan kedatangan mereka yang berlama-lama di sana.


"Ohh,, iyaa Cindy, tapi Ibu masih ada sesuatu yang ingin di sampaikan pada Nak Risha.." sahut Ibu Rumi dengan perasaan ragu di hatinya, namun Ia juga tidak bisa menahannya lebih lama lagi.


"Katakan saja Bu, apa sesuatu yang ingin Ibu sampaikan..?" tanya Risha yang sudah bisa menebak sesuatu itu.


"Ibu ingin meminta tolong sesuatu, ini soal anak Ibu, Andre.."


"Iyaa Bu Rumi, kenapa dengan Andre..?" tanya Risha lagi.


"Ibu mau minta tolong, apa Nak Risha bisa meringankan hukuman yang sudah di jatuhkan oleh pengadilan untuk Andre..?"


Mendengar ucapan dari Ibu Rumi itupun, sontak membuat Mamaa menjadi geram dan angkat bicara.


"Anda memang benar-benar tidak tau diri yaa..! Anak Saya sudah mau memaafkan anak Anda, tapi sekarang Anda justru meminta lebih..!" sentak Mamaa pada Ibu Rumi..


"Mamaa yang tenang yaa, jangan marah-marah seperti itu.." ucap Papaa yang mencoba menenangkan Mamaa yang saat ini dalam keadaan emosi itu.


"Bagaimana Mamaa bisa tenang Paa, Papaa dengar sendiri kan. Kalau perempuan ini baru saja meminta Risha untuk meringankan hukuman anaknya yang jelas-jelas sudah mencelakai anak kita.." ujar Mamaa dengan amarah yang begitu menggebu-gebu di dadanya.


"Maafkan Saya, Bu.. Memang benar apa yang Ibu katakan, kalau Saya ini tidak tau diri. Nak Risha sudah mau memaafkan anak Saya saja itu sudah cukup, Saya tidak akan meminta apa-apa lagi.." ucap Ibu Rumi yang merasa menyesal dengan apa yang sudah Ia lakukan dan katakan sebelumnya.


"Bagus kalau sudah sadar, sekarang lebih baik kalian berdua pergi dari sini..!" usir Mamaa yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Mamaa yang sabar yaa, lebih baik sekarang Mamaa masuk ke kamar dulu aja. Biar Risha yang bicara sama mereka berdua.." ucap Risha sambil menatap ke arah Ayu, Ayu yang bisa mengerti arti dari tatapan Risha segera membawa Mamaa masuk ke dalam kamar dengan di bantu oleh Papaa..


"Kita pulang saja yaa, Bu.." ucap Cindy sembari menggenggam tangan Ibu Rumi..

__ADS_1


"Iyaa Cindy, maafkan Ibu yaa Nak Risha.. Karena permintaan Ibu, Mamaa kamu jadi marah-marah seperti itu. Sekarang kami berdua mau pamit pulang dulu.." sahut Ibu Rumi..


"Tidak apa-apa Bu, aku juga minta maaf atas sikap dan ucapan Mamaa yang mungkin sudah menyakiti hati Ibu Rumi. Soal permintaan Ibu tadi, akan aku coba pikirkan.." balas Risha sembari tersenyum.


Mendengar itupun Ibu Rumi membalas senyuman dari Risha, Ia merasa seolah ada harapan yang di berikan oleh Risha melalui ucapan dan senyumannya itu. Kini mereka berdua segera berpamitan, di saat itu juga Risha dan Cindy saling berpandangan dalam waktu yang cukup lama. Membuat Ibu Rumi yang melihat itupun merasakan sesuatu yang tidak biasa.


Selesai mengantarkan Cindy dan Ibu Rumi hingga ke depan pintu keluar, Risha segera menarik tangan Ayu agar mendekat ke arahnya. Seraya membisikkan sesuatu yang membuat Ayu langsung merasa terkejut, karena mendengar ucapan Risha yang meminta bantuannya untuk melakukan sesuatu.


"Gak Ris, aku gak mau ikut-ikutan kalau masalah itu. Kamu tau sendiri kan gimana Mamaa sama Kak Bayu, mereka gak akan setuju dengan rencana dan keinginan kamu yang gak masuk akal itu.." ucap Ayu sambil menarik nafasnya dengan kasar, karena tidak ingin terlibat dalam rencana Risha..


"Tapi cuma kamu yang bisa bantuin aku, Ayu.. Ayolah, aku tau kamu yang paling bisa di andalkan untuk bantuin aku soal ini. Karena cuma kamu yang tau semua masalahnya.." bujuk Risha dengan memasang wajah yang memelas.


"Mmmh,, kalau Mamaa dan Kak Bayu tetap gak setuju gimana..?" tanya Ayu sambil menatap ke arah Risha yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Aku akan pakai cara lain untuk membuat Mamaa dan Bayu menyetujui keinginan aku.." sahut Risha sambil tersenyum penuh arti.


"Terus gimana, kamu mau kan bantuin aku..?" tanya Risha dengan penuh harap.


"Iyaa iyaa, aku bantuin.." jawab Ayu yang langsung membuat Risha tersenyum senang.


🐝


Di malam harinya,,


Tepatnya di sebuah ruang keluarga di kediaman Aji, kini suasana terlihat sangat tegang. Hal ini di karenakan oleh keinginan Risha yang meminta pada kedua orang tua angkatnya itu untuk mencabut tuntutan terhadap Andre, agar Ia bisa di bebaskan. Tentu saja hal itu langsung mendapatkan penolakan keras, terlebih dari Bayu yang saat itu masih berada di sana.


"Kamu sadar gak Ris, dengan apa yang barusan kamu omongin itu..? Apa kamu udah lupa, kalau Andre itu udah buat kamu celaka dan bahkan sampai koma hampir satu tahun. Dan sekarang kamu malah minta sama Mamaa dan Papaa untuk membebaskan laki-laki bajixxxx itu..!"


Seru Bayu yang tidak bisa terima jika Andre sampai di bebaskan, karena mengingat bagaimana Andre sudah hampir membuat istri dan calon anaknya hampir celaka hingga Risha pun menjadi koma untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


"Mas,, jangan terbawa emosi gitu, kasian Risha.." bisik Maya sambil menyenggol lengan Bayu yang saat ini sedang merasa kesal.


"Apa yang di katakan oleh Bayu itu memang benar Risha, kamu tidak perlu lagi memikirkan permintaan dari Ibunya itu. Lebih baik kamu sekarang istirahat dan jangan banyak pikiran.." ujar Mamaa sambil tersenyum dan membelai rambut Risha..


"Tapi, Maa--"


"Tidak ada tapi-tapi, Sayang.. Ayu,, kamu bantu Risha naik ke atas untuk istirahat yaa.." perintah Mamaa pada Ayu yang hanya menganggukkan kepala, lalu mengajak Risha untuk kembali ke kamarnya yang berada di lantai atas.


"Jangan terlalu keras sama Risha, Maa.. Niat Risha itu sebenarnya baik, dia hanya ingin--"


"Jadi Papaa lebih membela perempuan itu dari pada Mamaa, istri Papaa..?" potong Mamaa sambil menatap tajam ke arah suaminya.


"Pe-perempuan yang mana maksud Mamaa..? Risha itu kan anak kita Maa, bukan orang lain.." tanya Papaa..


"Bukan Risha, tapi Ibunya Andre.." sahut Mamaa dengan nada kesal.


"Ohh,, tapi Papaa tidak bermaksud mau membelanya, Maa.." balas Papaa yang tidak ingin Mamaa menjadi salah paham dan berpikir yang bukan-bukan.


"Sudahlah Paa, Mamaa mau ke kamar dulu.." ucap Mamaa sembari beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan menuju ke arah kamar.


"Memang apa yang tadi Papaa katakan, salah yaa Bayu..?"


"Gak salah kok, Paa.." sahut Maya yang justru langsung menjawabnya dengan semangat, membuat Bayu dan Papaa pun langsung menatap ke arahnya.


"Yaa udah kalau gitu, Maya mau ke kamar dulu lihat Rian yaa Mas, Paa.." ucap Maya yang langsung meninggalkan suami dan Ayah mertuanya itu. Karena Ia tidak ingin terlibat dalam perdebatan di antara mereka berdua, yang selama ini sering terjadi di sebabkan oleh perbedaan pendapat...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2