
"Ayu,, tolong kamu panggilkan Risha dan suruh dia menemui Mamaa dan Papaa di dalam ruang kerja Papaa yaa.." pinta Mamaa pada Ayu yang saat itu terlihat sedang asyik memainkan ponselnya.
"Ohh,, iyaa Maa, aku panggil Risha sekarang.." sahut Ayu yang langsung bergegas menuju kamar atas, tempat Risha berada.
Tokk,, tokk,, tokkk...
"Ris,, Risha..! Buka pintunya.."
Tidak lama kemudian, pintu pun segera terbuka. "Ada apa, Ayu..? Mau ngajak nonton film horor lagi..?" tanya Risha..
"Bukan itu Ris, kamu di suruh sama Mamaa buat ke ruang kerja Papaa.." jawab Ayu yang masih berdiri di depan pintu kamar.
"Kamu serius, Yu..? Memang ada apa..? Gak biasanya Mamaa sama Papaa nyuruh aku ke ruang kerja.." sahut Risha dengan rasa penasaran dan hati yang bertanya-tanya.
"Mamaa bilang, kamu mau di jodohin Ris,hehee.." ucap Ayu yang sengaja ingin menggoda Risha..
"Ngaco kamu, itu gak mungkin lah, Ayu.." balas Risha dengan kesal.
"Mmmm,, mungkin ada sesuatu yang penting yang Mamaa sama Papaa mau omongin ke kamu, Ris.. Yaa udah sana buruan, Mamaa dan Papaa udah nungguin loh..!" seru Ayu sambil menarik tangan Risha untuk segera keluar dari kamar dan menuju ke ruang kerja yang ada di rumah itu.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Masuk saja Risha..! Pintunya tidak di kunci.." seru Mamaa saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Risha pun segera masuk ke dalam ruangan itu, lalu duduk di sebuah sofa bersama kedua orang tua angkatnya.
"Apa benar Mamaa nyuruh Ayu buat manggil Risha ke sini..?" tanya Risha yang ingin memastikan, bahwa apa yang di katakan oleh Ayu padanya adalah benar. Karena Ia tidak ingin Ayu kembali mengerjainya lagi seperti yang sudah-sudah.
"Iyaa benar Sayang, memang Mamaa yang meminta Ayu untuk memanggil kamu agar datang ke sini.." jawab Mamaa sembari tersenyum.
__ADS_1
"Memang ada apa Maa, Paa..? Terus kenapa harus di ruangan kerja Papaa..?" tanya Risha yang semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya Mamaa dan Papaa ingin katakan padanya.
"Kalau soal itu, biar Papaa saja yang bicara dan menjelaskan sama kamu, Risha.." jawab Mama seraya menatap ke arah suaminya yang tampak merapikan beberapa dokumen dan berkas-berkas penting dia atas meja.
"Risha,, sedikit banyak kamu pasti sudah mengetahui, tentang beberapa saham dan aset keluarga yang di tinggalkan oleh kedua orang tua kamu. Baik itu dalam bentuk perusahaan, perhotelan, pusat perbelanjaan dan masih banyak lagi yang tidak bisa Papaa sebutkan satu persatu. Tapi kamu bisa melihat semuanya di sini.." ujar Papaa sembari menyerahkan beberapa berkas dan dokumen pada Risha..
"Terus maksud Papaa memperlihatkan semua ini sama Risha apa..?" tanya Risha..
"Karena Papaa ingin, kamu mulai belajar untuk mengelola perusahaan dan semua yang di tinggalkan oleh orang tua kamu. Selama ini, Papaa di bantu oleh Bayu dalam mengelola semuanya. Tapi sekarang Papa sudah semakin tua, begitu juga dengan Bayu yang juga sudah berkeluarga. Kini sudah saatnya kamu membantu Papaa dan Bayu untuk meneruskan dan mengelola semua usaha dan bisnis kita.." ucap Papaa yang berharap banyak pada Risha..
"Tapi kenapa mendadak seperti ini, Paa..? Apa ini gak terlalu cepat..?" tanya Risha sembari menatap ke arah Papaa dan Mamaa..
"Tidak Sayang, sekarang memang sudah waktunya untuk kamu meneruskan semua usaha dan menjaga hasil kerja keras dari orang tua kamu selama ini.." jawab Mamaa dengan tersenyum, lalu membelai rambut Risha..
"Dalam waktu dekat ini kamu akan Papaa ajak ke kantor, sekaligus untuk memperkenalkan kamu sebagai pewaris yang sah dari perusahaan kepada seluruh staf kantor dan karyawan.." jelas Papaa..
"Kamu jangan terlalu memikirkannya yaa Sayang, Mamaa tidak mau kamu sampai sakit kepala karena masalah ini. Pelan-pelan saja, kamu bisa belajar terlebih dulu.." ucap Mamaa saat melihat Risha yang tampak bingung dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Iyaa, Maa.." sahut Risha dengan singkat, lalu menghela nafas panjang. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana harus menangani itu semua.
"Yaa sudah, sekarang kamu bisa kembali ke kamar. Ingat Risha, jangan terlalu memikirkannya.." pesan Papaa yang tahu, bahwa Risha mungkin merasa masih belum siap untuk menerima tanggung jawab itu.
"Iyaa Paa, kalau gitu Risha ke kamar dulu Maa, Paa.." balas Risha sembari bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah pintu.
"Risha, tunggu..! Ini kamu bawa dan pelajari.." ucap Papaa sembari menyerahkan beberapa berkas-berkas penting pada Risha yang langsung mengambilnya.
"Apa ini tidak terlalu cepat, Paa..?" tanya Alisa pada Aji saat hanya tinggal mereka berdua di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, cepat atau lambat Risha memang harus menerima dan menjalankan tanggung jawab itu. Bayu yang nantinya akan membantu Risha di masa mendatang, bila perlu Maya dan Ayu juga harus ikut membantu. Papaa yakin mereka bisa mengembangkan perusahaan dan semua bisnis usaha yang lainnya. Jadi Mamaa tidak perlu khawatir.." ujar Aji yang merasa yakin dengan kemampuan anak-anaknya.
"Mamaa percaya dengan kemampuan Risha, tapi bukan itu yang Mamaa khawatirkan. Melainkan tentang kesehatan Risha, dia belum terlalu lama sadar dari komanya, Paa.. Mamaa tidak mau, hanya karena masalah ini sampai membuat sakit kepala Risha jadi kambuh.." sahut Alisa..
"Kalau soal itu, Mamaa tenang saja. Papaa janji tidak akan membebani Risha dengan masalah ini, dia hanya perlu belajar dan mengetahui semua seluk-beluk tentang perusahaan serta usaha yang di miliki oleh kedua orang tuanya. Itu saja yang terpenting, selebihnya biar Risha yang menentukan sendiri.." jelas Aji yang bisa memahami kekhawatiran dari istrinya itu.
🐝
"Kamu masih di sini, Ayu..? Aku pikir ada di kamar kamu sendiri.." ucap Risha saat melihat Ayu yang sedang berbaring di tempat tidurnya sambil menonton televisi.
"Aku nungguin kamu, Ris.. Oh yaa, Mamaa sama Papaa ngomong apa tadi..?" tanya Ayu, yang sejak tadi merasa penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh Risha dan kedua orang tuanya.
"Mmmm,,aku di suruh Mamaa dan Papaa pelajari ini, Yu.." jawab Risha sembari meletakkan berkas-berkas yang Ia pegang di tempat tidur, tepat di samping Ayu berada.
"Apa ini, Ris..?"
"Kamu baca aja sendiri, kamu juga di suruh mempelajari. Biar nanti bisa bantuin aku di kantor.."' bohong Risha yang sengaja ingin mengerjainya.
"Kamu serius, Ris..? Bukannya ini tentang perusahaan, bisnis dan usaha keluarga yang di tinggalkan sama orang tua kamu. Yaa ampun, sebanyak ini..!" Ayu merasa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, bahwa kedua orang tua Risha ternyata sangat kaya raya.
"Kok kamu gak pernah cerita sih Ris, tentang ini semua..?" tanya Ayu sembari membolak-balikkan berkas-berkas yang Ia baca.
"Soal seperti itu gak harus aku ceritain ke kamu, Ayu.. Yaa udah kalau gitu kamu pelajari aja yaa, aku mau nulis dulu.." sahut Risha dengan tersenyum, Ia lebih memilih untuk tidak memikirkan terlebih dulu tanggung jawab yang Ia terima itu. Karena pikirannya saat ini masih tidak menentu, sulit rasanya untuk bisa fokus dan konsentrasi dalam masalah yang baru saja Ia ketahui itu...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1