Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Pelukan Perpisahan


__ADS_3

Sesampainya di taman, Risha mengajak Cindy untuk duduk di sebuah kursi yang ada di sana. Dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya, sebisa mungkin Ia bersikap seperti biasa di depan Cindy dan menahan rasa sedih yang Ia rasakan saat ini.


"Apa ada sesuatu yang mau kamu omongin, sampai kamu datang nemuin aku, Risha..?" tanya Cindy dengan rasa penasaran sekaligus senang.


"Iyaa Cindy, aku nemuin kamu karena mau mengucapkan selamat atas pernikahan kamu dan Andre.." ucap Risha sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Cindy..


Degg..


Mendengar jawaban Risha itu sontak membuat Cindy terkejut dan tidak percaya, Ia terdiam dan mematung untuk sesaat. Namun setelah itu, Cindy pun membalas uluran tangan Risha dan menjabatnya.


"Terimakasih yaa Risha, aku gak nyangka kamu bisa tau soal itu secepat ini.." sahut Cindy dengan wajah yang tertunduk, ada perasaan sedih yang kini Ia rasakan. Karena kini, seolah ada jurang pemisah yang terbentang luas di antara mereka. Tidak mungkin baginya untuk berharap apapun lagi, terlebih untuk kembali bersama seperti dulu.


"Apapun itu, aku ikut senang buat kamu. Semoga kalian menjadi keluarga kecil yang bahagia.." ucap Risha sembari menghela nafas panjang dan menahan rasa sesak di dalam dadanya. Ingin rasanya Ia segera beranjak pergi dari tempat itu dan berteriak sekuat mungkin, namun Ia juga tidak bisa meninggalkan Cindy di tempat itu begitu saja.


"Terimakasih atas do'anya, Ris.. Do'a yang terbaik juga akan selalu aku berikan buat kamu, tolong maafin semua kesalahan aku selama ini sama kamu.." sahut Cindy dengan air matanya yang mulai menetes.


"Iyaa Cindy, sama-sama. Aku juga udah maafin kamu, lagi pula semuanya udah berlalu. Kita jalani aja hidup kita dengan lebih baik lagi.." balas Risha sembari menyerahkan sebuah sapu tangan pada Cindy..


"Hapus air mata kamu, jangan nangis terus. Nanti kamu jadi jelek,hehee.."


Cindy pun segera mengambil sapu tangan dari tangan Risha, lalu menyeka air matanya yang semakin deras mengalir. Untuk waktu yang cukup lama, suasana menjadi hening tanpa ada suara dari keduanya. Namun sesekali mereka saling menatap satu sama lainnya, mengisyaratkan apa yang keduanya rasakan lewat tatapan mata.


"Sekarang aku anterin kamu pulang yaa, kasian Risha kecil pasti nungguin.." ucap Risha setelah keduanya terdiam cukup lama, lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu, Ris..!" seru Cindy yang membuat Risha langsung menghentikan langkahnya.


"Iyaa Cindy, ada apa..?" tanya Risha seraya menatap wajah Cindy yang terlihat seolah sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Gak ada apa-apa Ris, ayo kita pulang.." sahut Cindy yang terus saja berjalan melewati Risha yang masih memandanginya, sambil bertanya dalam hati tentang apa yang sebenarnya ingin Cindy katakan.


"Aku ingin memohon sama kamu untuk memberikan aku kesempatan, agar kita bisa bersama lagi. Tapi sepertinya, jawaban kamu akan tetap sama, Risha.." ucap Cindy dalam hati, sembari menoleh ke arah Risha yang berjalan di belakangnya.


Mobil yang Risha kendarai kini telah tiba tidak jauh dari toko milik Cindy, tapi keduanya masih saja diam. Begitu juga dengan Cindy yang tidak juga turun dari mobil, Ia menatap ke arah Risha yang juga menatapnya.


"Aku pengen peluk kamu Cindy, apa boleh..?" tanya Risha pada Cindy yang langsung memeluknya saat itu juga.


"Kamu gak perlu minta izin untuk melakukan apapun sama aku, Risha.. Karena aku merasa, kalau aku masih tetap milik kamu.." ucap Cindy yang kini menangis dengan tersedu-sedu, karena Ia merasakan seolah ini adalah sebuah pelukan perpisahan.


Mendengar hal itu, Risha hanya bisa diam tanpa tahu harus berkata apa. Sekuat hati Ia menahan air matanya agar tidak terjatuh, dan berusaha untuk tetap tersenyum dan bersikap seperti biasanya di depan Cindy..


"Udah yaa Cindy, jangan nangis lagi. Nanti mata kamu jadi bengkak.." sahut Risha sembari tersenyum, lalu perlahan mengusap air mata Cindy dengan tangannya.


"Sekarang aku pulang dulu yaa, kamu jaga diri baik-baik.."


🐝


"Kamu beli makanan dan minuman dimana sih Ris, kok lama banget..?! Pasti di luar negeri yaa.." sindir Ayu yang sudah sejak lama menunggu Risha kembali membawa pesanannya.


"Iyaa maaf Ayu, tadi ada urusan.." jawab Risha sembari menyerahkan beberapa bungkusan pada Ayu, lalu segera duduk di sofa yang tidak jauh dari Ayu..


"Yaa udah gak apa-apa, yang penting semua pesanan aku ada. Nih es krim kok udah jadi air begini, Ris..?" tanya Ayu sembari menunjukkannya pada Risha yang langsung tertawa kecil.


"Kan memang awalnya berasal dari air, Yu.. Kamu masukin ke dalam kulkas aja dulu sana.." perintah Risha pada Ayu yang terlihat cemberut, lalu bergegas bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke arah dapur.


Tidak lama kemudian, Ayu kembali ke ruang istirahat dengan membawa beberapa piring dan sendok. "Ayo di makan Ris, nanti keburu habis loh..!" seru Ayu yang begitu lahap menikmati makanannya.

__ADS_1


"Kamu aja yang makan, kalau perlu habisin semuanya. Aku udah makan tadi di jalan.." bohong Risha..


"Ohh,, yaa udah kalau gitu.." sahut Ayu..


"Aku mau tiduran di kamar dulu yaa, nanti kalau udah mau pulang kasi tau aku.." ucap Risha pada Ayu yang hanya mengacungkan jempol dan menganggukkan kepalanya.


"Pasti tuh anak mau nangis lagi,mmmh.." gumam Ayu dalam hati. Ia sengaja tidak ingin bertanya apapun pada Risha, karena tidak ingin membuatnya semakin merasa sedih.


Sementara itu di tempat yang lainnya, terlihat Cindy yang sedang terbaring di atas tempat tidurnya. Membiarkan Risha kecil sejak tadi bersama pengasuhnya, Andre yang mengetahui hal itupun lalu masuk ke dalam kamar untuk melihat apa yang tengah di lakukan oleh Cindy di kamar.


"Apa kamu sakit, Cindy..?" tanya Andre yang merasa heran melihat Cindy begitu lama berada di kamar.


"Aku lagi ngerasa pusing aja, pengen tidur dulu sebentar. Kamu tolong sambil lihatin Risha yaa.." ucap Cindy dengan datar.


"Ohh,, jadi kamu pusing, apa kamu udah minum obat..?" tanya Andre lagi.


"Iyaa udah, aku mau tidur dulu.." jawab Cindy sambil menarik selimutnya hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya, membuat Andre pun akhirnya memilih untuk segera keluar dari kamar itu dan menemui Ibunya di depan.


"Apa kamu sudah menemui Cindy, Andre..?" tanya Ibu Rumi yang sejak tadi tidak melihat keberadaan Cindy..


"Iyaa udah Bu, Cindy lagi tiduran di kamar karena lagi gak enak badan.." jawab Andre..


"Mungkin Cindy kelelahan, biarkan dia beristirahat dulu di kamar. Ibu mau masuk ke dalam dulu yaa lihat Risha.." ucap Ibu Rumi pada Andre yang kini sedang membereskan barang yang ada di toko, namun pikirannya terus saja tertuju pada Cindy. Terlebih dengan perubahan sikapnya belakangan ini...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2