Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Melakukan Pemeriksaan


__ADS_3

"Ayu..! Ayu, bangun..!" seru Risha sembari menggoyang-goyangkan tubuh Ayu yang perlahan mulai membuka matanya.


"Ada apa sih, Ris..? Aku masih ngantuk ini.." sahut Ayu sambil mengucek matanya, lalu kembali tidur.


"Ehh,, Ayu bangun dong, udah jam sepuluh ini. Sebentar lagi Mamaa dan Papaa pasti datang.." ucap Risha..


"Hahh,, jam sepuluh..!" teriak Ayu yang langsung bangun dan bangkit dari tempat tidurnya, lalu membereskan semuanya dengan tergesa-gesa.


"Beneran udah jam sepuluh, Ris..?" tanya Ayu yang merasa bahwa Risha mungkin sedang mengerjainya.


"Gak Ayu, baru jam tujuh kok,hehee.." balas Risha dengan tertawa terkekeh-kekeh, karena sudah berhasil mengerjai Ayu..


"Risha...!! Kamu ini yaa, ngeselin banget sih..!" seru Ayu yang langsung cemberut, lalu kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di sebelah Risha..


"Kamu harus temui Bayu dan Maya, Yu.."


"Memang buat apa, Ris..? Lagi pula masih pagi begini.." tanya Ayu yang sebenarnya masih mengantuk dan ingin tidur lagi, tapi sepertinya keinginannya itu harus Ia tahan.


"Kamu bilang ke Bayu dan Maya, suruh mereka pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa Maya.." ujar Risha yang merasa yakin, bahwa kemungkinan besar Maya sedang hamil.


"Buat apa ke dokter kandungan Ris, Kak Maya kan gak hamil..? Kamu ini aneh-aneh aja.." sahut Ayu..


"Tapi kemungkinan besar saat ini Maya sedang hamil Yu, karena kondisinya beberapa minggu ini kelihatan sama seperti yang di alami oleh Cindy. Ayah Rama juga waktu itu cerita, kalau Maya gak seperti biasanya. Dia suka makan sesuatu yang selama ini gak dia sukai, terus sering mual dan pusing juga.." jelas Risha pada Ayu yang langsung memikirkan perkataan Risha..


"Jadi gitu yaa Ris, yaa udah kalau gitu aku mau ke kamar mandi dulu. Habis itu aku temui Kak Bayu, tapi kamu gak apa-apa sendirian di sini..?" tanya Ayu..


"Aku gak apa-apa kok Yu, nanti juga Mamaa sama Papaa pasti datang ke sini.." jawab Risha..


"Tapi Ris, kamu jangan terlalu mikirin Cindy lagi yaa.. Apa lagi sampai gak makan dan minum, kalau kamu seperti itu terus yang ada semua orang akan curiga dan berpikir itu semua karena Kak Bayu dan Maya.." ujar Ayu yang tidak ingin Risha terus larut dalam kesedihannya.


"Iyaa Ayu, apa yang kamu omongin itu memang benar. Maafin aku yaa, tapi sekarang kamu tenang aja. Aku gak akan larut lagi dalam kesedihan, karena aku gak mau membuat Mamaa sama Papaa sedih. Apa lagi Bayu dan Maya, pasti mereka merasa bersalah karena keadaan aku jadi seperti ini.." ucap Risha sembari menghela nafasnya dengan dalam.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu udah bisa berpikir seperti itu, yaa udah aku mau cuci muka dulu.." balas Ayu seraya berjalan ke arah kamar mandi.


Selesai membereskan semuanya, Ayu segera berpamitan pada Risha untuk menemui Bayu dan Maya di rumahnya. Tidak lama setelah itu, Mamaa dan Papaa pun telah tiba dengan membawa buah-buahan dan makanan.


"Kamu sudah bangun, Sayang.. Bagaimana keadaan kamu sekarang..?" tanya Mamaa sambil memeluk dan mencium pipi Risha seperti anak kecil.


"Aku udah baikan kok Maa, Paa.." jawab Risha sembari tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu Risha, Papaa dan Mamaa jadi merasa senang dan lega.." sahut Papaa yang kini duduk di dekatnya.


"Iyaa Paa, maafin Risha yaa karena udah buat Mamaa sama Papaa jadi khawatir.." ucap Risha dengan rasa bersalah dalam hatinya.


"Tidak apa-apa Risha, kamu tidak bersalah. Jadi jangan minta maaf.." sahut Papaa..


"Iyaa Sayang, kamu tidak perlu minta maaf. Karena yang salah itu Maya, perempuan penggoda itu. Seharusnya dia yang meminta maaf, bukannya kamu.." balas Mamaa yang ikut menimpali.


"Oh iyaa Maa, Papaa mau ke kantor dulu karena pagi ini ada rapat penting dengan para direksi. Papaa tinggal sama Mamaa, tidak apa-apa yaa Risha..?"


Setelah kepergian Papaa, Mamaa pun menyiapkan sarapan bubur ayam untuk Risha yang tadi Ia bawa dari rumah. Tidak lupa dengan susu coklat hangat yang menjadi minuman kesukaan Risha selama ini.


"Sekarang kamu sarapan dulu yaa, Mamaa suapin.." ucap Mamaa sambil menyuapi Risha..


"Risha makan sendiri aja yaa Maa, masa di suapin. Kan Risha udah gede,hee.." sahut Risha..


"Tapi di mata Mamaa, kamu masih tetap anak kecil. Ayo buka mulutnya, biar Mamaa suapin.." Risha yang tidak bisa menolak, akhirnya mau tidak mau membiarkan Mamaa untuk menyuapinya. Ada rasa bahagia dan haru menyelimuti hati Risha, Ia bersyukur masih bisa merasakan dan mendapatkan kasih sayang se'orang Ibu meski bukan dari Ibu kandungnya.


🐝


Tokk,, tokk,, tokkk..


Maya yang mendengar suara ketukan pintu dari luar, menyuruh Bayu untuk membukanya. Karena merasa cemas dan penasaran, Ia pun mengikuti Bayu dari arah belakang. Dengan perlahan dan was-was, Bayu mulai membuka pintunya.

__ADS_1


"Ternyata kamu, Ayu.." ucap Bayu sambil menarik nafas lega, lalu menyuruh Ayu untuk segera masuk ke dalam rumah.


"Penjaga di depan rumah kemana Kak, kok gak ada..?" tanya Ayu sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


"Tadi udah pada pulang, sebentar lagi yang giliran jaga juga datang. Oh iyaa, gimana keadaan Risha sekarang, Yu..?"


"Risha udah baik-baik aja Kak, hari ini juga dia mau minta pulang. Padahal dokter nyaranin untuk di rawat dua hari lagi, tapi tau sendiri kan kalau Risha itu keras kepala.." ujar Ayu..


"Syukurlah kalau keadaan Risha udah baik-baik aja, apa Mamaa sama Papaa yang jagain di sana..?" tanya Maya yang sebenarnya sangat ingin menjenguk Risha di rumah sakit, namun Ia juga belum siap jika harus bertemu dengan kedua orang tua Bayu yang pasti masih sangat kecewa dan marah pada dirinya serta Bayu..


"Iyaa Mamaa yang jagain Risha di sana, kalau Papaa mungkin udah ke kantor sekarang.." jawab Ayu.. "Kak Maya pasti mau jenguk Risha yaa..?" tanya Ayu yang ikut merasa sedih atas sikap kedua orang tuanya terhadap Maya..


"Iyaa Ayu, aku mau jenguk Risha, tapi--" Maya tidak melanjutkan perkataannya, Ia hanya menatap ke arah Bayu..


"Tapi aku melarangnya, karena aku gak mau Mamaa sama Papaa bersikap seperti itu lagi ke Maya.." ucap Bayu yang tidak ingin Maya mendapatkan perlakuan kasar dari Ibunya.


"Iyaa Kak, gak apa-apa kok. Aku bisa ngerti, untuk saat ini lebih baik Kak Maya jangan temui Risha dulu.." balas Ayu..


"Oh iyaa, tumben pagi-pagi kamu ke sini ada apa, Yu..?" tanya Bayu..


"Oh iyaa itu Kak, Risha minta aku untuk ke sini karena dia mau Kak Bayu dan Kak Maya ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan.." jawab Ayu sesuai dengan apa yang di minta oleh Risha..


"Ke dokter kandungan, buat apa..?" tanya Bayu dengan raut wajah bingung.


"Yaa buat periksa, apa Kak Maya hamil atau gak. Masa buat periksa Kak Bayu,hehehee.." sahut Ayu sembari tertawa terpingkal-pingkal.


"Ayu..! Kakak serius.."


"Aku juga serius Kak,mmmh.. Yaa udah gitu aja intinya, sekarang aku mau pulang. Ohh, iyaa satu lagi, kalau udah periksa langsung kabari aku yaa, Kak.." ucap Ayu sembari berjalan menuju ke arah pintu keluar, meninggalkan Bayu dan Maya yang saling berpandangan dengan perasaan bingung di hati mereka...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2