Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Di Ikuti


__ADS_3

"Ayo buruan Bay, udah jam berapa ini.." seru Risha pada Bayu yang masih belum terlihat keluar dari kamarnya, sambil mengetuk pintu berulang kali.


"Iyaa iyaa, gak sabaran banget sih kamu jadi perempuan..!" sahut Bayu yang baru saja membuka pintu kamar, lalu setelah itu menutupnya kembali.


"Kamu tuh yang seperti perempuan, dandan aja lama banget. Udah ngalahin perempuan,hehehee.." balas Risha sambil tertawa terkekeh-kekeh.


"Sembarangan aja kalau ngomong..! Yaa udah ayo berangkat.." ajak Bayu yang berjalan lebih dulu, meninggalkan Risha yang masih menertawakannya. Lalu tidak lama kemudian, Ia bergegas untuk menyusul Bayu yang sudah berada di luar.


"Sepertinya ada yang mengikuti kita, Bay.." ucap Risha pada Bayu, yang kini langsung mengalihkan pandangannya pada kaca spion mobil.


"Masa sih Ris..?! Mungkin memang mobil itu juga punya arah tujuan yang sama seperti kita.." sahut Bayu yang kembali fokus mengemudikan mobilnya.


"Kamu tuh yaa, di bilangin gak percaya. Kita pergi ke taman dulu aja.." balas Risha yang merasa yakin, bahwa mobil yang berada di belakang mereka memang sengaja mengikuti.


"Mau ngapain ke taman..? Jangan bilang kalau kamu mau ngajak aku pacaran,hee.." tanya Bayu sembari tertawa kecil.


"Enak aja, siapa juga yang mau pacaran sama kamu. Udah ikutin aja apa yang aku bilang.." seru Risha..


"Iyaa iyaa, nih orang kalau udah nyuruh benar-benar gak bisa di bantah yaa.." sahut Bayu yang membelokkan mobilnya ke arah taman yang biasa Ia dan Maya datangi.


Setibanya di taman, Risha dan Bayu pun tidak lantas langsung turun dari mobil. Mereka berdua memperhatikan mobil yang sejak tadi mengikuti mereka dari belakang, yang ternyata mobil itu juga ikut berhenti tidak jauh dari tempat Bayu memarkirkan mobilnya.


"Benar apa yang kamu bilang Ris, mobil itu memang sengaja ngikutin kita. Kira-kira siapa yaa..? Apa mungkin orang suruhan Mamaa, seperti yang Ayu ceritakan waktu itu..?" tanya Bayu yang mulai terlihat memikirkan sesuatu.


"Entahlah Bay, aku juga gak tau pasti. Kamu sih di bilangin gak percaya, yaa udah ayo kita turun dulu dan cari tempat duduk di sana.." ucap Risha sambil menunjuk pada kursi yang ada di taman.

__ADS_1


Risha dan Bayu pun duduk di sebuah taman, lalu bertingkah seolah seperti sepasang kekasih yang sedang berpacaran. Hal itu sengaja di lakukan mereka, untuk menunjukkan bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan tidak seperti ada masalah.


"Gimana nih, Ris..? Mobil yang ngikutin kita itu masih belum pergi juga.." ucap Bayu sambil melirik ke arah mobil yang mengikuti mereka.


"Mmmm,, yaa udah kita pergi belanja ke Mall atau pasar aja.." sahut Risha yang bangkit dari tempat duduknya.'


"Iyaa Ris, ide bagus itu.." sahut Bayu yang setuju dengan usulan Risha..


"Sekalian aku juga mau belanja bahan-bahan masakan untuk Ayah Rama, karena Ayah Rama kan suka masak.." balas Risha sambil tersenyum.


"Cieee,, ada yang perhatian banget sama Ayah barunya,hehehee.." ledek Bayu pada Risha..


"Yaa harus donk Bay, Ayah Rama juga kan nanti akan menjadi Ayah mertua kamu.."


"Iyaa Ris, kamu memang benar. Terus sekarang kita mau belanja ke Mall atau pasar nih..?" tanya Bayu..


Mendengar itupun, Bayu langsung melajukan mobilnya menuju ke sebuah pasar. Sedangkan Risha yang duduk di sampingnya, sesekali menatap ke arah kaca spion mobil untuk memastikan bahwa mobil yang ada di belakang mereka masih mengikuti.


"Syukurlah, akhirnya mobil itu udah pergi, Bay.." seru Risha dengan tersenyum lebar, karena jika mobil yang tidak di kenal itu terus saja mengikuti mereka. Bisa di pastikan, bahwa rencana mereka untuk pergi ke rumah Maya akan gagal.


"Iyaa Ris, ayo buruan ke mobil. Berat banget nih.." sahut Bayu yang sejak tadi membawa barang-barang belanjaan Risha yang cukup banyak, hingga membuatnya merasa keberatan.


"Tunggu, Bay..! Main pergi aja.." balas Risha yang sebenarnya masih ingin belanja, namun Ia juga tidak ingin kesiangan tiba di rumah Rama..


"Kamu belanja apa aja sih Ris, sampai segitu banyaknya..?!" tanya Bayu dengan raut wajah yang kesal, karena sejak awal belanja Risha selalu menyuruhnya untuk membawakan barang-barang yang telah Ia beli.

__ADS_1


"Yaa bahan-bahan untuk memasak Bay, memang apa lagi..?" jawab Risha ketus.


"Sejak kapan kamu bisa belanja..? Apa lagi di pasar, perasaan dari dulu kamu gak pernah belanja di pasar.." Bayu pun kembali merasa aneh, mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak pernah di lakukan oleh Risha selama ini.


"Ohh,, iyaa itu karena dulu ada teman yang suka ngajak aku belanja ke pasar, jadi aku bisa tau kalau belanja di pasar itu kaya gimana,hee.." jawab Risha seraya tersenyum.


"Karena dulu Cindy sering banget ngajak aku belanja ke pasar, katanya lebih murah dan dapat banyak,mmmh.." ucap Risha dalam hati yang kembali mengingat tentang kekasihnya itu yang sekarang telah banyak berubah.


"Ohh, jadi gitu yaa Ris, memang teman kamu yang mana..? Perasaan teman kamu kan cuma Ayu aja,hehehee.." ledek Bayu yang masih merasa aneh dengan jawaban yang di berikan oleh Risha, karena memang selama ini Risha jarang sekali bergaul dan memiliki banyak teman. Terlebih sejak kedua orang tuanya meninggal, Risha menjadi sosok yang lebih tertutup.


"Enak aja kamu bilang teman aku cuma Ayu..! Yang lain juga ada kok, tapi kamu aja yang gak kenal.." sahut Risha yang merasa tidak terima dengan ucapan Bayu..


"Teman kamu yang lain, si Aabid maksudnya..?" tanya Bayu lagi sembari tertawa mendengar perkataan Risha, karena sejak dulu yang Ia tahu Risha hanya berteman dekat dengan Ayu dan teman kuliah adiknya yaitu Aabid..


Mendapat tatapan tajam dari Risha, akhirnya membuat Bayu terdiam dan menghentikan tawanya. Kini Ia hanya fokus mengendarai mobil sembari sesekali menoleh ke arah Risha, yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kamu marah yaa Ris sama aku..? Iyaa maaf, aku kan cuma bercanda. Jangan di masukin dalam hati donk.." ucap Bayu sambil menarik nafasnya.


"Aku gak marah, lagi pula apa yang kamu omongin itu memang benar.." sahut Risha menghela nafasnya dengan dalam, ingatannya kini kembali pada kenangan bersama kedua orang tuanya. Pada sosok Ayah yang terlalu menjaganya, bahkan tidak jarang Ia di buat kesal oleh sikap Ayahnya yang sangat posesif terhadap pergaulan dirinya.


"Kamu nangis, Ris..? Kenapa..?" tanya Bayu pada Risha yang langsung menyeka air matanya.


"Gak kok, siapa yang nangis. Cuma kena debu aja, Bay.." sahut Risha sambil tersenyum, dan berusaha untuk bersikap seperti biasa. Ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya di depan laki-laki, yang tidak pernah Ia anggap sebagai suaminya itu.


"Aku tau Ris, kamu pasti sedih karena ingat sama almarhum Ayah dan Bunda kamu.." gumam Bayu dalam hati...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2