Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Kenyataan Pahit


__ADS_3

Setelah merasa cukup tenang, Risha pun mulai menceritakan apa yang telah terjadi sebelumnya pada Ayu. Berawal dari Aabid yang mengajaknya keluar, lalu memberikan kabar baik untuknya tentang dirinya dan Bayu yang telah resmi bercerai. Hingga membuat Risha ingin segera memberitahukan kabar baik itu pada Cindy..


"Jadi kamu sama Kak Bayu udah resmi berpisah, Ris..?" potong Ayu dengan raut wajah yang sedikit terkejut.


"Iyaa Ayu, ini surat resmi dari pengadilan.." jawab Risha sembari mengambil sebuah amplop dari dalam tasnya dan memberikannya pada Ayu..


"Selamat yaa, Ris..! Aku ikut seneng, karena keinginan kamu untuk berpisah dengan Kak Bayu akhirnya terwujud juga. Tapi ini aneh gak sih, Ris..?" tanya Ayu dengan raut wajah yang saat ini berubah menjadi bingung.


"Apanya yang aneh, Ayu..?" ucap Risha yang balik bertanya, karena Ia tidak mengerti dengan maksud ucapan Ayu padanya barusan.


"Masa iyaa aku bilang selamat, sama orang yang baru resmi bercerai. Aneh gak sih, atau jahat gitu yaa..?" Ayu menatap Risha sambil menggaruk kepalanya, namun di detik berikutnya keduanya pun langsung tertawa.


"Terus, terus.. Selanjutnya apa yang terjadi setelah itu..? Apa kamu langsung ke kost-an Cindy..?" tanya Ayu..


"Iyaa Ayu, aku langsung ke kost-an Cindy karena pengen banget secepatnya kasi tau dia soal perpisahan aku sama Bayu.. Tapi waktu aku udah sampai di sana, aku lihat Cindy pergi dengan terburu-buru.." ujar Risha sembari menarik nafasnya.


"Tapi kamu ikuti kemana Cindy pergi kan, Ris..?"


"Iyaa, aku ikuti dia secara diam-diam. Dan ternyata Cindy nemuin sese'orang di taman, Yu.." jelas Risha dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa ketemu sama laki-laki, Ris..?"


"Iyaa Ayu, laki-laki. Hiks,, hiks,, hiikks.." Risha yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, kini kembali menangis dengan tersedu-sedu.


"Yahh,, pakai iklan nangis segala lagi..! Padahal kan pas lagi seru-serunya ini, Ris.." ucap Ayu yang langsung memeluk Risha agar merasa tenang.


"Aku sedih Ayu, hiks,, hiks.." ucap Risha membalas pelukan Ayu padanya.

__ADS_1


"Iyaa aku tau Ris, yaa udah sekarang kamu nangis aja dulu.." sahut Ayu yang dengan setia dan sabar menemani sahabat sekaligus mantan Kakak iparnya itu menangis.


"Sekarang kamu minum dulu yaa.." ucap Ayu saat melihat Risha yang sudah mulai berhenti menangis.


"Terimakasih yaa Ayu, kamu memang pengertian banget,hee.." sahut Risha sambil mencoba untuk tersenyum, meski terlihat jelas bahwa senyuman itu di paksakan.


"Sama-sama Ris, sekarang kamu lanjut cerita lagi yaa.." pinta Ayu pada Risha, seraya mengambil gelas minuman yang ada di tangan Risha dan meletakkannya kembali di atas meja.


"Iyaa sebentar, Yu.." balas Risha yang mengambil sebuah tisu untuk membersihkan hidungnya yang meler. "Tong sampah dimana, Yu..?" tanya Risha sambil melihat ke sekeliling, tapi tidak juga melihat ada tempat sampah di sekitarnya.


"Tong sampah ada di dapur, yaa udah sini aku aja yang buang. Yaa ampun Ris, mau dengar cerita kamu aja kok pakai banyak iklan segala sih,mmmh.." ujar Ayu sambil menggelengkan kepalanya, lalu berjalan ke arah dapur untuk membuang tisu yang selesai di gunakan oleh Risha..


"Kamu marah sama aku, Yu..?" tanya Risha dengan wajah sayu.


"Gak Ris, mana mungkin aku marah sama kamu. Justru aku itu sayang banget sama kamu, sekarang cerita lagi yaa.." pinta Ayu sambil tersenyum.


"Sampai mana tadi aku ceritanya, Ayu..? Aku lupa.."


"Laki-laki yang waktu itu datang ke butik kamu ini bersama Cindy, kamu masih ingat kan, Yu..?"


"Ohh,, jadi laki-laki itu, iyaa aku masih ingat jelas. Karena waktu itu aku sempat ngobrol juga sama mereka walaupun cuma sebentar, terus gimana selanjutnya..?"


"Aku dengerin mereka ngobrol, terus Cindy bilang ke laki-laki itu kalau dia lagi hamil, Ayu.." ucap Risha sambil menahan air matanya.


"Apa..?!! Cindy hamil, kok bisa Ris..?" tanya Ayu yang merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Pertanyaan macam apa itu, Yu..? Yaa pasti bisalah Cindy hamil, kan mereka berdua berhubungan.." sahut Risha dengan wajah kesalnya.

__ADS_1


"Upss,, iyaa iyaa maaf Ris, kan aku kaget banget ceritanya. Makanya aku tanya gitu, terus gimana lagi..?"


"Intinya Cindy minta laki-laki itu bertanggung jawab, tapi dia gak mau dan nyuruh Cindy untuk gak melibatkan dia dalam masalah itu.."


"Kurang ajar banget laki-laki itu yaa Ris, udah buat Cindy hamil tapi gak mau tanggung jawab. Cindy juga, ngapain dia berhubungan sama itu cowok. Memang dia gak mikirin perasaan kamu apa, benar-benar keterlaluan..! Lebih baik kamu jangan pernah berhubungan sama Cindy lagi, memang perempuan gak tau diri. Awas aja kalau ketemu..!" geram Ayu yang tidak terima Risha di khianati seperti itu.


"Iyaa Ayu, kamu yang sabar yaa jangan marah-marah gitu. Aku jadi takut, kamu kelihatan serem tau kalau lagi marah.." ucap Risha sambil menatap wajah Ayu yang terlihat emosi.


"Gimana aku gak marah Ris, Cindy itu benar-benar kelewatan. Gak seharusnya dia seperti itu, gak mikirin perasaan kamu banget. Pantesan selama ini dia bersikap seperti itu ke kamu, ternyata karena laki-laki itu. Ini gak bisa di biarin, aku gak terima.." ujar Ayu yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan ingin melangkah pergi, namun tangannya segera di tarik oleh Risha..


"Kamu mau kemana, Yu..? Udah yaa, kamu gak perlu temuin Cindy.. Biar aku aja yang selesaikan sendiri.." ucap Risha yang tidak ingin Ayu ikut campur dalam masalah hubungannya dengan Cindy..


"Aku mau ke kamar mandi Ris, udah gak tahan ini.." sahut Ayu yang berjalan terburu-buru menuju kamar mandi.


"Ayu,, ayu.. Kirain mau pergi ke tempat Cindy,mmmh.." gumam Risha sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Kenapa semuanya jadi begini..?" tanya Risha dalam hati, sambil menyeka air matanya yang sejak tadi sangat sulit untuk Ia bendung.


"Kamu nangis lagi, Ris..?" tanya Ayu tiba-tiba yang datang dari arah belakang, lalu duduk di samping Risha yang terlihat menghapus air matanya.


"Aku gak apa-apa, Yu.. Nanti juga gak nangis lagi kok,hee.." sahut Risha sambil tersenyum.


"Gak usah kamu tahan Ris, kalau memang masih mau nangis yaa udah nangis aja. Aku temenin kamu.."


"Terimakasih yaa Ayu, kamu yang paling bisa ngertiin aku.." balas Risha sambil memeluk erat tubuh Ayu, dan melepaskan seluruh kesedihannya.


"Kamu yang sabar yaa Ris, kamu pasti bisa melewati semua ini. Kamu masih punya aku dan yang lainnya, yang sangat sayang dan peduli sama kamu.." Ayu mencoba menenangkan Risha dan memberikannya semangat, meski sebenarnya memang sangat sulit untuk menerima semua kenyataan pahit yang kini telah terjadi...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2