Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Bercerita


__ADS_3

Sepulang dari bekerja, Maya menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Bayu. Karena ada sesuatu hal yang ingin Ia ceritakan pada kekasihnya itu, yang kini sudah kembali di restui oleh Ayahnya untuk berhubungan dengannya.


"Ada hal penting apa, May..? Apa ada sesuatu yang terjadi..?" tanya Bayu sambil menatap Maya..


"Gak ada yang terjadi, aku cuma pengen ngasih tau kamu, Mas.. Siapa orang yang udah ngasi foto-foto pernikahan kamu dan Risha ke Ayah.." sahut Maya..


"Siapa orangnya, May..? Apa aku kenal..?" tanya Bayu dengan raut wajah penasaran.


"Orang itu adalah Andre, Mas.." jawab Maya..


"Andre, siapa dia..?" tanya Bayu yang seolah merasa tidak asing dengan nama itu, tapi Ia sendiri juga tidak bisa mengingat apapun tentang nama itu.


"Orang yang suka sama aku, dari sejak kita kuliah dulu, Mas.. Dulu aku pernah cerita tentang dia ke kamu, tapi mungkin kamu udah lupa.." ujar Maya menjelaskan.


"Terus kenapa dia melakukan itu semua ke aku..? Atau jangan-jangan dia masih suka sama kamu, May..?" tanya Bayu yang mulai berpikir yang bukan-bukan.


"Iyaa Mas, sebenarnya selama ini Andre masih suka sama aku dan ngejar-ngejar aku. Meskipun aku udah jelasin, kalau aku gak ada perasaan sedikitpun ke dia. Tapi Andre itu tetap keras kepala, dan terus berusaha deketin aku bahkan Ayah juga.." jelas Maya..


"Kur*** ajar..!" umpat Bayu yang merasa kesal. "Kalau aku ketemu dia, akan aku kasih pelajaran. Kenapa selama ini kamu gak pernah cerita ke aku, kalau dia masih ngejar-ngejar kamu, May..?" Bayu menarik nafasnya dengan dalam, ada gurat kecewa yang terlihat pada raut wajahnya. Maya yang melihat itupun langsung merasa bersalah, namun itu semua Ia lakukan hanya untuk menjaga hati Bayu agar tidak merasa cemburu.


"Aku minta maaf yaa Mas, aku gak bermaksud nyembunyiin itu dari kamu. Aku cuma gak mau ada masalah dan buat kamu merasa cemburu, tapi aku gak nyangka kalau Andre akan melakukan ini semua.." ucap Maya yang berharap Bayu bisa mengerti dan memaafkan dirinya.


"Tapi tetap aja kamu harus cerita ke aku, May.. Kamu tau kan selama ini aku selalu terbuka tentang semuanya sama kamu, karena aku juga berharap kamu bisa seperti itu, Sayang.." sahut Bayu..


"Iyaa Mas, aku tau aku salah. Sekali lagi aku minta maaf, kamu jangan marah lagi yaa, Mas.. Kan aku udah minta maaf.." pinta Maya pada Bayu..

__ADS_1


"Iyaa May, aku gak marah kok. Tapi lain kali kamu harus cerita semuanya sama aku, jangan ada yang di tutupi tentang apapun itu. Karena kunci hubungan langgeng itu, selain dari kejujuran, kepercayaan dan kesetiaan juga harus saling terbuka satu sama lainnya.." ujar Bayu dengan tersenyum, lalu membelai lembut rambut Maya..


"Iyaa pak guru, perintah akan segera di laksanakan,hee.." balas Maya yang membuat keduanya pun langsung tertawa.


🐝


Sementara itu di tempat yang lain, tepatnya di rumah Bayu dan Risha tinggal. Risha yang baru saja menyelesaikan kegiatan menulisnya, tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan Ayu yang saat itu sudah berada di belakangnya sambil menepuk pundak Risha dengan keras.


"Yaa ampun, Yu..! Kamu bikin kaget aku aja, untung jantungku masih kuat menahan setiap kejutan demi kejutan hidup ini.." ucapku sembari mengelus dada.


"Udah deh gak usah sok puitis gitu, dasar yaa penulis. Apapun bisa di jadikan kalimat-kalimat indah.." ujar Ayu sambil duduk di tepi tempat tidur.


"Lagian kamu main masuk kamar aja, ketuk pintu dulu kek. Oh iyaa, kok kamu bisa masuk sih, Yu..? Bukannya pintu udah aku kunci yaa..?!"


"Kalau di kunci, aku gak akan bisa masuk sampai ke dalam kamar kamu, Ris.. Makanya jadi orang tuh jangan pelupa, belum juga tua udah pelupa aja.." gerutu Ayu..


"Iyaa iyaa, yang waras ngalah aja.." sahut Ayu yang tidak ingin berdebat dengan Risha..


"Terus ngapain kamu ke sini..? Jangan bilang mau minta suntikan dana lagi, waktu itu kan udah aku kasih.."


"Gak kok, bukan karena itu aku datang ke sini.." sahut Ayu sambil memegang ponselnya.


"Terus karena apa dong..? Perasaan aku suka jadi gak enak tau Yu, setiap kamu datang nemuin aku. Seolah-olah kaya akan terjadi sesuatu yang gak enak gitu, tapi entahlah. Mungkin cuma perasaan aku aja kali yaa.."


"Nah,, bener banget tuh Ris, karena kedatangan aku ke sini memang mau cerita sesuatu sama kamu. Ini tentang Cindy.." sahut Ayu yang langsung membuat raut wajah Risha berubah serius dan bertanya-tanya, apakah sesuatu yang Ayu ketahui tentang Cindy..

__ADS_1


"Tentang Cindy, memang kenapa dengan Cindy, Yu..?"


"Gini yaa Ris, waktu itu ada calon pembeli yang datang ke butik aku. Aku pikir mereka itu seperti sepasang kekasih, dan pas aku lihat langsung orangnya ternyata itu Cindy.. Tapi kalau laki-laki itu sih aku gak tau siapa, kalau kamu gak percaya. Ini aku ada foto mereka berdua, yang aku ambil diam-diam saat mereka sibuk lihat dan milih pakaian.." ujar Ayu sambil memperlihatkan foto-foto yang ada di galery ponselnya pada Risha..


"Iyaa Yu, ini memang Cindy.. Tapi siapa laki-laki itu..? Mereka kelihatan deket banget,mmmh.."


"Kamu yang sabar yaa Ris, sebenarnya aku juga gak mau peduli Cindy mau jalan sama siapa. Tapi aku pikir, kamu juga harus tau soal ini.." ucap Ayu seraya berusaha untuk menenangkan Risha yang tampak terdiam.


"Mungkin mereka cuma berteman aja Yu, kita gak boleh berprasangka buruk dulu.."


Ayu yang mendengar itupun seolah tidak percaya, karena tidak seperti biasanya Risha bisa bersikap setenang itu dalam menghadapi masalah yang menyangkut soal hubungan atau perasaannya.


"Kamu baik-baik aja kan, Ris..? Kamu gak lagi sakit kan..?!" tanya Ayu sembari memeriksa kening Risha.. "Tapi panas badan kamu normal.." ucap Ayu yang masih merasa bingung melihat perubahan sikap Risha yang kini terlihat lebih dewasa dan tenang.


"Aku baik-baik aja Yu, mungkin cuma di sini yang gak baik.." ucapku sambil menunjuk ke arah dada, lalu tertawa kecil.


"Kamu ini bisa aja Ris, memang hubungan kamu dan Cindy sekarang kaya gimana..? Kalian berantem atau ada masalah lain yang terjadi..?" tanya Ayu yang mulai penasaran dengan hubungan Risha dan Cindy, karena selama ini Ayu memang menjadi tempat Risha untuk bercerita tentang hubungannya atau masalah yang sedang Ia hadapi.


"Aku belum ada nemuin Cindy lagi, Yu.. Akhir-akhir ini dia juga sulit untuk di hubungi, kalau pun bisa pasti cuma ngobrol sebentar. Habis itu banyak alasannya untuk menyudahi sambungan telepon,mmmh.. Mungkin memang akan ada masalah yang akan terjadi nanti, dan aku harus bersiap-siap untuk itu.."


"Kamu jangan banyak pikiran Ris, aku yakin kamu pasti bisa menghadapi dan menyelesaikan apapun masalah yang datang. Kalau butuh bantuan apa-apa, kamu langsung hubungi aku aja. Aku pasti siap untuk membantu.."


Ujar Ayu yang sejak dulu sudah menganggap Risha seperti saudara kandungnya sendiri, bukan hanya sekedar teman dekatnya saja. Terlebih saat Ia mengingat, bagaimana baiknya kedua orang tua Risha pada keluarganya.


"Terimakasih yaa Ayu, kamu memang yang paling bisa di andalkan.." ucapku seraya memeluk Ayu yang selama ini selalu bisa mengerti aku...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2