
"Aku kangen banget sama kamu, Ris.." ucap Ayu sambil tersenyum, lalu segera duduk di sampingku.
"Aku juga kangen banget sama kamu, Ayu.. Rasanya pengen banget main ke rumah Mamaa, tapi yaa kamu kan tau sendiri. Kalau ketemu sama Mamaa atau Papaa yang akan di bahas pasti tentang cucu dan cucu terus, aku kan jadi pusing sendiri.." ucapku seraya menarik nafas saat mengingat, bagaimana semangatnya Mamaa dan Papaa kalau sudah bicara soal keinginan mereka untuk memiliki cucu dariku dan Bayu..
"Yaa udah Ris, kamu dan Kak Bayu kasih aja cucu buat Mamaa dan Papaa,hehee.." sahut Ayu sambil tertawa kecil.
"Enak aja main kasih, kamu pikir aku dan Bayu pernah tidur seranjang..? Gak pernah Ayu, dan itu gak akan pernah terjadi.."
"Hahh..?! Kamu serius Ris, kok bisa..? Jadi selama tinggal di rumah waktu itu--"
"Udah donk Yu, jangan ngomongin soal itu. Sekarang kasih tau aku, ada perlu apa kamu datang ke sini..? Karena gak mungkin kamu datang ke rumah pagi-pagi, kalau gak ada hal yang penting.." ucapku yang sengaja mengalihkan pembicaraan, karena bicara soal cucu untuk Mamaa dan Papaa membuatku langsung merasa pusing.
"Ohh itu, iyaa Ris hampir aja aku lupa, aku ke sini tuh karena pengen nunjukin sesuatu sama kamu.." sahut Ayu seraya mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas kecil yang biasa Ia bawa saat sedang pergi.
"Apa ini, Yu..?" tannyaku saat Ayu memberikan ponselnya padaku.
"Udah Ris, kamu lihat aja sendiri. Nanti juga kamu tau itu apa.."
Jawab Ayu yang menyuruhku untuk melihat sebuah rekaman video yang ada di dalam ponselnya, di situ terlihat se'orang pria yang ternyata adalah Bayu bersama dengan se'orang wanita. Setelah melihat rekaman video itu pun aku tersenyum, karena aku langsung memikirkan sebuah rencana.
"Kok kamu malah senyum-senyum gitu sih, Ris..? Bukannya marah-marah, emosi atau apa gitu saat tau Kak Bayu selingkuh. Aneh nih orang..!" seru Ayu yang merasa bingung dengan ekspresi wajahku yang justru terlihat seperti bahagia.
"Ayu,, kamu kan tau sendiri pernikahan aku sama Bayu itu karena atas permintaan orang tua kita, bukan karena keinginan aku dan Bayu.. Kalau Bayu selingkuh atau mencintai orang lain yaa gak apa-apa, karena memang gak ada rasa cinta di antara kami berdua. Lagi pula aku yakin, kalau Bayu udah lama bersama dengan perempuan itu sebelum dia menikah sama aku.." ujarku pada Ayu yang kini telah mengerti semuanya.
"Dan itu juga karena kamu masih menjalin hubungan dengan Cindy kan..?! Karena itu kamu bersikap seperti ini,mmmh.. Kalian berdua ini tinggal bersama, tapi hati dan cintanya pada orang lain.." ucap Ayu sambil menggelengkan kepalanya.
Ayu adalah satu-satunya orang yang sejak dulu tahu tentang diriku yang menyukai wanita, termasuk hubunganku dengan Cindy dan beberapa wanita sebelumnya. Aku merasa senang dan sangat bersyukur Ayu bisa mengerti sekaligus menerimaku yang seperti ini, karena aku tahu tidak semua orang bisa melakukan itu.
__ADS_1
"Yaa mau gimana lagi Yu, yang namanya hati dan perasaan kan memang gak bisa di paksa. Kalau di paksa yaa akhirnya akan seperti ini.."
"Terus apa rencana kamu sekarang, Ris..? Pasti kamu udah punya rencana kan..?!" tanya Ayu sambil tersenyum menatapku, seolah Ia mampu membaca apa yang saat ini sedang aku pikirkan.
"Aku memang udah punya rencana, tapi aku butuh bantuan dari kamu, Ayu.."
"Ngomong aja Ris, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu.." sahut Ayu yang selama ini menjadi orang yang bisa memahami diriku.
"Bantu aku untuk mencari tau semua informasi tentang wanita yang bersama Bayu itu, aku ingin tau wanita seperti apa yang Bayu cintai. Karena aku ingin memastikan sesuatu.."
"Okey,, gampang kok kalau soal itu, secepatnya akan aku cari tau. Terus apa imbalan yang aku dapatkan untuk semua informasinya..?" tanya Ayu yang tersenyum seraya menaikkan alis matanya.
"Katanya mau bantuin aku, kok sekarang minta imbalan sih..?! Perhitungan banget..!" ucapku dengan ketus.
"Yaa jangan gratis terus Ris, sesekali perhitungan sedikit kan gak apa-apa,hee.." ujar Ayu.
"Auww, sakit Yu.." aku pun mengusap keningku yang baru saja di sentil oleh Ayu.
"Lagian kamu, ngajak belanja tapi di suruh bayar sendiri,mmmh.." gerutu Ayu dengan raut wajah yang cemberut.
"Aku kan cuma bercanda Yu, kan kamu tau sendiri selama ini aku gimana sama kamu.."
"Iyaa iyaa aku tau Ris, tapi aku memang serius kok mau nyentil kamu,hehee.." balas Ayu yang kembali ingin menyentil keningku, namun aku segera menghindari.
"Ohh yaa Ris, gimana hubungan kamu dengan Cindy sekarang..? Apa udah ada kabar dari dia..? Karena waktu itu kamu bilang dia ngilang, gak ada ngubungin kamu sejak kamu menikah dengan Kak Bayu.." tanya Ayu sembari meneguk minuman yang tadi di bawakan oleh Mbak Rahmi..
"Masih lanjut Yu, aku udah temuin dia di tempat tinggalnya yang baru.."
__ADS_1
"Terus dia bilang, kenapa selama sebulan ini menghilang gak ada kabar..?" tanya Ayu lagi yang penasaran.
"Dia bilang sih, karena aku udah menikah. Jadi dia gak mau meneruskan hubungannya sama aku, tapi aku udah yakinkan dan minta dia untuk nungguin aku, Yu.." jelasku pada Ayu yang hanya menganggukkan kepalanya, pertanda bahwa Ia mengerti dengan apa yang aku katakan. Kami berdua pun memilih untuk melanjutkan pembicaraan di dalam kamar, karena aku tidak ingin Mbak yang bekerja di rumah sampai mendengar obrolan kami berdua.
🐝
🐝
"Aku dengar dari Mamaa, katanya Ayu tadi pagi datang ke rumah yaa, Ris..? Ngapain dia datang, tumben gak ada ngomong ke aku..?" tanya Bayu padaku saat tengah makan malam.
"Karena dia kangen pengen ngobrol sama aku, Bay.. Lagi pula kenapa juga harus laporan dulu ke kamu, aneh.."
"Oh gitu, terus kalian ngobrol apa..? Pasti ngobrol soal pernikahan kita yaa,hee.." tebak Bayu.
"Ihh,, GeEr banget sih jadi orang, ngapain juga ngomongin soal itu. Kaya gak ada topik lain aja, yaa ngobrol tentang masalah perempuan lah.."
"Yaa kan kali aja gitu, terus gimana sama Mbak yang kerja di rumah kita..? Apa kerjaan mereka bagus..? Kalau memang gak bagus, nanti biar aku ganti aja sama yang lain.." ujar Bayu.
"Kerja mereka bagus kok, tapi yang dua orang kaya gimana gitu, Bay.. Mereka mungkin suka cerita soal kita di belakang, karena aku beberapa kali memergoki mereka lagi ngobrol bisik-bisik gitu.."
"Nah itu maksud aku, Ris.. Aku gak mau mereka ngomong soal pernikahan kita yang mungkin terlihat aneh, apa lagi sampai tau seperti apa pernikahan kita ini.." ujar Bayu yang terlihat sedang memikirkan sesuatu. "Gimana kalau kita berhentikan kerja aja yang dua orang itu, Ris..?" tanya Bayu meminta pendapat ku.
"Aku juga sempat mikir gitu, tapi lebih baik tunggu satu bulan dulu aja, Bay.." ucapku sambil memeriksa ponsel yang ada di atas meja makan.
"Baiklah kalau gitu, kamu atur aja, Ris.. Aku mau keluar dulu sebentar yaa, cari angin,hee.." ucap Bayu yang telah lebih dulu menyelesaikan makan malamnya, dan aku pun hanya menganggukkan kepala sambil melihatnya berjalan menuju ke arah pintu depan rumah...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 59⭐