
Mengetahui Ayu yang sudah keluar dari kamarnya, Risha pun segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar untuk menguncinya. Setelah itu Risha pun duduk di kursi dekat meja yang biasa Ia gunakan untuk menulis dan membaca.
Suasana hati yang sedang bersedih mengingat kejadian yang terjadi antara Ia dan Cindy, membuat dirinya sulit untuk memejamkan mata. Ingatan tentang setiap apa yang terjadi tadi, terus saja melintas di benaknya. Hingga Risha memilih untuk menuliskan apa yang Ia rasakan saat ini, di banding harus terus bersedih dan meneteskan air mata.
Sebuah pena bertinta hitam kini terlihat mulai menari-nari di atas kertas putih, dengan perlahan dan pasti menciptakan setiap bait kata serta membentuk sebuah kalimat-kalimat yang mewakili isi hatinya.
Dulu rindu mampu ku lepas dengan bebas
Namun kini,
Ia tertahan dalam setiap hembusan nafas
Aku adalah apa yang engkau rasakan
Aku adalah apa yang hatimu inginkan
Namun sayang,
Aku bukanlah takdirmu
Takkan pernah
Seberapa banyak pun bahagia ku berikan
Aku hanya akan menjadi kenangan
Seindah apapun kenangan ku ciptakan
Aku akan tetap merasakan kehilangan
Karena aku hanya akan menjadi masa lalu bagimu
Takkan pernah menjadi masa depan dalam hidupmu...
Usai menulis setiap kalimat itu, tanpa Risha sadari air matanya pun terjatuh dan membasahi kertas putih itu. Bersama kesedihan yang ikut serta di dalamnya, atas apa yang Ia rasakan terhadap Cindy saat ini. Namun tiba-tiba, terdengar suara ketukan pintu dan sese'orang memanggil namanya dari luar. Membuat Risha segera mengusap air matanya, dan berjalan menghampiri pintu kamar.
__ADS_1
"Ayu..?! Kok kamu belum tidur..?" tanya Risha sambil berusaha untuk bersikap biasa saja di depan Ayu yang saat ini tengah memperhatikannya.
"Kamu habis nangis yaa, Ris..? Aku belum bisa tidur karena kepikiran sama kamu.."
Mendengar itupun Risha langsung membalikkan badannya, karena tidak ingin Ayu terus melihat jejak air mata yang masih ada di kedua pipinya.
"Aku gak nangis Yu, aku cuma--"
"Kamu gak usah bohong sama aku, Ris.. Aku tau kok, kalau kamu habis nangis. Gak apa-apa Ris, jangan di tahan. Yang ada nanti kamu malah pusing.." ujar Ayu seraya menatap ke arah Risha yang kini terlihat tertunduk.
"Aku gak pengen nangis lagi Ayu, tapi entah kenapa air mata ini justru pengen terjatuh terus.." sahut Risha dengan suaranya yang terdengar parau.
"Itu karena hati kamu saat ini lagi ngerasain sedih Ris, nangis aja gak apa-apa. Aku temenin kamu.." balas Ayu sembari memeluk tubuh Risha..
Kini Risha pun tidak ingin menahannya lagi, Ia lepaskan segala kesedihan yang di rasakannya lewat air mata. Ada rasa sesak yang juga memenuhi di dalam dada, saat Ia sadar bahwa kisahnya bersama Cindy kini telah benar-benar berakhir. Tidak ada alasan untuk mereka kembali bersama, bahkan meski rasa cinta itu masih ada di antara mereka berdua.
"Kamu yang sabar yaa, Ris.. Semua pasti akan baik-baik aja, dan kamu bisa melewati semua ini.." ucap Ayu sembari mengusap punggung Risha dengan perlahan.
"Apa keputusan yang aku buat udah benar, Yu..?" tanya Risha sambil menangis sesenggukan.
"Setelah ini kamu gak boleh nangis lagi, udah cukup selama ini kamu menjatuhkan air mata kamu buat Cindy.. Sekarang waktunya untuk kamu memikirkan diri kamu dan kebahagiaan kamu sendiri, Risha.." ujar Ayu sambil menarik nafasnya dengan dalam, Ia tidak ingin Risha terus larut dalam kesedihan dan mengingat Cindy yang hanya akan membuat dirinya merasa sedih.
"Iyaa Ayu, terimakasih yaa.." sahut Risha sembari menyeka air matanya. "Malam ini temenin aku tidur yaa, karena mungkin aku akan sulit untuk tidur.." pinta Risha pada Ayu yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yaa udah jangan nangis lagi, sekarang lebih baik kita nonton film horor aja.." ucap Ayu dengan penuh semangat.
"Kenapa harus horor, Yu..?! Yang ada aku malah gak tidur-tidur karena nanti pasti terbayang terus,mmmh.." sahut Risha..
"Dari pada film percintaan, mendingan film horor, Ris.. Lebih seru dan asyik pasti.." balas Ayu yang langsung menyalakan televisi yang ada di kamar itu, lalu memilih film horor yang ingin mereka tonton.
🐝
Keesokan paginya,,
"Mata kalian berdua kenapa itu..?" tanya Mamaa saat sedang menikmati sarapan pagi bersama.
__ADS_1
"Apa tadi malam kalian begadang..?" Papaa pun ikut bertanya saat melihat kedua mata dari Risha dan Ayu yang tampak memerah dan sayu, terutama mata Risha yang terlihat seperti bengkak.
"Tadi malam Risha ngajakin nonton film horor, terus lanjut nonton drama percintaan yang sedih banget Maa, Paa.." jawab Ayu sambil melirik ke arah Risha yang terlihat menaikkan kedua alisnya, karena merasa kesal dengan jawaban yang di berikan oleh Ayu pada orang tua mereka.
"Ohh,, jadi begitu ternyata, pantas saja mata Risha terlihat agak bengkak.." sahut Papaa sembari tersenyum.
"Risha,, lain kali jangan begadang sampai larut malam yaa, jaga kesehatan kamu. Mamaa tidak mau kamu sampai sakit kepala karena kurang tidur.." ucap Mamaa pada Risha..
"Iyaa Maa, kebetulan tadi malam Risha susah tidur. Makanya ngajak Ayu nonton.." sahut Risha..
"Memang apa yang membuat kamu sampai susah tidur, Risha..? Apa ada sesuatu yang kamu pikirkan..?" tanya Mamaa menyelidik, karena Ia tidak ingin Risha punya banyak pikiran yang bisa menyebabkan Ia sakit kepala lagi.
"Risha cuma bosan aja Maa, karena gak ada banyak kegiatan. Mungkin dia pengen jalan-jalan,hee.." ucap Ayu sembari tersenyum.
"Apa itu benar, Risha..? Kalau memang kamu merasa bosan dan ingin jalan-jalan, yaa sudah tidak apa-apa. Tinggal bilang sama Mamaa dan Papaa, mau jalan-jalan keluar kota atau keluar negeri.." ujar Mamaa..
"Keluar negeri aja, Maa..!" seru Ayu yang lagi-lagi menjawab pertanyaan yang di ajukan pada Risha..
"Kamu ini Ayu, dari tadi Mamaa itu tanya sama Risha.. Tapi kamu terus yang menjawab.." sahut Mamaa sembari tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Nanti Risha pikirkan dulu yaa, Maa.." ucap Risha yang tahu bahwa itu sebenarnya keinginan dari Ayu yang ingin jalan-jalan, bukan dirinya.
" Iyaa Sayang, sekarang habiskan sarapan kalian berdua. Mamaa sama Papaa mau siap-siap pergi dulu.."
Mamaa dan Papaa yang sudah selesai menikmati sarapannya, kini bergegas menuju ke kamar dan tidak lama setelah itu keduanya pun pergi meninggalkan Risha dan Ayu yang saat ini sedang duduk di sofa.
"Kita jalan-jalan ke luar negeri aja yaa Ris, nanti kamu bilang sama Mamaa dan Papaa.." ucap Ayu seraya membayangkan sesuatu yang membuatnya seketika itu tersenyum sendiri.
"Pasti lagi mengkhayal nih anak..! Kamu aja yang jalan-jalan sana sama Aabid.." sahut Risha..
"Kok sama Aabid sih, Ris..?! Ngapain coba jalan sama dia, yang ada nanti dia lengket sama aku terus seperti lem.." balas Ayu sambil terus membujuk Risha agar mau di ajak untuk jalan-jalan bersamanya...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1