Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Telah Kembali


__ADS_3

Keesokan paginya,,


Cindy yang terbangun dari tidur dan mulai membuka mata dengan perlahan, segera menyadari bahwa ada sosok sese'orang yang berada di sampingnya. Lalu saat Ia menoleh ke arah samping, alangkah terkejutnya Ia.


"Aaakhhh..!!" teriak Cindy saat melihat sosok se'orang pria yang tidak mengenakan pakaian sedang tertidur pulas di sampingnya, namun seketika terbangun tatkala mendengar suara teriakan dari Cindy..


"Ada apa sih, pakai teriak-teriak segala...?" tanya pria itu yang masih belum menyadari dengan situasi yang telah terjadi, Cindy yang mendapat pertanyaan itu hanya terdiam sambil menarik dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Aaaakhhhh..!!" teriak Cindy saat melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun, dan untuk kedua kalinya teriakan Cindy baru bisa membuat pria itu tersadar. Dengan wajah bingung dan gugup Ia pun segera bangkit dari tempat tidur dan berdiri menjauhi Cindy yang terlihat sangat terkejut dan marah padanya..


"Ini gak mungkin, apa yang udah kamu lakuin ke aku..?! Kita gak mungkin melakukan hal terlarang itu kan..?" tanya Cindy dengan wajah terkejutnya, namun tidak lama kemudian Ia mulai menangis dan mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam. Hingga bisa terjadi semua hal yang seperti mimpi buruk baginya.


"Maafin aku, Cindy.. Aku khilaf, ak-aku--"


"Cukup..!! Sekarang juga kamu pergi dari sini, aku gak mau lihat muka kamu lagi. Pergi..!!" bentak Cindy sambil melempar bantal dan barang-barang yang ada di dekatnya, seraya tetap menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Pria itupun segera memungut pakaiannya yang ada di lantai, lalu bergegas memakainya dan langsung pergi meninggalkan Cindy yang tengah menangis tersedu-sedu. Ia mengingat kembali, saat tadi malam pria yang selama ini telah menemaninya mengajak dirinya ngobrol hingga tengah malam. Entah karena suasana hatinya yang sedang kesal pada Risha, atau memang Ia hanyut dan terbawa oleh suasana yang ada. Hingga membuat dirinya hilang kendali, dan akhirnya membiarkan teman prianya itu menyentuhnya.


"Risha gak boleh tau soal kejadian ini.." ucap Cindy sembari mengusap air matanya, lalu Ia pun segera mencari pakaiannya yang berserakan di lantai. Dengan langkah yang gontai dan perlahan, Cindy berjalan menuju ke kamar mandi sambil menahan rasa sakit dan perih di bagian sensitifnya.


Sedangkan di sisi lain, pria yang baru saja pergi dari kost-an Cindy kini merasa sangat kacau. Karena bisa-bisanya Ia menyentuh perempuan yang sama sekali tidak Ia cintai, wanita yang selama ini hanya ingin Ia manfaatkan untuk suatu kepentingan pribadi.


🐝


Beberapa hari telah berlalu, Risha dan yang lainnya memutuskan untuk segera kembali ke kota. Meski sebenarnya tidak menjadi masalah, jika mereka ingin berlibur lebih lama. Seperti yang orang tua Bayu katakan sebelumnya, agar Bayu dan Risha berlibur dalam waktu yang lama. Namun keduanya tidak ingin melakukan itu, mengingat rencana mereka yang telah terlaksana.


"Kenapa cepat sekali, baru beberapa hari sudah kembali..? Padahal Mamaa dan Papaa tidak keberatan kalau kalian berlibur berlama-lama di sana.." ucap Mamaa pada Bayu dan menantu kesayangannya itu.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok Maa, itu juga udah cukup.." sahut Risha sambil tersenyum.


"Iyaa Maa, aku juga gak mau ninggalin pekerjaan lama-lama. Kasian Papaa, jadi mengurus perusahaan sendiri. Pasti sekarang juga banyak kerjaan yang menumpuk.." balas Bayu yang ikut menimpali, sambil menatap ke arah Papaa yang terlihat tersenyum mendengar ucapan Bayu yang di anggapnya memang benar.


Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan Mamaa dan Papaa, Risha dan Bayu pun memutuskan untuk segera pamit pulang. Karena ada sese'orang yang sedang menunggu kepulangan mereka saat ini, membuat Bayu merasa tidak tenang selama di kediaman orang tuanya.


"Jangan ngebut bawa mobilnya Bay, kamu mau kita mati yaa..?!" seru Risha pada Bayu, seraya memegang sabuk pengamannya. Karena sejak tadi Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Tenang aja Ris, aku udah ahlinya kok. Lagi pula ini juga belum seberapa.." sahut Bayu sembari tersenyum geli melihat raut wajah Risha yang memang terlihat takut dan cemas karena ulahnya.


"Gila kamu yaa..! Udah ngebut gini, kamu bilang belum seberapa. Buruan kurangi kecepatannya, aku belum mau mati..!" seru Risha dengan setengah berteriak, karena Bayu masih juga belum mengurangi kecepatan mobilnya.


Namun bukannya segera mengurangi, Bayu justru semakin mempercepat laju kendaraannya. Sambil melewati beberapa mobil yang ada di depannya dengan lihai, hingga membuat Risha semakin mempererat pegangannya.


"Kita udah sampai rumah, Ris..!" seru Bayu dengan tersenyum, karena telah tiba di rumah lebih cepat dari biasanya. Namun Risha yang mendengar itu, justru langsung turun dari mobil tanpa menyahut perkataan dari Bayu..


Maya yang melihat Risha terus berjalan melewati dirinya begitu saja, kini mulai merasa bingung. Ia pun segera menghampiri Bayu yang kini telah berstatus sebagai suaminya, saat telah masuk ke dalam rumah.


"Kamu apain Risha, Mas..?!" tanya Maya sembari mencubit perut Bayu..


"Gak ada aku apa-apain kok, memang kenapa Sayang..?" jawab Bayu yang kini balik bertanya, sambil memeluk tubuh Maya. Wanita yang selalu Ia rindukan, terlebih saat ini Ia telah menjadi istrinya. Membuat Bayu ingin selalu berada di dekatnya.


"Kamu pasti bohong kan..? Tadi aku ngomong sama Risha, tapi Risha diem aja. Terus mukanya kaya pucat gitu, apa Risha lagi sakit yaa, mas..?" namun bukannya mendapat jawaban atas pertanyaannya, Maya justru mendapat kecupan-kecupan dari Bayu di bagian lehernya.


"Jawab pertanyaan aku, Mas..!" seru Maya sambil mendorong tubuh Bayu..


"Iyaa Sayang, kita masuk ke kamar dulu yaa.. Nanti aku ceritain, apa yang terjadi sama Risha tadi.." ucap Bayu sambil menahan tawa, saat mengingat kembali bagaimana wajah Risha yang ketakutan karena ulahnya yang menyetir mobil dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


🐝


🐝


Keesokan paginya,,


Maya yang baru selesai membuat sarapan untuk semua orang, segera menyiapkannya di meja makan. Tidak lama kemudian, Bayu pun telah keluar dari kamar dengan senyum di bibirnya yang begitu sumringah.


"Pagi Sayang.." ucap Bayu sambil memeluk tubuh Maya dari belakang, lalu mengecup lembut tengkuk leher wanita yang baru Ia nikahi itu dengan lembut.


"Mas,, jangan mulai deh, gak enak kan kalau Risha sampai lihat.." sahut Maya yang langsung melepaskan pelukan Bayu dari tubuhnya.


"Dia pasti masih tidur Sayang.." balas Bayu yang ingin kembali memeluk istrinya, namun Maya segera menyuruh Bayu untuk duduk dan sarapan.


"Lebih baik sekarang Mas buruan sarapan, biar bisa secepatnya ke kantor.." ujar Maya yang mengetahui bahwa selama mereka liburan, ada beberapa pekerjaan Bayu yang tertunda. Di karenakan tidak ada yang lebih memahami dan ahli dengan pekerjaan itu selain Bayu..


"Iyaa Sayang, sepertinya enak.." tanpa menunggu lama Bayu langsung menikmati nasi goreng yang di buat oleh Maya, dan seperti yang Ia pikirkan rasanya memang enak serta sesuai dengan seleranya.


"Makannya pelan-pelan dong Mas, nanti keselek lagi.." seru Maya yang melihat Bayu begitu lahap menikmati nasi goreng buatannya.


"Habis enak banget Sayang, kamu memang jago masak sama seperti Ayah mertua,hee.." puji Bayu sambil tersenyum. "Kamu gak ikut sarapan Sayang..?" tanya Bayu yang melihat Maya tidak ikut sarapan, namun hanya menatap dirinya saja.


"Aku belum laper Mas, nanti aja sarapannya bareng sama Risha.." jawab Maya sambil memberikan segelas air putih pada Bayu, dalam hati Ia masih tidak percaya. Bahwa pria yang ada di depannya kini telah menjadi suaminya, meski pernikahan mereka hanya pernikahan siri. Namun Maya tetap bersyukur dan merasa bahagia, karena akhirnya bisa hidup bersama dengan laki-laki yang selama ini sangat Ia cintai...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2