
Bayu dan Maya yang telah selesai bersiap-siap, kini segera berangkat menuju ke rumah Rama untuk menjemputnya. Bayu memang sengaja mengajak Rama untuk ikut serta dalam undangan makan malam dari ke dua orang tuanya, namun Bayu juga tidak mengatakan bahwa Ayah mertuanya itu akan ikut bersama. Meski mereka harus bersiap untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi nantinya.
"Apa Ayah udah siap untuk ke rumah orang tuanya Mas Bayu..?" tanya Maya pada Rama yang terlihat gugup dan cemas.
"Iyaa Maya, Ayah sudah siap. Ayo kita berangkat, jangan membuat orang tua Bayu menunggu lama.." jawab Rama sembari tersenyum untuk menutupi rasa cemas dalam hatinya.
Maya pun menggandeng tangan Rama, lalu ketiganya masuk ke dalam mobil. Sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam tanpa ada yang bersuara. Terlihat ketegangan pada raut wajah mereka, bersama dengan pikiran mereka masing-masing dalam menghadapi pertemuan antara dua keluarga.
"Ayo cepat turun, May.. Kenapa masih duduk saja..?" tanya Rama pada Maya yang merasa semakin cemas, saat mereka telah tiba di kediaman keluarga Aji. Namun akhirnya Ia tetap harus turun dari mobil, dan mengikuti langkah Bayu dari belakang.
"Akhirnya, kalian datang juga. Ayo masuk, Ayah..!" sambut Risha yang sejak tadi memang sengaja menunggu di depan teras.
"Maa, Paa.. Tamu istimewa kita udah datang nih..!" seru Risha yang membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu langsung menatap ke arahnya.
"Kamu.." ucap Mamaa dan Rama bersamaan, membuat pandangan semua orang beralih ke mereka berdua.
"Apa kalian berdua saling mengenal..?" tanya Papaa menyelidik.
"Iyaa Paa, dia ini teman satu kampus Mamaa dulu. Namanya Rama.." jawab Mamaa sembari tersenyum.
"Ohh, jadi begitu. Saya Aji, suaminya Alisa.." ucap Papaa sembari mengulurkan tangannya pada Rama yang langsung menyambutnya.
"Tapi kenapa kamu bisa datang bersama Bayu dan Maya..?" tanya Mamaa dengan raut wajah yang terlihat bingung, di sertai dengan perasaan yang tidak enak.
"Karena aku adalah Ayah dari Maya, dan Bayu adalah menantu ku.." jawab Rama yang membuat Mamaa terkejut, Ia tidak percaya bahwa Maya ternyata adalah anak dari teman baiknya semasa kuliah dulu.
"Ja-jadi Maya anak kamu, Rama..? Sempit sekali dunia ini yaa.." sahut Mamaa yang tiba-tiba langsung merasa pusing mendengar ucapan dari Rama mengenai siapa Maya..
__ADS_1
"Mamaa gak kenapa-kenapa..? Ayo kita duduk dulu, Maa.." ucap Risha saat melihat keadaan Mamaa yang seperti merasakan sakit itu, lalu memapahnya menuju ke sofa dengan bantuan Papaa..
"Maaf yaa Maa, karena sebelumnya Bayu gak ada ngomong dulu sama Mamaa kalau Bayu mengajak Ayah Rama untuk ikut datang ke rumah.."
"Tidak apa-apa Bayu, cepat atau lambat pasti akan bertemu juga.." sahut Alisa yang sama sekali tidak menyangka, bahwa Ia akan bertemu kembali dengan Rama orang yang dulu pernah menjadi cinta pertamanya. Namun karena saat itu Rama mencintai perempuan lain, Alisa pun hanya bisa memendam perasaan cintanya itu.
"Yaa udah kalau gitu, kita semua makan malam bersama dulu aja yaa.. Habis itu, baru kita lanjutkan ngobrolnya. Iyaa kan Maa, Paa.."
"Iyaa Risha, ayo semuanya kita makan malam dulu. Semua makanan sudah di siapkan di meja makan.." ajak Mamaa yang masih merasa seperti mimpi bisa bertemu dengan Rama saat ini.
"Apa Rama itu mantan kekasih Mamaa dulu..?" tanya Papaa dengan berbisik, karena tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.
"Tidak Paa, Mamaa tidak pernah ada hubungan dengan Rama. Mamaa dan dia hanya sebatas teman dekat, tidak lebih dari itu. Kalau Papaa tidak percaya, Papaa bisa tanyakan langsung pada Rama.." jawab Mamaa dengan jujur, karena memang seperti itu kenyataannya.
"Ohh, jadi begitu, Papaa percaya sama Mamaa.." sahut Papaa, keduanya pun kini segera ikut bergabung bersama yang lainnya.
🐝
Setelah makan malam usai, semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk membahas masalah yang menyangkut tentang hubungan pernikahan Bayu dan Maya. Hubungan yang sejak awal di sembunyikan, karena tidak mendapat restu dari kedua orang tua Bayu..
"Kita semua di sini telah mengetahui dengan jelas masalahnya, karena itu kedatangan saya bersama Bayu dan Maya ingin menyelesaikan masalah ini. Dari awal saya sudah mengetahui hubungan antara Bayu dan Maya, saya merestui mereka. Karena saya yakin dan percaya, Bayu anak yang baik dan bertanggung jawab, dia pasti bisa membahagiakan Maya.." ujar Rama..
"Jadi selama ini, kamu sudah mengetahui tentang hubungan mereka..? Kenapa kamu tidak berusaha untuk melarangnya, Rama..?" tanya Mamaa yang seolah masih menunjukkan ketidaksukaannya terhadap Maya sebagai menantunya.
"Saya memang sempat melarang hubungan mereka berdua, saat saya tau bahwa Bayu sudah menikah dengan Risha. Tapi saat itu Ris--" ucapan Rama pun langsung terhenti saat Risha berusaha memotongnya.
"Maa,, Risha yang meminta Ayah Rama untuk tetap merestui hubungan Bayu dan Maya.. Karena Risha tau, kalau mereka saling mencintai. Risha minta sama Mamaa dan Papaa, tolong restui mereka berdua. Apa lagi saat ini Maya sedang mengandung cucu Mamaa sama Papaa.." jelas Risha agar Mamaa tahu, bahwa dirinya juga ikut andil dalam menutupi hubungan Bayu dengan Maya..
__ADS_1
"Jangan biarkan anak dalam kandungan Maya hidup tanpa kedua orang tua yang lengkap Maa, Paa.." ucap Risha lagi dengan nada sedih, membuat hati Mamaa dan Papaa akhirnya luluh.
"Iyaa Sayang, Mamaa dan Papaa akan merestui Bayu dan Maya.. Sekarang kamu jangan sedih lagi yaa.." sahut Mamaa yang langsung memeluk erat tubuh Risha, karena Ia tahu maksud dari ucapan Risha. Yang tidak ingin anak Bayu dan Maya merasakan seperti yang Risha rasakan, yaitu kehilangan kedua orang tuanya.
"Terimakasih yaa, Maa.. Paa.." balas Risha sambil tersenyum menatap Mamaa dan Papaa..
"Risha memang jago banget meluluhkan hati Mamaa dan Papaa yaa, Kak.." bisik Ayu pada Bayu yang kebetulan duduk di sebelahnya.
"Karena Mamaa dan Papaa memang harus memenuhi semua keinginan Risha, Ayu.." balas Bayu dengan perlahan.
"Bayu, Maya.." panggil Mamaa pada keduanya.
"Iyaa Maa.." sahut Bayu dan Maya bersamaan.
"Mulai dari sekarang, Mamaa dan Papaa akan merestui hubungan kalian. Jadi segera urus pernikahan kalian berdua secara resmi, setelah itu kita akan menggelar pesta pernikahan besar-besaran.."
"Terimakasih yaa Maa, Paa.." ucap Bayu dan Maya secara bergantian.
"Maya,, kamu maukan memaafkan Mamaa yang waktu itu sudah bersikap kasar sama kamu..?" tanya Mamaa yang merasa bersalah atas sikapnya pada Maya saat itu.
"Maya udah maafin Mamaa jauh sebelum Mamaa meminta maaf.." sahut Maya sembari memeluk tubuh wanita yang kini sudah menjadi Ibu mertuanya itu.
Seketika itu, suasana di dalam ruangan pun menjadi haru dan bahagia. Semua masalah yang terjadi kini telah di selesaikan, dan setiap orang yang ada di sana bisa bernafas lega. Kecuali Risha yang saat itu tiba-tiba teringat oleh Cindy, Ia masih memikirkan keadaan perempuan yang pernah menjadi kekasihnya itu.
"Seharusnya kita juga bisa bahagia bersama, Cindy.." gumam Risha dalam hati dengan perasaan sedih, karena semua rencananya untuk bisa bersama Cindy kini telah sirna...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐