
Ayu yang merasa cemas dengan keadaan Risha, memutuskan untuk segera menemuinya di rumah. Namun keadaan rumah terlihat sangat sepi, seperti tidak ada orang. Karena sudah bisa di pastikan, bahwa Bayu dan Maya masih belum pulang. Hal itu bisa di lihat dari tidak adanya satupun kendaraan terparkir di halaman depan.
"Aku harus cari Risha kemana ini yaa.." gumam Ayu seraya mencoba untuk menghubungi Risha kembali, karena sejak tadi mantan Kakak iparnya itu sama sekali tidak mengangkat telepon darinya. Tapi setelah berpikir cukup lama, Ayu pun mengingat sebuah tempat yang mungkin di kunjungi oleh Risha. Tanpa menunggu lama, Ayu segera masuk ke dalam mobil dan mengendarainya menuju ke tempat dimana Risha mungkin berada.
"Ternyata benar, kamu ada di sini, Ris.." ucap Ayu sambil mendekat ke arah Risha yang saat ini sedang berada di depan makam kedua orang tuanya.
"Ayu..! Kok kamu bisa ada di sini..?" tanya Risha sambil menghapus air matanya yang tadi sempat menetes.
"Karena aku cemas sama kamu Ris, tadinya aku ke rumah tapi sepertinya sepi gak ada orang. Terus aku pikir kemana kira-kira kamu pergi, dan aku ingat pasti kamu ada di sini.." ujar Ayu sambil memeluk tubuh Risha..
"Iyaa Ayu, aku kangen banget sama Bunda dan Ayah. Jadi aku datang ke sini.." ucap Risha membalas pelukan Ayu padanya.
"Iyaa Ris, aku tau itu. Gimana masalah kamu dengan Cindy..? Apa semua udah selesai..?" tanya Ayu sambil menatap wajah Risha, dengan bekas air mata yang masih terlihat jelas.
"Iyaa udah selesai, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan aku sama Cindy. Karena aku ingin dia bisa fokus dengan kehamilannya.." jawab Risha..
"Baguslah kalau gitu, nanti kita bahas lagi di rumah. Apa kamu masih ingin berlama-lama di sini, Ris..? Karena sekarang udah sore, lebih baik kita pulang yaa.." ucap Ayu yang merasa cemas melihat kondisi Risha saat ini.
"Iyaa Yu, kita pulang aja. Aku juga udah cukup lama di sini.." sahut Risha sembari berjalan menuju mobilnya, dengan di dampingi oleh Ayu..
"Aku antar kamu pulang yaa Ris, aku khawatir kalau kamu bawa mobil sendiri. Apa lagi dengan kondisi kamu sekarang ini.."
"Gak usah Yu, aku gak apa-apa kok. Aku bisa pulang sendiri.." balas Risha sambil tersenyum, Ia tidak ingin membuat Ayu terus mencemaskan dirinya.
"Yaa udah kalau gitu, kamu pelan-pelan aja bawa mobilnya.."
Kini keduanya pun kembali pulang dengan mengendarai mobil mereka masing-masing, Ayu sengaja mengikuti Risha dari belakang. Karena Ia ingin memastikan, bahwa Risha tiba dengan selamat sampai di rumah.
🐝
Di tempat yang lain, Bayu dan Maya sedang berada di sebuah minimarket untuk membeli beberapa barang keperluan sehari-hari. Setelah selesai berbelanja, Maya meminta Bayu untuk singgah ke toko buah, karena entah kenapa tiba-tiba Ia sangat ingin memakan buah-buahan. Sesampainya di penjual buah, Bayu segera turun dari mobil. Sedangkan Maya hanya menunggu di dalam mobil.
Tidak butuh waktu lama, Bayu pun telah kembali dengan membawa buah-buahan di tangannya. "Ini Sayang buahnya, apa ada sesuatu lagi yang mau kamu beli..?" tanya Bayu seraya menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
"Gak ada Mas, aku cuma mau buah-buahan aja. Sekarang kita pulang yaa, kasian Risha sendirian di rumah.." ujar Maya pada Bayu yang langsung melajukan kendaraannya.
"Biar aku aja yang bawain barang-barangnya, Sayang.. Kamu cepat masuk ke dalam dan temui Risha.." ucap Bayu yang kini telah tiba di rumah.
"Iyaa Mas, aku masuk duluan yaa.." balas Maya yang berjalan masuk ke dalam rumah sembari membawa bungkusan buah-buahan di tangannya.
Tokk,, tokk,, tokkk..
"Ris..! Risha..!" seru Maya memanggil Risha yang berada di dalam kamarnya, tidak lama kemudian pintu pun terbuka.
"Kalian udah pulang ternyata, kirain nginap lagi di rumah Ayah Rama.." ucap Risha..
"Iyaa pasti pulang lah Ris, masa mau biarin kamu sendirian di rumah. Ayo sekarang kita makan, aku beli banyak makanan tadi. Sama buah-buahan juga.." ujar Maya sambil mengajak Risha untuk duduk bersamanya di meja makan.
"Bayu mana..?" tanya Risha..
"Itu Mas Bayu, lagi angkatin barang-barang belanjaan. Tadi sekalian belanja soalnya, karena itu agak lama pulangnya.." jawab Maya sambil mengeluarkan beberapa makanan yang Ia beli dan meletakkannya di dalam piring.
"Ayo Mas, kita makan dulu. Beresin belanjaannya di sambung nanti aja.." ajak Maya pada Bayu yang segera ikut bergabung dengan Risha dan Maya di meja makan.
Pyaarrr...
"Suara apa itu, Mas..?!" tanya Maya dengan raut wajah yang cemas.
"Entahlah May, aku coba lihat dulu keluar yaa.." sahut Bayu yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan perlahan mendekati pintu depan. Karena sumber suara keras yang mereka dengar itu berasal dari depan teras.
"Ayo May, kita ikut lihat ke depan. Aku jadi penasaran.." ucap Risha pada Maya yang mengikutinya sambil menggandeng tangan Risha, lalu mendekati Bayu yang sedang memegang sebuah batu dengan ukuran cukup besar.
"Apa itu, Mas..?"
"Ada yang melempar batu, dan di batunya ada sebuah kertas. Coba kamu baca.." ucap Bayu sambil menyerahkan kertas putih itu pada Maya dan Ia pun langsung membacanya.
..."Kalian Harus Berpisah, Kalau Tidak Ingin Celaka..!!"...
__ADS_1
"Si-siapa orang yang mengirim ini, Mas..? Kenapa dia menulis seperti ini..?" tanya Maya dengan perasaan takut setelah membaca isi dari surat itu.
"Apa mungkin surat ini di tujukan untuk kalian berdua..? Tapi kan pernikahan kalian gak banyak yang tau.." ucap Risha..
"Entahlah Ris, aku juga gak tau. Atau mungkin ini buat aku sama kamu, tapi pernikahan kita cuma keluarga besar kita yang tau.." sahut Bayu..
"Apa jangan-jangan--"
"Jangan-jangan apa, May..?" tanya Risha dan Bayu bersamaan, karena sepertinya Maya tahu sesuatu tentang siapa yang mengirim surat ancaman itu.
"Apa semua ini Andre yang melakukannya..?"
"Siapa Andre..?" tanya Risha yang baru pertama kalinya mendengar nama itu.
"Andre itu laki-laki yang selama ini suka dan mengejar-ngejar Maya, tapi Maya selalu menolaknya, Ris.. Cuma sepertinya Andre dendam dan ingin memisahkan aku sama Maya.." ujar Bayu..
"Andre juga yang udah mengirimkan foto-foto pernikahan kamu dan Bayu ke Ayah waktu itu, agar Ayah membenci Bayu.." ucap Maya yang ikut menimpali.
"Jadi gitu ceritanya, kalau seperti itu mungkin memang dia yang ngirim surat ini. Apa sebaiknya kita lapor ke pihak yang berwajib, Bay..?" tanya Risha..
"Untuk saat ini jangan dulu Ris, tapi aku akan siapkan penjaga di luar rumah kita biar lebih aman.." jawab Bayu.. "Kalau benar ini kerjaan Andre, aku pasti akan kasi dia pelajaran.." tegas Bayu yang merasa geram dengan apa yang sudah di lakukan Andre..
"Oh iyaa Ris, lebih baik kamu kenali gimana wajah Andre itu. Biar kamu tau dan bisa lebih berhati-hati, sebentar aku cari fotonya di media sosialnya.." ujar Maya yang berpikir mungkin Risha juga akan menjadi target incaran oleh Andre..
"Nah, ini dia fotonya.." ucap Maya sambil menunjukkannya pada Risha..
"In-ini yang namanya Andre..?" tanya Risha dengan gugup dan merasa terkejut.
"Iyaa ini Andre, apa kamu kenal atau pernah ketemu sama orang ini..?" tanya Maya dengan curiga.
"Gak May, aku gak kenal sama orang ini.." jawab Risha, namun Maya merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Risha tapi entah apa itu...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐