
Risha yang tidak ingin rencananya gagal, terus saja membujuk Rama agar bersedia untuk menikahkan Bayu dan Maya secepatnya. Hal itu juga di bantu oleh Bayu dan Maya yang tidak hanya tinggal diam, mereka ikut serta dalam meyakinkan Rama agar segera menikahkan mereka. Tanpa memberi kesempatan pada Rama untuk memikirkannya lebih lama, hingga akhirnya Rama pun telah membuat keputusan karena desakan dari ketiganya.
"Gimana Ayah, Ayah setuju kan aku dan Bayu secepatnya menikah..?!" tanya Maya untuk kesekian kalinya dengan penuh penekanan, karena melihat Rama yang sejak tadi hanya terdiam tanpa sepatah katapun.
"Hmmmm,, baiklah Ayah setuju dan akan segera menikahkan kalian berdua.." ucap Rama seraya menatap ketiganya, senyuman bahagia pun segera terukir di bibir Bayu dan Maya..
"Terimakasih yaa, Ayah.." seru Maya yang langsung memeluk Rama dengan erat, dengan air mata haru yang menetes di pipinya.
"Sama-sama Sayang, kamu juga harus berterimakasih pada Risha.. Yang sudah mendukung kalian berdua untuk bisa secepatnya menikah.." sahut Rama menatap Risha..
"Terimakasih yaa adik kecil,hee.." ucap Maya pada Risha yang langsung mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan dari Maya yang memanggilnya dengan adik kecil.
"Iyaa sama-sama, tapi kan jangan manggil gitu juga. Aku ini bukan adik kecil, udah gede juga.." balas Risha dengan raut wajah yang cemberut.
"Bukannya kamu anak angkat Ayah, berarti kami jadi adik aku donk. Benar kan Ayah..!" sahut Maya sembari mengacak-acak rambut Risha dengan gemasnya.
"Sudah sudah, jangan membuat Risha jadi malu dan kesal seperti itu, Maya.." ucap Rama saat melihat Maya terus saja menggoda adik angkatnya itu, yang di perlakukannya seperti anak kecil.
Kini semua orang tampak bergembira, karena Rama sudah menyetujui Maya untuk menikah dengan Bayu secepatnya. Ia juga menyerahkan semua urusan dan persiapannya pada mereka bertiga, meski dalam hati sebenarnya Rama ingin pernikahan putrinya bisa di langsungkan secara mewah dan besar-besaran. Mengingat Maya adalah putri dan anak satu-satunya yang Ia miliki, namun Maya menolak keinginannya itu.
"Ayah kenapa bengong..? Apa Ayah marah sama Maya, karena Maya gak mau mengadakan pesta pernikahan..?" tanya Maya pada Rama yang langsung tersenyum dan membelai rambut putrinya.
"Ayah tidak marah, mana mungkin Ayah marah hanya karena masalah itu. Ayah hanya ingin bisa memberikan yang terbaik untuk kamu, Ayah ingin kamu bahagia, Nak.." ucap Rama dengan tatapan mata yang sendu.
"Selama ini Ayah udah memberikan yang terbaik untukku, dan aku sangat bahagia Ayah. Apa lagi sekarang Ayah udah menyetujui rencana pernikahan aku dengan Bayu.. Terimakasih yaa, Ayah.." ujar Maya yang kembali memeluk erat tubuh Ayahnya, hingga tanpa terasa air matanya pun menetes. Melihat adegan antara Ayah dan anak itu, membuat Bayu dan Risha ikut merasa terharu.
__ADS_1
Semua orang kini kembali melanjutkan obrolannya masing-masing, sambil sesekali terdengar suara tawa saat salah satu dari mereka bercerita tentang sesuatu hal yang lucu. Dalam diam, Rama menatap intens ke arah Risha. Perempuan yang tiba-tiba datang dalam hidupnya itu, telah merubah semuanya.
🐝
"Terimakasih yaa Ris, karena kamu udah buat Om Rama setuju untuk menikahkan Maya sama aku. Aku seneng banget.." seru Bayu pada Risha sebelum Ia masuk ke dalam kamar.
"Iyaa Bay, sama-sama. Itu semua juga berkat kamu dan Maya yang udah bantu aku untuk menyakinkan Om Rama, sampai akhirnya dia setuju.." sahut Risha sambil tersenyum, Ia sangat bahagia karena rencananya berhasil. Tinggal menunggu waktu yang tepat, untuk segera meresmikan hubungan Bayu dan Maya..
"Yaa udah kalau gitu, sekarang kamu masuk ke kamar terus istirahat. Aku mau telepon Maya dulu.." seru Bayu yang langsung mengambil handphone di saku celananya, lalu berjalan menuju ke arah kamarnya.
"Baru juga ketemu, udah teleponan lagi aja. Aneh.." gerutu Risha yang juga segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya.
"Kalau nanti Bayu dan Maya udah menikah, aku harus tinggal dimana yaa..?" tanya Risha pada dirinya sendiri sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangan, lalu memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan wajahnya.
Meski waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, Risha masih juga belum bisa tidur. Ia telah berulangkali memejamkan matanya agar bisa tidur, namun pikiran dan hatinya seolah menolak. Ia terus saja memikirkan tentang Cindy, dan bagaimana hidupnya nanti setelah bercerai dari Bayu..
"Ayah..?! Kok belum tidur juga..? Kan udah malam ini.." seru Maya yang langsung duduk di sebelahnya Ayahnya.
"Hee,,iyaa Maya, Ayah belum bisa tidur. Jadi Ayah duduk di sini dan nonton TV. Kamu sendiri kenapa belum tidur..?" ucap Rama yang balik bertanya, sembari membelai lembut rambut panjang putrinya yang sangat Ia sayangi itu.
"Tadi aku udah tidur Ayah, terus kebangun dan aku ngerasa haus. Jadi aku bangun, mau ke dapur ambil air minum.." jelas Maya..
"Ohh, yaa sudah sekarang kamu ambil air minum, terus tidur lagi.." seru Rama pada Maya, dan Maya pun langsung bergegas berjalan menuju ke dapur.
"Kok malah duduk di sini..? Sekarang masuk ke kamar, terus tidur lagi Maya.." ucap Rama pada Maya yang justru memilih duduk di sampingnya, sambil menyandarkan kepalanya pada bahunya.
__ADS_1
"Aku mau temenin Ayah di sini.." sahut Maya sambil tersenyum, lalu memegang lengan Ayahnya.
"Tapi ini sudah larut malam Maya, besok kamu kan harus bekerja. Ayah tidak mau kamu bangun kesiangan, dan sampai terlambat masuk kantor.." ujar Rama mengingatkan.
"Tapi aku masih mau di sini temenin Ayah, lagi pula Ayah sendiri juga belum tidur.." balas Maya sambil menatap Rama yang menarik nafasnya.
"Yaa sudah kalau begitu, sekarang kita tidur yaa.. Kamu ini kalau di kasi tau keras kepala.." ucap Rama seraya mengusap kepala Maya, puteri kecil yang selama ini Ia jaga dan sayangi telah tumbuh dewasa.
"Benar yaa Ayah tidur, awas kalau gak..!" seru Maya..
"Iyaa Maya, kamu juga tidur. Oh iyaa, May.."
"Iyaa Ayah, ada apa..?" tanya Maya saat mendengar Rama tidak meneruskan perkataannya.
"Mmmm,,apa kamu yakin dengan keputusan kamu ingin menikah dengan Bayu..?" tanya Rama seraya menatap ke arah mata puterinya, seolah ingin mencari jawaban itu sendiri.
"Aku yakin Ayah, karena Bayu adalah pria yang baik. Dia pasti akan membahagiakan aku.." jawab Maya tanpa merasa ragu sedikitpun.
"Syukurlah kalau kamu memang yakin.." sahut Rama dengan senyuman.
"Tapi kenapa Ayah tanya seperti itu..? Apa Ayah meragukan Bayu..?" tanya Maya menyelidik.
"Ayah hanya ingin tau jawaban dari kamu, May.. Dan jawaban kamu yang terpenting, yaa sudah kamu masuk kamar dan tidur.." ucap Rama yang langsung membalikkan badan, lalu berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Maya yang masih diam terpaku, menatap punggung Rama yang perlahan menghilang di balik pintu...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐