Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Minta Tolong


__ADS_3

"Ada apa Ris, kok tumben pagi-pagi kamu udah datang ke sini..? Biasanya kan jam segini kamu masih tidur,hee.." ledek Ayu pada Risha yang pagi itu telah datang ke butiknya, tanpa memberitahu sebelumnya.


"Udah, gak usah nyindir gitu. Kamu kan tau sendiri, aku kalau udah menulis sampai larut malam.." ujar Risha..


"Iyaa iyaa, aku kan cuma bercanda. Sensi banget sih pagi-pagi,mmmh.. Terus ada apa kamu ke sini..? Apa mau aku temenin nangis lagi seperti waktu itu..?" tanya Ayu sembari menahan tawanya.


"Gak usah buat aku kesal deh Yu, nanti aku marah tau.." sahut Risha yang mulai merasa kesal dengan sikap Ayu yang sangat suka menggodanya.


"Marah aja, kamu kan kalau marah semakin lucu dan gemesin,hehee.." seru Ayu sambil tertawa terkekeh-kekeh, sedangkan Risha yang melihat itu hanya menarik nafas dan menggelengkan kepalanya.


"Aku ke sini karena mau minta tolong sesuatu sama kamu, tolong kamu cari informasi tentang laki-laki ini yaa.." ujar Risha sembari menyerahkan sebuah foto pada Ayu..


"Ini bukannya laki-laki yang waktu itu pernah datang ke sini sama Cindy, benar kan Ris..?" tanya Ayu..


"Iyaa benar Yu, namanya Andre.. Dia yang udah buat Cindy jadi hamil, dan dia juga yang udah kirim foto-foto pernikahan aku sama Bayu ke Ayah Rama waktu itu. Biar Ayah Bayu gak setuju dengan hubungan Maya dan Bayu.." jelas Risha..


"Tapi kenapa dia melakukan itu, Ris..?"


"Karena Andre itu dari dulu cinta sama Maya, tapi Maya selalu menolaknya. Mungkin karena itu, dia jadi dendam dan ingin memisahkan Bayu dan Maya.. Tapi aku gak habis pikir, kenapa Cindy juga bisa mengenal laki-laki itu.." ujar Risha yang merasa sedih, saat kembali mengingat tentang hubungannya dengan Cindy yang kini sudah berakhir.


"Ohh, jadi gitu yaa Ris, terus tujuan kamu minta aku untuk mencari tau informasi tentang dia untuk apa..?" tanya Ayu menyelidik, karena Ia tahu pasti Risha sedang merencanakan sesuatu.


"Aku mau dia bertanggung jawab atas kehamilan Cindy, apapun caranya. Aku gak akan biarin dia lari dari tanggung jawabnya gitu aja, kasian Cindy dan calon bayinya nanti.." jawab Risha yang berniat ingin membantu Cindy, hingga hidupnya bisa bahagia dan baik-baik saja.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Ris, masih mau bantuin Cindy segala..? Dia itu udah kecewain kamu, dan hubungan kalian juga udah berakhir. Jadi buat apa kamu masih peduli lagi sama dia..!" seru Ayu yang tidak setuju dengan niat baik Risha pada Cindy yang selama ini menurutnya sering kali membuat Risha kecewa.


"Ayu,, hubungan aku sama Cindy memang udah berakhir, tapi aku tetap masih sayang dan peduli sama dia. Setidaknya, mungkin ini hal terakhir yang bisa aku lakukan buat dia. Kamu mau kan bantuin aku, Yu..?" tanya Risha dengan penuh harap, membuat Ayu pun tidak tega untuk menolaknya.


"Iyaa aku mau bantuin Ris, secepatnya aku akan cari tau informasi soal Andre dan setelah itu akan langsung kabarin kamu nanti.." jawab Ayu..


"Terimakasih yaa Ayu, kamu memang yang paling bisa di andalkan.." sahut Risha yang langsung memeluk Ayu sebagai bentuk rasa bahagia dan terimakasihnya, karena mantan adik iparnya itu sudah bersedia untuk membantunya. Hal itu di karenakan, Ayu memiliki banyak kenalan dan koneksi orang-orang penting dan tidak sembarangan.


"Kalau gitu aku mau pergi dulu yaa Ayu, aku mau ke tempat Ayah Rama.. Udah lama gak ketemu, rasanya kangen banget.." ucap Risha..


"Iyaa Ris, titip salam buat Ayah Rama yaa.." sahut Ayu..


"Iyaa Ayu, nanti aku sampaikan. Oh iyaa, aku boleh minta tolong satu hal lagi gak sama kamu, Yu..?"


"Boleh Ris, asal ada bayarannya,hehee.." goda Ayu sambil tertawa kecil.


"Terus kamu mau minta tolong apa, Ris..?" tanya Ayu pada Risha yang langsung menyerahkan sebuah kartu ATM beserta pin-nya pada Ayu..


"Tolong kamu berikan itu ke Cindy di saat yang tepat dan mendesak, mungkin nanti Cindy sangat membutuhkannya. Dan satu lagi Ayu, apapun yang berhubungan dengan aku dan Cindy tolong kamu rahasiakan. Jangan sampai siapapun ada yang tau.." pinta Risha..


"Ini semua maksudnya apa, Ris..? Kenapa kamu ngomong seperti itu..?" tanya Ayu yang merasa aneh dan bingung dengan ucapan Risha yang membuatnya berpikir yang bukan-bukan.


"Gak ada maksud apa-apa Ayu, aku cuma ingin melakukan yang terbaik. Yaa udah, aku pergi dulu.." ucap Risha sambil tersenyum dan berlalu pergi, meninggalkan Ayu yang masih berdiri terpaku menatap kepergiannya.

__ADS_1


"Kenapa perasaan aku jadi gak enak gini yaa..?" gumam Ayu dalam hati, sembari masuk ke dalam butik dan kembali melanjutkan kegiatannya.


🐝


Di siang harinya,,


Bayu sengaja mengajak Maya untuk makan siang bersama di saat jam istirahat kerja, Bayu yang telah lebih dulu tiba di sebuah kafe kini tengah menunggu kedatangan istrinya.


"Maaf yaa Mas, aku telat. Tadi ada kerjaan mendadak, tapi udah aku selesaikan kok.." ucap Maya sembari duduk di samping Bayu yang hanya tersenyum menatapnya.


"Iyaa Sayang, gak apa-apa kok. Yaa udah kita langsung pesan makanan, aku udah laper banget nih.." ucap Bayu, kini keduanya pun sedang memilih menu makanan yang di inginkan dan memesannya pada pelayan.


"Mas,, apa gak sebaiknya kita pindah ke rumah Ayah aja..? Aku takut kalau Andre atau siapapun itu yang melempar batu ke rumah kita nanti datang lagi, terus benar-benar mau mencelakai kita.." ucap Maya yang sejak kejadian itu selalu merasa cemas. "Kalau perlu kita cerita aja ke Ayah yang sebenarnya tentang apa yang terjadi kemarin.." tambah Maya lagi.


"Lebih baik kita tetap tinggal di rumah aja yaa Sayang, lagi pula udah ada beberapa penjaga di rumah kita. Aku yakin, Andre gak akan berani berbuat macam-macam lagi. Aku juga gak mau buat Ayah khawatir karena masalah ini, kamu tenang aja yaa.. Semua pasti akan baik-baik aja.." ujar Bayu yang berusaha untuk menenangkan Maya..


"Tapi Mas, aku takut--"


"Hustt,, udah yaa Sayang, kamu jangan mikir yang bukan-bukan. Apapun yang terjadi nanti, kita akan hadapi bersama. Mungkin ini ujian buat hubungan kita, jadi kita harus berani dan kuat.." ucap Bayu sembari menggenggam tangan Maya, agar wanitanya itu bisa kembali tenang dan tidak berpikir secara berlebihan.


"Yaa udah sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya.."


"Iyaa Mas.." sahut Maya dengan tersenyum, dan keduanya pun kini menyantap makan siangnya masing-masing. Tanpa mereka tahu, ada sepasang mata yang sejak tadi tengah memperhatikan mereka dari kejauhan, sambil tersenyum penuh kemenangan...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2