Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Belum Saatnya


__ADS_3

"Oh yaa Mas, kamu di tanyain lho sama Ayah.. Ayah bilang, kenapa udah lama ini kamu gak ada main ke rumah..?" ucap Maya pada Bayu sambil meneguk minumannya.


"Terus kamu jawab apa, Sayang..?" tanya Bayu menatap wajah Maya yang terlihat seolah-olah menyembunyikan sesuatu.


"Aku jawab kalau kamu lagi sibuk banget, mungkin kapan-kapan kamu akan main ke rumah.." jawab Maya menarik nafasnya.


"Ohh,, apa ada lagi yang Ayah katakan atau tanyakan tentang aku..?" tanya Bayu menyelidik.


"Iyaa ada Mas, Ayah juga tanya soal pernikahan. Tapi aku udah jelasin ke Ayah, kalau kita gak mau terlalu terburu-buru untuk menikah.." ujar Maya yang seketika itu merasakan sesak dalam dadanya, mengingat bahwa kekasih yang selama ini Ia cintai nyatanya telah menikah dengan wanita lain.


"Kamu pasti akan menikahi aku kan, Mas..?" tanya Maya pada Bayu dengan penuh penekanan.


"Itu udah pasti Sayang, aku pasti akan menikahi kamu. Karena cuma kamu wanita yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidup dan Ibu dari anak-anak aku kelak.." ujar Bayu dengan tulus dari hatinya, seraya menggenggam tangan Maya..


"Terimakasih yaa, Mas.. Aku pegang kata-kata kamu itu.." sahut Maya sambil tersenyum.


"Sama-sama Sayang, tapi kamu harus sabar dulu yaa.. Karena aku belum bisa menikahi kamu secepatnya, tunggu aku dan Risha berpisah dulu.." ujar Bayu..


"Iyaa Mas, aku akan sabar nungguin kamu untuk bisa menikahi aku. Kamu tenang aja yaa Mas, aku gak akan mendesak atau menuntut kamu untuk segera menikah sama aku kok.." ucap Maya sambil berusaha menguatkan dirinya, karena tidak mudah untuk bertahan dalam hubungan dengan sese'orang yang juga memiliki ikatan pernikahan dengan wanita lain.


"Iyaa Sayang, aku beruntung banget bisa memiliki wanita sebaik dan setulus kamu. Aku pasti akan bahagiain kamu, Maya.." seru Bayu dengan senyum yang sumringah, kini Ia semakin yakin bahwa Maya adalah wanita yang tepat dan terbaik untuk Ia jadikan pendamping hidupnya.


"Tapi Mas, ada hal yang selama ini aku khawatirkan.." ucap Maya yang membuat senyum Bayu menghilang begitu saja.


"Hal apa itu, Maya..? Coba kamu katakan, biar kita bisa menyelesaikan dan menghadapinya bersama-sama.." sahut Bayu..


"Aku takut Mas, kalau Ayah sampai tau bahwa sebenarnya kamu udah menikah. Ayah pasti akan marah besar dan melarang aku untuk gak menjalin hubungan sama kamu lagi.." ujar Maya menjelaskan tentang kecemasannya yang Ia rasakan selama ini.


"Kamu tenang aja yaa May, Ayah pasti gak akan tau tentang pernikahan aku. Karena yang tau tentang pernikahan aku dan Risha hanya keluarga besar aja, gak ada orang luar yang tau itu.." sahut Bayu yang mencoba untuk menenangkan Maya..


"Tapi kita tetap harus siap dengan segala kemungkinan buruk yang bisa aja terjadi nantinya, Mas.. Perasaanku selalu jadi gak enak kalau udah memikirkan tentang masalah itu.." ucap Maya..


"Karena itu jangan terlalu di pikirkan, aku gak mau kalau kamu sampai jatuh sakit. Selama kita bersama, semua pasti akan baik-baik aja. Percaya sama aku yaa.." ujar Bayu menyakinkan Maya untuk bisa tetap tenang menjalani hubungan mereka yang entah sampai kapan bisa di sembunyikan.

__ADS_1


"Semoga aja Mas, aku cuma gak mau ada masalah yang timbul yang bisa membuat kita harus berpisah.." ucap Maya dengan raut wajah yang sedih, memikirkan bagaimana nasib hubungan percintaannya dengan Bayu kedepannya. Apakah bisa sampai ke jenjang pernikahan, atau harus berujung dengan perpisahan.


🐝


Di tempat yang lain, Risha juga tengah bertemu dengan Cindy di sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat Cindy tinggal. Namun sejak tadi Risha melihat wanitanya itu hanya asyik sendiri dengan ponselnya, tanpa peduli dengan keberadaan Risha di dekatnya.


"Apa kamu gak bisa berhenti dulu main handphonenya, Cin..? Aku ngajak kamu keluar bukan untuk kamu acuhkan seperti ini,mmmh.." ucapku yang menahan rasa kesal sejak tadi, karena niat untuk melepas rindu justru di abaikan begitu saja oleh Cindy..


"Iyaa maaf, aku cuma balas pesan teman aja kok. Yaa udah, jangan manyun gitu.." sahut Cindy sambil tersenyum.


"Memang teman yang mana..? Teman cewek atau cowok..? Terus ngomongin apa..?" tanyaku menyelidik, karena tidak biasanya Cindy sibuk dengan ponselnya saat sedang bersamaku.


"Kamu gak kenal sama orangnya, ngomong biasa aja. Lagi apa, ada dimana dan sama siapa. Yaa cuma gitu-gitu aja, udahlah gak usah cemburu apa lagi mikir yang bukan-bukan.." ujar Cindy..


"Yaa wajar kalau aku cemburu atau mikir yang bukan-bukan, karena aku sayang dan takut kehilangan kamu, Cindy.."


"Terus kamu pikir aku gak cemburu atau mikir yang bukan-bukan gitu, di saat kamu lagi bersama dengan suami kamu itu. Apa lagi sekarang kalian cuma tinggal berdua.." sahut Cindy yang mulai merasa kesal.


"Yaa udahlah, aku mau cemburu gimana juga gak akan merubah apa-apa. Terus kapan kalian berdua akan bercerai..? Atau jangan-jangan kalian berdua udah saling jatuh cinta..?!" tanya Cindy dengan sesuka hati.


"Gaklah Cindy, aku cuma sayang dan cinta sama kamu aja. Pernikahan kami itu kan cuma status, aku gak pernah menganggap dia sebagai suami atau sebaliknya.."


"Kalau gitu, kapan kalian berdua akan bercerai..? Walaupun kamu sayang dan cintanya sama aku, tapi tetap aja kamu hidup bersama dengan orang lain. Kamu pikir enak apa di posisi aku, nahan cemburu dan rindu. Sedangkan kamu sama orang lain di sana.." ujar Cindy..


"Iyaa aku ngerti, tapi kamu juga harus sabar, Cin.. Secepatnya akan aku urus kok, tolong kamu ngertiin posisi aku juga yaa, Sayang.."


"Yaa udahlah, terserah kamu aja. Aku udah males dan bosan denger omongan kamu itu.." balas Cindy sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berlalu pergi begitu saja.


"Tunggu, Cindy..!" teriak ku sambil mengejar Cindy yang tidak peduli.


🐝


🐝

__ADS_1


Malam harinya,


Risha yang melihat Bayu sedang duduk termenung di kursi depan teras berjalan mendekati, lalu dengan sengaja menepuk bahunya.


"Ehh,, copot copot..!" teriak Bayu saat sese'orang menepuk bahunya, lalu menoleh ke arah belakang. "Kamu ini Ris, iseng banget sih. Untung gak beneran copot nih jantung..!" seru Bayu sambil mengelus dada.


"Hehee,,lagian suruh siapa bengong, udah kaya orang di tinggal pacar aja.."


"Siapa yang bengong..?! Orang aku lihat bintang-bintang di langit.." sahut Bayu sembari melihat ke arah langit.


"Lihat bintang apaan coba, langitnya lagi mendung juga. Ngarang aja nih orang.." ucapku sambil menatap Bayu yang terlihat jadi salah tingkah dan malu sendiri.


"Tapi tadi ada bintang kok, mungkin sekarang bintangnya lagi ngumpet.." balas Bayu..


"Mmmh,, terserah kamu ajalah Bay.." ucapku sambil duduk tidak jauh darinya.


"Oh yaa Ris, aku pengen jujur sesuatu sama kamu.." ucap Bayu dengan wajah serius.


"Iyaa Bay, ngomong aja.."


"Tapi janji dulu, kamu jangan marah dan jangan bilang-bilang ke Mamaa dan Papaa atau Ayu.." pinta Bayu..


"Iyaa iyaa aku janji, yaa udah ngomong sekarang.."


"Tapi Ris, kapan-kapan aja deh aku ngomongnya,hee.." ucap Bayu yang langsung bangkit dari tempat duduknya dengan terburu-buru, lalu segera masuk ke dalam rumah.


"Dasar nih orang yaa, udah di tungguin juga. Ayo ngomong..!" aku berlari kecil menuju ke arah Bayu yang terlihat hendak masuk ke dalam kamarnya dengan tertawa terkekeh-kekeh karena sudah berhasil mengerjaiku.


"Maaf yaa Ris, ternyata aku belum berani untuk ngomong jujur sama kamu tentang hubungan aku dan Maya,mmmh.." gumam Bayu dalam hati, lalu menarik nafasnya dan segera mengunci pintu kamar...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2