
"Maaf yaa Ris, tadi aku gak bisa bantuin kamu untuk ngomong ke Mamaa.. Kamu lihat sendiri kan gimana reaksi Mamaa dan Kak Bayu yang langsung marah, saat mendengar permintaan dari kamu untuk meringankan atau mencabut tuntutan ke Andre.." ucap Ayu yang kini masih berada di kamar Risha..
"Iyaa Ayu, gak apa-apa kok. Bayu dari dulu memang seperti itu, pasti akan terbawa emosi jika menyangkut tentang apa yang dia memang gak suka atau gak terima. Aku akan pakai cara yang lain aja.." sahut Risha sembari tersenyum penuh arti.
"Memang apa rencana yang lain itu, Ris..?" tanya Ayu yang merasa penasaran dengan apa lagi yang akan di rencanakan oleh Risha..
"Sini Yu, aku bisikin ke kamu.." balas Risha pada Ayu yang langsung mendekat ke arahnya.
"Kamu yakin rencana itu bisa berhasil, Ris..? Kita gak mungkin bisa untuk buat dokter keluarga kita ikut dalam rencana ini, dia pasti akan berpihak pada Mamaa dan Papaa.." ujar Ayu menanggapi rencana Risha..
"Iyaa Ayu, aku tau itu. Tapi aku gak akan membiarkan dokter itu tau soal rencana ini, nanti cukup kamu arahkan aja agar dokter itu bisa masuk ke dalam rencana kita. Aku yakin, kita pasti berhasil.."
Sahut Risha dengan penuh keyakinan, karena Ia tidak ingin membuat Ibu Rumi merasa kecewa jika tidak bisa memenuhi permintaannya. Namun, bukan hal itu yang menjadi satu-satunya alasan Risha ingin membuat Andre bisa segera bebas. Tapi karena ada sesuatu yang berhubungan dengan Cindy, wanita yang saat ini masih Ia sayangi.
Sementara itu di ruangan yang lain, tampak Bayu dan Maya tengah berdebat mengenai permintaan Risha yang ingin agar tuntutan terhadap Andre bisa segera di cabut. Jika Maya menyetujuinya, berbeda halnya dengan Bayu yang menentang keras permintaan dari mantan istrinya itu.
"Kamu kenapa jadi membela laki-laki brengxxx itu sekarang, May..? Kamu gak lupa kan dengan apa yang udah dia lakukan sama kamu dan juga Risha..?!" tanya Bayu dengan menahan emosi dan amarah dalam hatinya yang sejak tadi begitu menggebu, bagaimana tidak marah dan emosi jika istrinya sendiri bahkan mendukung permintaan Risha yang juga menginginkan kebebasan Andre..
"Aku gak membelanya Mas, ini cuma semata-mata karena atas dasar rasa kemanusiaan aja. Kamu tau sendiri kan kalau Ibu Rumi cuma memiliki Andre sebagai satu-satunya keluarga, lagi pula sekarang keadaan Risha udah baik-baik aja. Andre juga udah menyesali perbuatannya.." ujar Maya yang tidak ingin suaminya itu menjadi salah paham.
"Jangan sebut nama laki-laki itu, aku gak suka. Aku dan Mamaa gak akan mau mencabut tuntutan yang udah di buat, karena dia memang pantas menerimanya.." sahut Bayu dengan nada kesal.
__ADS_1
"Percuma ngomong panjang lebar sama kamu, Mas.. Hati kamu masih di penuhi dengan rasa benci dan dendam.." ucap Maya sembari berlalu pergi dari hadapan Bayu..
"Tunggu, May..! Aku gak benci dan dendam, aku cuma belum bisa memaafkan orang yang udah berusaha untuk mencelakai kamu dan Risha.." sahut Bayu seraya menarik nafasnya dengan dalam, lalu mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Kamu kenapa, Bay..? Apa kamu bertengkar dengan Maya..?" tiba-tiba terdengar sebuah suara yang ternyata adalah Papaa yang datang menghampiri Bayu..
"Ehh,, Papaa ngagetin aja,mmmh.. Aku dan Maya gak berantem kok Paa, mungkin cuma salah paham aja.." jawab Bayu..
"Apa ini ada kaitannya dengan permintaan dari Risha itu..?" tanya Papaa mencoba menebak apa yang sedang terjadi antara putra dan menantunya itu.
"Apa Papaa juga setuju dengan permintaan Risha untuk mencabut tuntutan Andre..?" tanya Bayu tanpa menjawab pertanyaan dari Papaa-nya.
"Kamu ini Bay, Papaa tanya kok malah kamu balik bertanya.." sahut Papaa sembari menepuk pundak Bayu..
"Tapi aku gak mau kalau Andre sampai di bebaskan, Paa..! Sekalipun saat ini keadaan Risha udah membaik, tapi aku tetap gak bisa melupakan apa yang udah Andre lakukan.." ujar Bayu..
"Papaa bisa mengerti itu, tapi kamu juga jangan terlalu memikirkannya. Apa lagi sampai membuat hubungan kamu dan Maya jadi tidak baik, pasti akan ada jalan keluar untuk semua masalah yang terjadi.."
Setelah mengatakan itu, Papaa pun bangkit dari tempat duduknya dan berlalu pergi meninggalkan Bayu yang terlihat seolah sedang memikirkan apa yang barusan Papaa katakan padanya. Ia pun segera beranjak dari ruangan itu, dan berjalan menuju ke arah kamar untuk menemui istri dan anaknya. Namun sesampainya di sana, kamar terlihat kosong tanpa ada satu orang pun di sana.
"Maya dan Rian kemana yaa, kok mereka gak ada di kamar..?" tanya Bayu seraya menutup kembali pintu kamarnya dan segera mencari keberadaan istrinya itu.
__ADS_1
🐝
"Apa kamu dan Bayu sedang bertengkar, May..?" tanya Mamaa pada Maya yang saat ini sedang berada di kamar miliknya bersama Rian yang sudah tertidur sejak tadi.
"Gak kok Maa, pengen tidur di sini aja bareng Mamaa.. Bolehkan, Maa..?" tanya Maya penuh penekanan dan berharap Ibu mertuanya itu tidak berpikir yang bukan-bukan, tentang apa alasan Ia memilih untuk tidur di kamar bersama Ibu mertuanya.
"Ohh,, syukurlah kalau begitu, Mamaa pikir kalian bertengkar. Yaa sudah kalau begitu, Mamaa mau tidur dulu. Kamu cepat nyusul, jangan sibuk main ponsel terus.." ucap Mamaa sembari menarik selimut hingga menutupi seluruh bagian tubuhnya.
Sedangkan di kamar lainnya, terlihat Bayu yang sejak tadi terkena omelan dari Papaa-nya di karenakan harus tidur bersamanya.
"Mau sampai kapan sih Paa ngomelnya..? Mending kita tidur aja, lagi pula aku juga gak tau kalau Maya bakal tidur di kamar Mamaa.." ucap Bayu sambil menghela nafasnya.
"Itu karena kamu sudah membuat Maya merasa marah dan kesal, makanya dia memilih untuk tidur dengan Mamaa kamu. Kalian yang bertengkar, tapi Papaa yang kena imbasnya.."
"Iyaa maaf Paa, cuma untuk malam ini aja. Besok aku akan ajak Maya untuk pulang ke rumah Ayah Rama,mmmh.." sahut Bayu..
"Papaa sama sekali tidak keberatan kalau kalian mau tinggal di sini lebih lama, tapi jangan sampai komunikasi dan hubungan kalian jadi seperti sekarang ini. Kamu itu laki-laki dan se'orang suami, kamu harus banyak mengalah sama Maya. Jangan bersikap terlalu keras terhadapnya.." ujar Papaa memberikan petuahnya.
"Tapi aku juga punya pemikiran dan pendapat sendiri, Paa.. Aku gak mau berpura-pura setuju dan terima gitu aja dengan apa yang aku gak suka.." sahut Bayu..
"Iyaa Papaa tau, tapi kalau pada akhirnya itu membuat hubungan kamu dan Maya jadi renggang bagaimana..? Apa kamu akan tetap bersikap seperti itu juga..?" tanya Papaa yang membuat Bayu akhirnya terdiam dan mulai berpikir, tentang apa yang di katakan oleh Papaa-nya barusan...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐