
Setelah tiba di rumah sakit, Risha langsung di tangani oleh dokter keluarga yang biasa menangani keluarga besarnya. Terlihat semua orang tampak cemas, menunggu dokter keluar dari ruangan tempat Risha di rawat.
"Bagaimana keadaan Risha, Dok..?" tanya Mamaa saat melihat dokter yang memeriksa keadaan Risha baru saja keluar.
"Keadaan Risha baik-baik saja Bu, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Hanya saja, Risha harus di rawat inap dalam waktu beberapa hari untuk memulihkan kondisi fisiknya yang masih lemah.." jelas dokter memberikan penjelasan tentang kondisi Risha saat ini.
"Iyaa Dok, tolong berikan perawatan yang terbaik untuk Risha. Tapi apa yang menyebabkan kondisi fisiknya lemah, Dok..?" tanya Mamaa yang merasa aneh, karena selama ini yang Ia tahu Risha selalu menjaga kesehatannya.
"Dari hasil pemeriksaan, Risha mengalami dehidrasi dan kekurangan asupan makanan dalam beberapa hari terakhir ini. Selain itu juga tingkat stres yang di alami Risha juga cukup tinggi, jadi untuk sekarang usahakan agar dia tidak banyak pikiran.." ujar dokter..
"Iyaa Dok, saya mengerti. Apa sekarang kami boleh masuk ke dalam untuk melihat keadaannya..?"
"Iyaa boleh Bu, silahkan. Tapi saat ini Risha sedang tidur, mungkin karena pengaruh dari obat yang tadi saya berikan. Saya permisi dulu Bu, Pak.." ucap dokter seraya berlalu pergi meninggalkan semua orang yang langsung masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi Risha, kecuali Bayu dan Maya yang memilih untuk menunggu di luar.
"Mas,, kenapa kita gak ikut masuk aja..? Aku pengen lihat keadaan Risha, kasian dia.." ucap Maya yang merasa bersalah, karena berpikir bahwa dirinyalah yang menjadi penyebab Risha jadi seperti itu.
"Iyaa nanti kita masuk, tapi sebelum itu ada yang mau aku tanyakan sama kamu, May.." sahut Bayu..
"Memang kamu mau tanya apa, Mas..?"
"Apa benar apa yang di katakan sama Risha, kalau kamu sekarang lagi hamil..? Kenapa kamu gak mau ngasih tau aku, May..?" tanya Bayu dengan raut wajah yang kecewa tapi juga bahagia.
"Aku gak hamil Mas, aku juga gak tau kenapa Risha bisa ngomong seperti itu.." jawab Maya yang merasa bingung sendiri, karena Ia tidak merasa bahwa Ia sedang hamil.
"Apa jangan-jangan, Risha sengaja ngomong seperti itu supaya Mamaa dan Papaa mau menerima kamu..?" ucap Bayu yang mencoba memikirkan sesuatu.
"Aku juga gak tau Mas, lebih baik nanti kita tanyakan langsung sama Risha kalau dia udah sadar. Sekarang, ayo kita masuk ke dalam, Mas.." ajak Maya sambil menarik tangan Bayu, namun belum sempat Bayu menjawab tiba-tiba Ayu datang menghampiri mereka.
"Ayu,, gimana keadaan Risha sekarang..?" tanya Bayu..
"Risha baik-baik saja Kak, sekarang dia lagi tidur. Lebih baik kalian berdua pulang, biar Mamaa dan Papaa yang menjaga Risha di sini. aku juga mau pulang dulu Kak untuk mengambil pakaian ganti untuk Mamaa sama Papaa dan juga Risha.." ujar Ayu pada Bayu, dan kini ketiganya memilih untuk kembali pulang dengan arah yang berlawanan.
__ADS_1
🐝
Sementara itu di sebuah ruang rawat VIP, terlihat Mamaa dan Papaa, tengah menemani Risha yang masih tertidur dengan pulas karena pengaruh obat dari dokter. Keduanya kini saling berpandangan, dengan raut wajah yang sedih melihat keadaan Risha dan karena semua yang sudah terjadi beberapa jam yang lalu.
"Keadaan Risha seperti ini, pasti karena dia stres memikirkan hubungan Bayu dengan perempuan itu, Paa.." ucap Mamaa sembari membelai lembut rambut Risha, lalu menggenggam tangannya.
"Papaa juga berpikir seperti itu Maa, tapi mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. Risha dan Bayu sudah resmi bercerai, sekarang Bayu juga sudah menikah dengan perempuan yang dia cintai selama ini.." sahut Papaa yang perlahan mulai menerima semua kenyataannya, meski dalam hati Ia masih merasa sangat kecewa terhadap Bayu yang selama ini Ia percaya bisa membahagiakan Risha. Tapi yang terjadi, justru malah sebaliknya.
"Lalu bagaimana nanti dengan Risha, Paa..? Dia pasti merasa berat menjalani hidup dengan statusnya sebagai se'orang janda muda, padahal pernikahan mereka baru hitungan bulan. Tapi sekarang sudah bercerai, maafkan Mamaa yaa, Sayang.." ucap Mamaa seraya mencium kening Risha, lalu menyeka air matanya yang sempat terjatuh di wajah Risha..
"Risha yang seharusnya minta maaf sama Mamaa dan Papaa, karena sudah mengecewakan kalian. Terutama Bunda sama Ayah.." gumam Risha dalam hati, yang beberapa saat yang lalu sebenarnya telah terbangun. Namun karena mendengar Mamaa dan Papaa sedang berbicara, Ia pun tetap memilih untuk memejamkan matanya.
"Lalu bagaimana dengan Maya..? Apa Mamaa tidak mau menerima dia sebagai menantu kita..?" tanya Papaa..
"Jangan sebut nama perempuan penggoda itu, Paa.. Mamaa tidak suka, dan Mamaa juga tidak ingin Ia menjadi bagian dari keluarga kita.." jawab Mamaa yang masih tidak terima dengan hubungan Bayu dan Maya..
"Tapi saat ini dia sedang mengandung anak Bayu, calon cucu kita, Maa.."
Degg..
"Mamaa tidak peduli, setelah anak itu lahir kita akan mengambilnya, Paa.. Dan menjauhkan Bayu dari perempuan itu.." ucap Mamaa pada Papaa yang hanya menghela nafasnya dengan berat. Sedangkan Risha yang mendengar itu, merasa sedih dan tidak terima jika Bayu dan Maya harus di pisahkan.
"Kasian Bayu dan Maya jika harus di pisahkan, aku akan membantu mereka.." ucap Risha dalam hati, sembari mencoba untuk bisa tidur kembali. Karena Ia masih merasakan lemas pada tubuhnya, terlebih saat memikirkan semua yang akan terjadi nantinya membuat kepalanya terasa pusing. Namun usaha Risha untuk kembali tidur gagal, saat tiba-tiba ada suara pintu terbuka.
"Kamu udah datang, Yu.."
"Iyaa Maa, sekarang Mamaa sama Papaa ganti baju dulu yaa, biar aku yang jagain Risha di sini.." ucap Ayu sambil menyerahkan sebuah tas berisi pakaian pada kedua orang tuanya.
Setelah kedua orang tuanya pergi untuk berganti pakaian, Ayu pun segera menutup pintu dan langsung menghampiri Risha yang masih terlihat tidur. Lalu Ayu mencoba menepuk-nepuk bahu Risha, sambil memanggil namanya.
"Ris,, Risha bangun..! Tidur terus sih ini anak dari tadi.." ucap Ayu..
__ADS_1
"Apa sih Yu, gangguin aja.."
"Setan ehh setan..! Yaa ampun, Ris..! Kamu buat kaget aja, kirain beneran tidur.." ucap Ayu sembari mengelus dadanya.
"Tadinya memang mau tidur, ehh kamu manggil aku terus. Yaa udah, gak jadi.." sahut Risha..
"Aku mau tanya sesuatu sama kamu, Ris.. Itu beneran Kak Maya lagi hamil..?" tanya Ayu yang merasa penasaran, karena tadinya Ia ingin bertanya langsung pada Bayu dan Maya tapi niat itu Ia urungkan.
"Aku juga gak tau Ayu, apa Maya lagi hamil atau gak.." jawab Risha dengan santainya.
"Kok gak tau sih, Ris..? Bukannya kamu sendiri yang bilang, kalau Kak Maya lagi hamil anak Kak Bayu.." tanya Ayu yang justru merasa bingung dengan jawaban Risha..
"Yaa kan itu aku cuma ngarang aja, Yu.."
Pletakk..
"Auww,, sakit tau Yu, main sentil aja.." rengek Risha saat Ayu menyentil keningnya.
"Lagian kamu, Ris.. Sembarangan aja kalau ngomong, kalau Mamaa dan Papaa tau Kak Maya gak hamil gimana coba..?! Pasti semakin kecewa dan marah besar.." ujar Ayu sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Risha yang kadang di luar dugaan itu.
"Nanti lama-lama juga Maya hamil Yu, udah tenang aja. Sekarang aku butuh bantuan kamu.."
"Bantuan apa lagi, Ris..?" tanya Ayu..
"Kamu bujuk Mamaa sama Papaa untuk pulang yaa, biar kamu aja yang jagain aku di sini.." pinta Risha..
"Yaa udah nanti aku ngomong sama Mamaa dan Papaa, terus kalau mereka gak mau gimana, Ris..?"
"Pokoknya harus mau, aku gak mau tau yaa.." sahut Risha..
"Dasar nih anak yaa, pemaksa..!" seru Ayu yang ingin kembali menyentil kening Risha, namun Risha segera menghindarinya...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐