
Sudah beberapa hari ini, Andre mendatangi kebun bunga milik Rama. Ia sengaja melakukan itu hanya untuk bisa lebih dekat dengan Rama, lalu setelah itu melancarkan tujuan yang telah Ia rencanakan sebelumnya.
"Om senang sekali kamu mau datang dan membantu Om di sini, Dre.." ucap Rama dengan tersenyum ramah, karena dengan kehadiran Andre di sana membuatnya tidak merasa kesepian dan sekaligus memiliki teman untuk bercerita.
"Iyaa Om, aku juga senang bisa membantu Om di sini walaupun cuma sebentar. Kebetulan kita memiliki hobi yang sama, sama-sama menyukai bunga dan tanaman.." sahut Andre sambil tersenyum tipis.
"Oh yaa Andre, apa kamu sudah memiliki pacar..? Atau mungkin sudah menikah..?" tanya Rama yang ingin tahu lebih banyak tentang pria yang ada di hadapannya itu.
"Belum keduanya Om,hee.. Menyedihkan bukan.." jawab Andre sambil tertawa kecil.
"Apa kamu serius, Andre..? Tidak mungkin laki-laki setampan dan sebaik kamu masih belum memiliki pacar, rasanya sulit untuk di percaya.." ujar Rama..
"Om terlalu berlebihan memujiku, tapi memang kenyataannya aku masih sendiri, Om.." sahut Andre meyakinkan.
"Atau mungkin saat ini kamu sedang menyukai sese'orang..? Maaf yaa, kalau Om sedikit ingin tau,hee.." ucap Rama yang merasa tidak enak, karena sudah bertanya tentang hal pribadi pada Andre..
"Gak apa-apa kok Om, dari dulu aku memang menyukai se'orang wanita. Tapi dia menolak cinta aku, dan memilih untuk bersama dengan pria lain, Om.." jelas Andre..
"Jadi seperti itu ceritanya,mmm.. Rugi sekali wanita yang sudah menolak cinta kamu itu, Andre.. Tapi yaa sudahlah, kamu tidak perlu sedih. Karena Om yakin, suatu saat nanti pasti akan ada wanita baik yang bisa membalas perasaan cinta kamu. Om juga punya anak perempuan, tapi sayangnya dia juga sudah punya pacar. Kalau masih sendiri, mungkin akan Om jodohkan sama kamu,hee.."
Ujar Rama, yang membuat Andre seperti mendapat angin segar untuk bisa mewujudkan keinginannya selama ini. Andre pun tersenyum, lalu kembali melanjutkan sandiwaranya.
"Ohh,, jadi Om punya anak perempuan, pasti dia cantik banget yaa, Om..?" tanya Andre..
"Iyaa Andre, namanya Maya dan dia memang sangat cantik. Sama seperti Ibunya, bahkan wajah mereka berdua juga begitu mirip sekali. Siang ini juga anak Om itu mau datang ke sini, untuk mengantarkan makan siang buat Om.. Jadi nanti kalian bisa berkenalan.." ujar Rama..
"Hahh..? Iyaa Om, tapi maaf aku kayanya harus pergi sekarang Om.. Soalnya mau jenguk teman yang lagi di rawat di rumah sakit, besok-besok aku datang ke sini lagi yaa, Om.." ucap Andre yang bangkit dari tempat duduknya, lalu berpamitan pada Rama dan berlalu pergi dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
"Jangan sampai Maya tau kalau aku ada di sini, bisa kacau nanti semua rencana aku.." gumam Andre dalam hati, lalu bergegas pergi dengan mengendarai sepeda motornya.
"Andre memang laki-laki yang baik, suka membantu orang lain dan peduli terhadap temannya yang sedang sakit.." ucap Rama sambil tersenyum, tanpa tahu bahwa laki-laki yang baru saja Ia puji itu memiliki niat dan tujuan yang tidak baik pada keluarganya.
"Ayah..! Aku datang,hee.." seru Maya yang baru saja tiba, lalu mencium punggung tangan Rama..
"Kamu ini May, buat Ayah kaget saja. Untung jantung Ayah masih kuat, jadi tidak langsung copot.." ujar Rama sembari mengelus dada.
"Iyaa iyaa, Maya minta maaf.. Kan gak sengaja, habis Ayah bengong aja sih. Sampai gak sadar kalau Maya datang, sekarang Ayah makan dulu yaa.." ucap Maya sambil mengeluarkan kotak makanan, yang berisi lauk dan sayur kesukaan Ayahnya.
"Kita makan bareng yaa, kamu pasti belum makan.." seru Rama yang tahu kebiasaan putrinya itu, yang rela menahan rasa lapar hanya karena memilih untuk bisa makan bersama dengan dirinya. Keduanya pun menikmati makan siangnya, sambil menikmati pemandangan indah yang di suguhkan oleh setiap tanaman dan bunga-bunga di sekeliling mereka.
🐝
Sementara itu di sisi lain, Risha yang baru saja menyelesaikan pekerjaan menulisnya. Kini duduk di kursi seraya menatap ke arah jendela, rasa sepi dan bosan tiba-tiba saja menyelimuti hatinya. Lalu Ia pun berniat untuk menghubungi Cindy, namun entah kenapa beberapa hari ini nomor wanitanya itu tidak bisa di hubungi. Hingga akhirnya, Risha memilih untuk mendatangi kost-an Cindy..
Namun setelah tiba di sana, Risha tidak menemukan tanda-tanda bahwa Cindy ada di dalam kost-annya. Hingga sese'orang wanita pemilik kost-an menghampiri Risha dan mengatakan, bahwa Cindy baru saja pergi dengan se'orang laki-laki. Mendengar hal itu, membuat Risha langsung merasa cemburu dan berpikir yang bukan-bukan tentang Cindy..
Setibanya di rumah, Risha langsung di sambut oleh Ayu yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi. Risha pun segera mengajak Ayu untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu, lalu bertanya tentang apa yang membuat Ayu datang mengunjungi tanpa terlebih dulu memberitahunya.
"Tumben kamu datang ke rumah gak bilang-bilang dulu, Yu..? Ada sesuatu yang penting kah..?" tanyaku pada Ayu..
"Sengaja gak bilang dulu, biar kamu kaget gitu,hee.." jawab Ayu..
"Mmmhh,, oh gitu, tapi aku kan gak kaget, malah ngerasa aneh aja gitu. Pasti ada maunya nih, iyaa kan..?! Ayo ngomong..!"
"Hehee,, gak juga sih tapi memang iyaa juga,hee.. Bantuin aku promosikan pakaian-pakaian yang ada di butik donk Ris, kamu kan banyak koneksi tuh. Bantuin yaa yaa yaah.." bujuk Ayu seraya memohon.
__ADS_1
"Ohh,, jadi karena itu kamu datang, yaa udah deh nanti aku bantuin. Kamu kirim aja semua contohnya.."
"Terimakasih yaa Ris, kamu memang yang bisa di andalkan,hee.." seru Ayu yang terlihat sangat gembira.
"Iyaa sama-sama Yu,mmmh.."
"Kamu kenapa sih Ris, kok manyun gitu..? Lagi berantem yaa sama Kak Bayu..? Atau sama Cindy..? Ayo cerita donk, aku udah lama gak denger cerita kamu lagi berantem,hahaa.." ledek Ayu yang langsung mendapat tatapan tajam dariku.
"Seneng banget yaa kalau aku berantem, dasar jahit nih orang..!"
"Siapa yang jahit..? Gak ada yang lagi jahit di sini, Ris.." ucap Ayu seraya melihat ke sekeliling ruangan, dengan perasaan bingung.
"Maksud aku itu jahat lho, cuma di perhalus jadinya jahit gitu,mmmh.."
"Ohh,, kirain siapa tadi, yaa udah ayo buruan cerita, Ris.."
"Aku lagi gak enak hati Yu, tadi aku ke kost-an Cindy tapi dia gak ada. Terus kata Ibu pemilik kost-an, Cindy lagi pergi sama laki-laki. Entahlah siapa laki-laki itu.." ucapku sambil menarik nafas dalam, ada rasa cemburu dan khawatir yang sejak tadi aku rasakan. Karena tidak biasanya Cindy pergi, tapi tidak memberitahuku sama sekali.
"Apa jangan-jangan laki-laki itu pacarnya Cindy, Ris..?" ucap Ayu yang membuat hatiku jadi semakin kacau.
"Entahlah Yu, aku gak tau. Yaa udahlah, sekarang kamu pulang aja. Aku jadi pusing nih mikirin apa yang kamu omongin tadi.."
"Yaa maaf, kamu jangan banyak pikiran, Ris.. Apapun itu, nanti juga bakal terungkap dengan sendirinya. Yaa udah kalau gitu, aku pamit pulang yaa.. Udah sore juga nih, sebentar lagi juga Kak Bayu pasti pulang.." ujar Ayu..
"Kamu hati-hati di jalan yaa, nanti kabari kalau udah sampai di rumah. Jangan lupa, titip salam buat Mamaa sama Papaa.."
"Siap, boss..!" sahut Ayu yang langsung berjalan menuju ke arah pintu keluar, sambil melambaikan tangannya dan tersenyum menatapku...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐