Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Bersembunyi


__ADS_3

Andre yang kini merasa ketakutan atas perbuatannya, sedang mencari tempat untuk bersembunyi. Namun Ia teringat pada Ibunya yang saat ini masih berada di rumah sakit. Ia pun segera pergi untuk menemui Cindy, dengan perasaan yang cemas dan takut.


Tokk,, tokk,, tokkk..


Perlahan pintu pun terbuka, dan terlihat Cindy dengan raut wajah yang bingung melihat keadaan Andre yang tampak ketakutan dengan keringat dingin mengucur di wajahnya.


"Mau apa lagi kamu ke sini, Andre..? Bukannya semua udah jelas kalau aku gak menerima pertanggungjawaban dari kamu.." ucap Cindy yang lagi-lagi di buat kesal oleh Andre, namun Cindy tidak mengetahui bahwa kedatangan Andre kali ini dengan niat dan tujuan yang berbeda.


"Bukan karena itu Cindy, aku datang ke sini karena ingin meminta bantuan dari kamu. Aku gak tau lagi harus minta pertolongan sama siapa.." sahut Andre dengan tangan yang gemetar, seraya melihat ke sekeliling dengan perasaan takut.


"Memang kamu mau minta tolong apa..?" tanya Cindy dengan perasaan yang tidak enak.


"Kita ngobrol di dalam aja yaa, Cindy.." sahut Andre yang langsung masuk ke dalam kost-an Cindy begitu saja, sebelum Cindy sempat mempersilahkannya.


"Sekarang ayo, cepat katakan..!" seru Cindy yang sudah tidak sabar dengan apa yang ingin Andre katakan, karena Ia tidak mau Andre berlama-lama ada di dalam kost-annya.


"Saat ini Ibu aku masih di rawat di rumah sakit, karena sebelumnya baru selesai menjalani operasi. Tapi sekarang mendadak aku ada urusan penting yang harus di selesaikan, karena itu aku minta tolong sama kamu untuk melihat dan menjaga Ibu untuk sementara waktu.." ujar Andre..


"Kenapa harus aku..?!" tanya Cindy sambil menarik nafasnya dengan kasar, karena sampai sekarang pun Ia masih belum bisa terlepas dari Andre. Terlebih kini laki-laki itu datang kembali untuk meminta pertolongan darinya.


"Karena cuma kamu yang aku punya Cindy, aku benar-benar minta tolong sama kamu.." pinta Andre sambil memohon, karena Ia tidak tahu lagi harus menitipkan Ibunya pada siapa. Sejak Ayahnya meninggal, saudara dan keluarganya perlahan menjauh. Terlebih saat perusahaan yang di kelola oleh Ayahnya mengalami kebangkrutan, membuat semua orang yang Ia kenal semakin tidak peduli padanya.

__ADS_1


"Aku sibuk sama pekerjaanku, lebih baik kamu cari orang lain aja untuk menjaga Ibu kamu.." sahut Cindy yang tidak ingin terlibat lebih jauh dengan laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya itu.


"Aku mohon Cindy, untuk kali ini aja tolong bantu aku. Cuma kamu yang aku punya dan percaya.." ucap Andre memohon sembari memegangi kaki Cindy, membuat Cindy pada akhirnya pun merasa kasihan dan luluh.


"Jangan seperti ini Andre, kamu cepat bangun. Iyaa aku akan bantuin kamu untuk menjaga Ibu kamu di rumah sakit.." ujar Cindy sambil menghela nafas berat, karena Ia tidak punya pilihan lain selain mengiyakan permintaan Andre agar laki-laki itu segera pergi dari kost-annya.


"Terimakasih Cindy, terimakasih banyak.." ucap Andre seraya menggenggam tangan Cindy dengan erat. "Ini alamat rumah sakit dan ruangan tempat Ibu di rawat, sekarang aku pergi dulu.."


Andre pun bergegas keluar dan pergi dari tempat itu, meninggalkan Cindy yang masih menatapnya dengan tatapan penuh tanya. "Kenapa aku merasa, bahwa Andre akan ada di dalam hidup aku dalam waktu yang lama. Perasaan apa ini,mmmh.." gumam Cindy dalam hati, lalu segera masuk ke dalam dan menutup pintu kost-annya.


Andre yang kini telah tiba di depan sebuah rumah sakit, berniat untuk masuk ke dalam. Namun niat itu Ia urungkan, saat melihat ada beberapa orang polisi yang sedang berjalan mondar-mandir tepat di depan rumah sakit itu.


"Sial..! Kenapa polisi sudah ada di sini.." gumam Andre yang langsung memutuskan untuk segera pergi menjauh dari tempat itu, karena Ia tidak ingin polisi melihat dirinya ada di sana.


🐝


Dua jam setelah kepergian Andre, Cindy memutuskan untuk pergi ke rumah sakit melihat Ibunya Andre yang masih di rawat di sana. Namun setibanya di rumah sakit, Cindy melihat ada beberapa orang polisi yang sedang berjaga di depan ruangan tempat Ibunya Andre di rawat. Karena tidak ingin terlibat masalah, Ia pun mengurungkan niatnya lalu segera pergi dari sana.


"Aku harus cari tau, sebenarnya apa yang terjadi pada Andre. Kenapa polisi sampai mencarinya.." ucap Cindy dalam hati, lalu mencari cara untuk bisa mendapatkan informasi tentang Andre..


Sementara itu di tempat yang lain, beberapa orang terlihat sangat cemas menunggu dokter selesai melakukan operasi pada Risha yang terluka parah di bagian kepala. Meski sudah beberapa jam berlalu, namun masih belum ada tanda bahwa operasi telah selesai di lakukan.

__ADS_1


"Kenapa operasinya lama sekali, Paa..? Apa Risha baik-baik saja di dalam..? Mamaa takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Risha.." ucap Mamaa yang kini kembali menangis tersedu-sedu, Papaa yang mendengar itu segera memeluk Mamaa dan menenangkannya.


Ayu dan Maya pun kini ikut menangis, dan keduanya saling memberi kekuatan dan semangat. Mereka percaya, bahwa Risha pasti akan baik-baik saja.


"Mamaa yang sabar yaa, Papaa yakin Risha akan baik-baik saja dan operasinya berhasil. Dia anak kita yang sangat kuat, Maa.." ujar Papaa yang berusaha untuk tetap terlihat tenang dan tegar, walaupun sebenarnya di dalam hati Ia merasa sangat sedih dan takut jika sampai kehilangan Risha..


Sedangkan Bayu yang sejak tadi hanya diam, kini tidak bisa lagi menahan air matanya. "Aku akan kasi pelajaran sama orang yang udah menabrak Risha.." ucap Bayu dalam hati sembari mengepalkan kedua tangannya, Ia benar-benar sangat sedih dan emosi saat mengingat bagaimana kondisi Risha yang terluka parah saat itu karena menyelamatkan Maya..


"Kak Bayu.." panggil Ayu perlahan.


"Iyaa Ayu, kenapa..?" tanya Bayu yang langsung menyeka air matanya.


"Lebih baik sekarang Kak Bayu anterin Kak Maya pulang yaa, kasian Kak Maya udah menunggu lama di sini. Dia butuh banyak istirahat Kak.." ucap Ayu mengingatkan Bayu..


"Kamu aja yang anterin Maya pulang yaa, sekalian kamu juga istirahat. Kakak mau nungguin operasi Risha selesai.." sahut Bayu dengan nada yang terdengar sedih.


"Kakak gak boleh seperti ini, Kak Maya itu butuh Kakak. Dia juga pasti cemas banget dengan keadaan Risha sekarang, cuma Kak Bayu yang bisa tenangin dia.." ujar Ayu sembari menarik nafasnya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Ayu barusan, membuat Bayu pun akhirnya sadar bahwa Ia harus lebih bisa menjaga Maya dengan lebih baik lagi. Karena Risha bisa sampai kecelakaan, itu juga karena Ia yang membiarkan Maya berjalan sendirian. Rasa bersalah dan menyesal kini menyelimuti hati Bayu, atas apa yang terjadi pada Risha saat ini...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2