
Setelah berusaha keras mencari keberadaan Cindy, akhirnya aku menemukan dimana tempat tinggal Cindy yang sekarang. Aku pun berniat untuk langsung menemuinya, di alamat yang sudah berhasil aku peroleh dari sese'orang yang bisa aku percaya.
Tokk,, tokk,, tokkk..
Tidak berselang lama, pintu pun perlahan terbuka. Terlihat se'orang wanita dengan raut wajah yang tampak terkejut, karena melihat diriku saat ini yang ada di hadapannya.
"Risha, kamu..! Kok kamu bisa ada di sini..? Tau darimana kalau aku tinggal di sini..?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Cindy.
"Apa kamu gak mau mempersilahkan aku untuk masuk dulu..?"
"Mmmm,, yaa udah ayo kita masuk dan ngobrol di dalam.." ajak Cindy padaku yang terlihat tidak begitu bersemangat, membuatku bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Cindy.
"Sekarang cepat kamu ngomong, ada perlu apa kamu ke sini mencari ku..?" tanya Cindy yang tidak ingin basa-basi.
Mendengar pertanyaannya itu, hatiku pun seketika merasa sedih. Karena itu bukan kata-kata yang aku harapkan darinya, setidaknya ucapan rindu dan penjelasan kenapa satu bulan ini Ia tidak ada kabar sama sekali.
"Kok kamu ngomongnya kaya gitu sih Sayang..? Memang kamu gak kangen apa sama aku, Cin..?! Karena aku kangen banget sama kamu.."
"Udahlah Ris, aku gak mau bertele-tele. Sekarang kamu ngomong aja, apa yang kamu mau dari aku..?" ucap Cindy yang kini terlihat sangat jauh berbeda, Ia tidak seperti Cindy yang dulu aku kenal.
"Aku cuma pengen tau, kenapa satu bulan ini kamu ngilang dari aku dan gak ada ngubungin aku sama sekali..?" tanyaku dengan hati-hati, karena tidak ingin membuatnya merasa tersinggung.
"Apa aku masih harus menjawabnya..? Kamu harusnya tau kenapa.." ucap Cindy yang justru balik bertanya.
"Aku tanya kamu, Cindy.. Kalau aku tau jawabannya, aku gak akan tanya sama kamu.."
__ADS_1
"Itu karena kamu udah menikah, jadi buat apa lagi aku teruskan hubungan kita..?!" sahut Cindy tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Tapi kamu tau dengan jelas, apa yang menjadi alasan aku untuk menikah. Dan di awal kita juga udah sepakat, untuk tetap melanjutkan hubungan kita apapun yang terjadi. Lagi pula pernikahanku cuma di atas kertas, dan aku bisa pastikan kalau itu gak akan berlangsung lama.." jelasku pada Cindy.
"Tapi sampai kapan, Ris..? Karena aku juga gak bisa membiarkan kamu hidup bersama dengan orang lain, hati aku sakit.." seru Cindy dengan nada kesal, seolah-olah Ia memang ingin menyerah dengan hubungan ini.
"Kamu yang sabar yaa Sayang, ini gak akan lama. Kamu mau kan menunggu aku, sampai kita bisa bersama lagi kaya dulu..?"
Cindy terdiam sejenak, Ia memikirkan tentang apa yang barusan aku katakan padanya. Dalam hati aku berharap, semoga Cindy juga bersedia untuk bertahan dan berjuang dalam hubungan ini.
"Baiklah, aku akan nungguin kamu. Dan selama menunggu itu, aku gak mau kita sering ketemu atau komunikasi. Aku gak mau menimbulkan masalah dalam pernikahan kamu, Ris.." ujar Cindy yang membuatku merasa sangat senang dan bisa bernafas lega.
"Terimakasih yaa Sayang, apapun itu aku akan ikuti. Yang penting kita tetap bersama.." ucapku seraya memeluk erat tubuh Cindy, wanita yang sangat aku rindukan.
"Sekarang lebih baik kamu pulang, aku mau istirahat.." seru Cindy padaku, dan mau tidak mau aku pun harus segera pergi. Meski sebenarnya aku masih sangat merindukannya, namun aku juga tidak bisa memaksa untuk bisa tetap ada di dekatnya.
🐝
🐝
"Cukup Mas, jangan seperti ini..! Gak enak di lihat sama orang.." seru wanita itu sembari berusaha melepaskan tangan Bayu yang masih enggan melepaskan tangannya.
"Aku gak peduli May, biarkan saja semua orang melihat dan tau apa yang aku lakukan. Karena aku benar-benar sangat mencintai kamu, dan gak mau berpisah dari kamu.."
Ucap Bayu pada wanita yang bernama Maya itu, Ia telah menjadi kekasih Bayu hampir dua tahun ini. Namun karena perjodohan Bayu dengan Risha, membuat hubungan keduanya di ambang kehancuran. Hal ini terjadi karena Maya memilih untuk mundur dan mengalah pada hubungannya dengan Bayu, dan berharap Bayu bisa lebih fokus menjalani pernikahannya.
__ADS_1
"Aku sayang dan cinta sama kamu, Mas Bayu.. Tapi aku juga gak bisa egois dengan tetap menjalin hubungan sama kamu, gimana perasaan orang tua kamu kalau mereka tau..? Terutama perasaan istri kamu, Mas.." ujar Maya sambil menyeka air mata yang sejak tadi menetes.
"Aku mohon sama kamu, May.. Tolong jangan tinggalin aku, aku sayang dan cinta banget sama kamu. Cuma kamu yang aku inginkan untuk jadi pendamping hidup aku, untuk masalah Mamaa Papaa dan Risha biar aku yang mengurusnya.." ucap Bayu sambil berlutut di hadapan Maya.
"Apa yang akan kamu lakukan, Mas..? Jangan sampai kamu menyakiti perasaan mereka, cuma karena aku, Mas.." pinta Maya yang menyadari bahwa jika Ia terus melanjutkan hubungannya dengan Bayu, itu pasti akan menyakiti hati banyak orang.
"Apa aku salah May, jika aku ingin memperjuangkan hubungan aku dengan wanita yang sangat aku cintai..?" tanya Bayu dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, membuat Maya hanya terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa, karena sejujurnya dalam hati Ia memang sangat ingin Bayu memperjuangkannya.
"Tapi Bay--"
"Tolong beri aku kesempatan dan waktu untuk membuktikan cintaku, May.. Kalau aku benar-benar serius ingin bersama kamu, kamu mau kan..?!" tanya Bayu dengan sangat berharap, Maya bisa melihat kesungguhan cintanya.
Maya menghela nafasnya dengan berat, Ia menatap ke arah mata Bayu. Di sana Ia bisa melihat dan merasakan kesungguhan dan ketulusan cinta Bayu, yang membuat Maya akhirnya mengambil keputusan sesuai dengan apa kata hatinya.
"Iyaa Mas Bayu, aku akan memberikan kamu kesempatan dan akan menunggu kamu. Tapi aku minta satu hal sama kamu, Mas.. Tolong kamu tetap jaga perasaan Mamaa Papaa dan Risha.." ucap Maya sambil menarik nafasnya, Ia berharap keputusan yang Ia ambil ini adalah benar.
"Iyaa Sayang, terimakasih yaa.. Aku pasti akan jaga perasaan mereka, dan perasaan kamu juga. Bantu aku untuk menjaga hubungan kita ini yaa, May.." pinta Bayu sambil ingin memeluk Maya, namun Maya langsung menolaknya.
"Nanti di lihat orang, Mas..! Kamu harus bisa menjaga semuanya.." seru Maya pada Bayu.
"Iyaa maaf Sayang,hee.. Sekarang kita baikan lagi yaa, jangan cuekin aku lagi.." ucap Bayu sambil tersenyum, dan menatap Maya dengan tatapan penuh cinta.
"Iyaa Mas, maafin aku yang gak bisa mengendalikan perasaan dan emosi.." sahut Maya yang belakangan ini sempat mengacuhkan Bayu karena rasa cemburu yang Ia rasakan.
"Iyaa May, aku bisa ngerti kok. Sekarang aku anterin kamu pulang yaa, udah sore. Besok kita ketemu lagi di sini.." ujar Bayu pada Maya yang hanya menganggukkan kepala, lalu keduanya pun bangkit dari tempat duduk dan berjalan menuju ke arah mobil milik Bayu yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berada...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐