Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Yang Di Takutkan Terjadi


__ADS_3

Bayu yang telah tiba di depan rumah Maya, segera mengetuk pintunya. Dengan senyuman yang sejak tadi terukir, di tambah rasa bahagia yang menyelimuti hatinya. Membuat dirinya tidak sabar, untuk segera bertemu dengan Maya dan juga Ayahnya. Tanpa pernah Ia tahu, tentang apa yang akan terjadi pada dirinya nanti.


Setelah pintu terbuka, Bayu di sambut baik dan hangat oleh Maya dan juga Ayahnya. Meski ada tatapan yang berbeda dari Rama, yang membuat Bayu seolah merasa ada sesuatu yang tidak biasa dari diri Rama. Namun Bayu tidak ingin berpikir terlalu jauh, Ia menganggap mungkin itu hanya perasaannya saja karena sudah lama tidak bertemu dengan Rama..


"Ayo kita makan malam dulu, Maya sudah menyiapkan makan malam untuk kita.." ajak Rama dengan tersenyum ramah, tapi siapa yang tahu bahwa senyumannya itu menahan rasa amarah yang sudah sejak tadi Ia tahan.


Kini ketiganya sedang menikmati makan malamnya masing-masing, semua awalnya memang berjalan dengan lancar seperti yang Maya dan Bayu harapkan. Bahkan saat makan malam mereka telah selesai, namun di saat ketiganya duduk di ruang tamu untuk berbincang-bincang. Seketika itu, suasana terasa berbeda dan tegang. Saat Rama memberikan beberapa foto pada Bayu, yang membuat Ia begitu sangat terkejut.


"Om tidak percaya, kalau kamu masih tetap bersama dengan Maya bahkan setelah kamu sudah menikah, Bayu.." ucap Rama sambil mengepalkan tangannya.


"Bayu bisa jelaskan ini semua Om, dan dari mana Om mendapatkan semua foto-foto ini..?" tanya Bayu dengan rasa cemas dalam hatinya, sembari menatap Maya yang juga terlihat ketakutan akan kemarahan Ayahnya.


"Kamu tidak perlu tau dari mana Om mendapatkannya, yang terpenting saat ini jangan pernah lagi kamu menemui Maya dan berhubungan dengannya. Kamu urus saja pernikahan kamu, dan jauhi putri Om..!" tegas Rama yang tidak ingin putrinya di sakiti terus-menerus oleh Bayu, meski Ia tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi.


"Bayu akui, Bayu memang udah menikah, Om.. Tapi--"


Plakk..


Belum sempat Bayu menyelesaikan perkataannya, sebuah tamparan yang cukup keras lebih dulu mendarat di pipi kirinya. Membuat darah segar pun mengalir dari sudut bibir Bayu, namun Ia tidak ingin menyerah untuk memberikan penjelasan pada Rama..


"Dengarkan dulu penjelasan aku, Om.."


Mendengar Bayu yang masih ingin membela diri, Rama berniat untuk kembali menamparnya sebagai hadiah kecil yang Ia siapkan. Namun segera di hentikan oleh Maya, karena tidak ingin melihat Bayu sampai babak belur nantinya.


"Cukup, Ayah..!" teriak Maya dengan air mata yang sejak tadi sudah terjatuh, karena melihat apa yang Ia takutkan kini telah terjadi.


"Tolong Ayah dengarkan dulu penjelasan dari Bayu, karena apa yang terjadi tidak seperti yang Ayah pikirkan.." ucap Maya yang kini ikut bersuara, karena Ia tidak ingin Rama menyalahkan Bayu begitu saja tanpa tahu cerita yang sebenarnya.


"Apa maksud kamu bicara seperti itu sama Ayah..? Atau jangan-jangan kamu sudah tau, kalau baji**** ini sudah menikah..?!" tanya Rama dengan nada emosi.


"Iyaa Ayah, Maya memang udah tau kalau Bayu udah menikah. Dan Ayah harus dengar dulu, kenapa Bayu--"

__ADS_1


"Cukup, Maya..! Ayah tidak mau mendengar penjelasan apapun dari kamu ataupun si penipu ini. Ayah benar-benar sangat kecewa..! Kenapa kamu masih mau menjalin hubungan dengan laki-laki, yang jelas-jelas sudah memiliki istri. Dimana harga diri kamu, Maya..?! Ayah menjaga kamu dari kecil, agar tidak di sakiti oleh siapapun. Tapi sekarang lihatlah, kamu justru membiarkan laki-laki baji**** ini menyakiti dan memperlakukan kamu se'enaknya..!" seru Rama sambil berusaha keras untuk tetap tenang, dan menahan emosinya agar tidak lepas kendali.


"Maya minta maaf, Ayah.." ucap Maya lirih, dengan wajah tertunduk karena merasa bersalah dan juga sedih.


"Sekarang kamu pergi dari sini..! Dan jangan pernah menunjukkan muka kamu lagi..!" seru Rama sembari menarik tangan Bayu dan mendorongnya keluar dari rumah, lalu segera menutup pintu dengan keras.


Bayu yang bisa mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Rama, akhirnya memilih untuk mengalah dan melangkah pergi. Sedangkan Maya yang melihat Bayu di perlakukan seperti itu oleh Ayahnya, hanya terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa. Untuk mendekati Rama saja Ia merasa sangat takut, dan hanya bisa berdiri terpaku menatap Rama yang berjalan masuk ke dalam kamarnya.


"Maafin Maya, Ayah.. Karena udah buat Ayah kecewa.." ucap Maya dalam hati, seraya menyeka air matanya yang masih mengalir.


🐝


🐝


"Kamu kenapa, Bay..? Kok bibir kamu berdarah gitu..?!"


"Gak kenapa-kenapa, Ris.." jawab Bayu sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, lalu menarik nafasnya dengan berat sembari memegangi bibirnya yang terluka.


"Obatin dulu tuh lukanya, baru nanti cerita ke aku.."


"Maafin aku yaa, Ris.." ucap Bayu menatapku dengan sendu, ada kesedihan yang ku lihat di matanya.


"Maaf buat apa, Bay..? Kamu gak salah apa-apa kok.."


"Maaf, karena aku udah gak jujur sama kamu tentang sesuatu hal.." seru Bayu sambil menarik nafasnya, Ia berpikir mungkin ini sudah waktunya untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Maya. Karena Ia tidak mungkin terus-menerus menyembunyikannya dari Risha, yang lambat laun pasti akan mengetahuinya.


"Tentang apa maksud kamu, Bay..?" tanyaku pada Bayu, meski sebenarnya aku sudah bisa menebaknya tentang hal apa yang Bayu maksud.


"Tentang hubunganku dengan Maya selama ini, Ris.." sahut Bayu..


"Maya,, siapa Maya..?"

__ADS_1


"Maya adalah wanita yang sangat aku cintai dari dulu, kami juga udah lama menjalin hubungan tanpa Mamaa dan Papaa tau. Bahkan jauh sebelum kita berdua menikah.." ujar Bayu..


"Lalu apa ada hubungannya dengan kamu yang sekarang ini terluka..?"


"Ayahnya Maya udah tau kalau aku udah menikah sama kamu, jadi dia marah dan gak terima kalau aku dan Maya masih berhubungan,mmmh.." jelas Bayu..


"Jadi luka di bibir kamu ini kamu dapat dari Ayahnya Maya..?" tanyaku pada Bayu yang hanya menganggukkan kepalanya.


"Terus apa yang mau kamu lakukan sekarang..?"


"Entahlah Ris, aku masih belum bisa mikir apa-apa. Rasanya otakku ini sulit untuk berfungsi, aku kepikiran banget sama Maya dan aku sangat takut kehilangan dia.." ucap Bayu yang merasa bingung dengan apa yang harus Ia lakukan sekarang.


"Mmmh,, jadi begitu yaa.."


"Apa kamu marah sama aku, Ris..? Iyaa aku tau, aku udah salah. Seharusnya aku ngomong soal ini sama kamu dari awal, bukannya sekarang saat semuanya udah jadi berantakan.." ucap Bayu yang kini merasa sangat sedih.


"Aku gak marah kok Bay, sebenarnya aku udah tau soal hubungan kamu sama Maya. Tapi aku pura-pura gak tau aja, karena aku menunggu kamu untuk cerita tanpa harus aku minta.."


"Hahh..? Jadi kamu udah tau, tapi kamu tau dari mana, Ris..?! Kok bisa..?!" tanya Bayu dengan raut wajah yang terkejut, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.


"Dari mana aku tau itu gak penting, lebih baik cepat obati luka di bibir kamu itu, Bay.. Aku pasti akan membantu kamu untuk menyelesaikan semua masalah ini.."


"Kamu yakin mau membantuku, Ris..?" tanya Bayu..


"Yakin.."


"Tapi gimana caranya kamu mau bantuin aku, Ris..? Atau mungkin kamu udah punya rencana..?" tanya Bayu sembari mengoleskan obat pada luka di bibirnya.


"Nanti juga kamu akan tau sendiri, Bay.." jawabku dengan senyuman, yang membuat Bayu justru merasa penasaran...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2