
Sejak pertemuan Risha dengan Rama waktu itu, membuat hubungan Bayu dan Maya semakin membaik. Terlebih saat Risha yang sudah di anggap seperti anak sendiri oleh Rama, membuat Rama ingin kembali bertemu dengannya. Oleh karena itu, Rama sengaja mengundang Risha dan Bayu untuk makan malam bersama di rumahnya melalui Maya..
"Apa nanti kamu mau bersandiwara dan pura-pura menangis lagi, Ris..?" tanya Bayu pada Risha, sambil tetap menyetir mobilnya.
"Maksud kamu apa, Bay..? Aku gak ngerti, kita kan cuma ke rumah Maya untuk makan malam bersama bukan mau melanjutkan rencana.."
"Ohh, jadi gitu Ris, aku pikir ada rencana yang akan kamu lakukan nantinya. Karena aku pengen lihat langsung, gimana sandiwara kamu seperti waktu itu. Karena aku dan Maya kan gak tau dan gak lihat.." ujar Bayu sambil tersenyum, karena Ia tidak pernah menyangka jika sosok Risha yang Ia kenal dari kecil itu ternyata sangat pandai dalam hal bersandiwara.
"Memang sandiwara apa sih, Bay..?"
"Yang waktu itu kamu nemuin Om Rama, terus kamu nangis-nangis itu lho.. Sampai akhirnya Om Rama percaya sama kamu.." sahut Bayu yang mencoba untuk mengingatkan Risha, tentang apa yang sudah Ia lakukan pada waktu itu.
"Itu sih bukan sandiwara, dasar nih orang..! Itu aku memang benar-benar sedih tau, karena inget sama Bunda dan Ayah,mmmh.."
"Jadi karena itu kamu nangis, Ris..? Maaf yaa, aku gak tau. Aku pikir kamu sengaja nangis itu karena udah menjadi bagian dari rencana kamu, ternyata kamu beneran nangis karena sedih.." ujar Bayu sambil menghela nafasnya.
"Iyaa Bay, gak apa-apa kok. Tapi nanti kamu harus mempersiapkan jawaban, karena aku yakin Om Rama akan bertanya tentang gimana hubungan kamu dan Maya untuk selanjutnya.."
"Iyaa Ris, kamu tenang aja. Aku udah siapin jawaban untuk pertanyaan yang kira-kira akan Om Rama tanyakan nanti, tapi kamu juga harus bantuin aku dan Maya untuk ngomong.." pinta Bayu..
"Iyaa Bay, pasti aku bantuin.."
"Kamu lagi mikirin apa sih, Ris..? Aku perhatiin dari tadi kamu kaya lagi memikirkan sesuatu, apa kamu ada masalah..?" tanya Bayu yang sejak tadi melihat raut wajah Risha yang berbeda, tidak seperti biasanya yang terlihat ceria dan semangat.
"Gak ada masalah kok Bay, cuma lagi mikir apa aja yang nanti harus di bahas saat ngobrol sama Om Rama.."
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Risha, Bayu tidak lagi bertanya apapun. Risha pun segera mengalihkan tatapannya ke arah jendela mobil, Ia tidak ingin Bayu terus memperhatikan perubahan yang terjadi pada dirinya dan bertanya-tanya.
"Aku gak boleh mikirin Cindy terus, dia pasti baik-baik aja.." ucapku dalam hati seraya menarik nafas panjang.
Sejak Ayu memperlihatkan foto Cindy sedang bersama se'orang laki-laki, membuat Risha terus memikirkannya. Terlebih saat kekasihnya itu kini menjadi sangat sulit untuk di hubungi atau di temui, dengan berbagai macam alasan yang berikan pada Risha. Meski Risha berusaha untuk percaya dengan apa yang di katakan oleh Cindy, namun dalam hati kecilnya Ia merasakan kecurigaan.
"Kita udah sampai, ayo turun..!" seru Bayu dengan semangat, membuat lamunan Risha pun seketika itu menjadi buyar.
Setelah tiba di depan pintu, keduanya langsung di sambut hangat oleh Maya dan Ayahnya yang ternyata sudah menunggu mereka sejak tadi.
"Akhirnya, kalian sampai juga. Ayo masuk.." ajak Rama sambil tersenyum menatap kedua tamu istimewa itu.
Setibanya di ruang tamu, mereka pun segera berbincang-bincang. Namun hal itu hanya sekejap, karena setelah itu Rama mengajak Risha dan Bayu untuk makan malam bersama. Kebetulan saat itu, semua hidangan makanan telah Maya dan Rama siapkan untuk mereka semua.
"Bagaimana Risha, apa makanannya enak dan sesuai dengan selera kamu..?" tanya Rama pada Risha yang membuat Maya dan Bayu langsung menatapnya.
"Syukurlah kalau kamu suka Risha, kalau begitu kamu makan yang banyak yaa.." balas Rama yang merasa senang, karena makanan yang Ia masak di sukai oleh Risha. Meski belum lama mengenalnya, namun Rama merasa sudah menyayangi Risha seperti anaknya sendiri. Apa lagi saat Ia tahu, bahwa Risha adalah yatim piatu.
"Dari dulu Ayah memang jago masak, dan masakan Ayah juga enak banget.." puji Maya pada Ayahnya, sembari tersenyum.
"Aku setuju banget, dari dulu masakan Om memang selalu enak.." sahut Bayu yang ikut menimpali.
"Kalian ini terlalu berlebihan memuji Ayah, nanti kalau Ayah terbang melayang-layang terus jatuh bagaimana,hehee.." ucap Rama dengan tersenyum bahagia, karena bisa merasakan kebersamaan bersama orang-orang yang Ia sayangi dan menyayanginya.
"Kalau ayah jatuh, nanti tinggal kita sambut,hehehee.." balas Maya yang membuat semuanya ikut tertawa.
__ADS_1
"Seandainya kebersamaan ini bisa aku rasakan setiap hari, pasti aku akan sangat bahagia.." gumam Rama dalam hati, sembari tersenyum melihat setiap raut wajah bahagia dari orang-orang yang ada di hadapannya.
"Ayah kenapa, kok senyum-senyum sendiri gitu..? Lagi mikir apa hayo..?!" tanya Maya saat menyadari Ayahnya sejak tadi tersenyum, sambil memandangi mereka satu persatu.
"Ayah cuma berpikir, kapan kebersamaan ini bisa Ayah rasakan setiap hari. Yaa sudah, ayo di lanjut lagi makannya. Kalian harus menghabiskan semua masakan Ayah ini, jangan ada yang tersisa.." ucap Rama yang membuat semuanya melanjutkan makannya masing-masing, namun sambil memikirkan tentang apa yang tadi sempat Rama ucapkan.
Maya dan Bayu pun hanya terdiam, lalu saling bertatapan satu sama lain. Risha yang menyadari hal itu, hanya tersenyum sambil berpikir untuk mempercepat rencananya agar Bayu dan Maya bisa secepatnya menikah lalu hidup bersama. Karena Risha bisa mengerti, bahwa selama ini Ayah barunya itu merasa kesepian.
🐝
Di salah satu tempat hiburan malam, terlihat se'orang wanita yang sedang asyik mengobrol bersama teman prianya. Wanita itu tidak lain adalah Cindy, yang belakangan ini tengah sibuk bersenang-senang dengan se'orang pria tanpa peduli bagaimana perasaan Risha nantinya.
"Habis ini kita mau kemana lagi, Cindy..? Apa masih mau jalan-jalan..?" tanya pria itu sambil meneguk minumannya, lalu menatap ke arah Cindy yang terlihat sudah mulai mabuk karena terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras.
"Jalan-jalan donk, kamu bilang mau temenin aku kemana pun aku mau.." jawab Cindy yang berusaha untuk tetap sadar, seraya memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing.
"Tapi kamu udah mabuk gitu Cin, aku anterin kamu pulang aja yaa.."
"Gak mau, aku pengen jalan-jalan keliling dunia,hahaa.." seru Cindy yang bangkit dari tempat duduknya dengan tubuh yang sempoyongan, pria itupun langsung membantu Cindy untuk tetap bisa berdiri tegak.
"Aku anterin kamu pulang aja, sebelum kamu pingsan dan muntah-muntah gak karuan.."
"Aku masih kuat, gak akan pingsan kok.." ucap Cindy sambil berjalan dengan di bantu oleh pria di sampingnya.
"Untung bisa aku manfaatin, coba kalau gak rasanya males banget temenin dia tiap hari.." ucap pria itu dalam hati. Pria yang telah berhasil membuat Cindy bisa melupakan kesedihannya, bahkan juga melupakan kekasihnya...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐