Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Mengakhiri


__ADS_3

Rama yang saat itu tengah sibuk di kebun bunga miliknya, kedatangan sese'orang yang selama ini telah lama tidak datang mengunjunginya. Rama pun sempat terkejut, namun juga merasa senang. Ia segera menyambutnya, dan mengajaknya untuk berbincang-bincang.


"Kamu kemana saja, Andre..? Sudah lama tidak datang ke sini, Om pikir kamu sudah melupakan Om.." ucap Rama sambil menepuk pundaknya.


"Hee,,iyaa maaf Om, aku selama ini sibuk mengurus Ibu aku yang lagi sakit. Tapi aku gak pernah lupa sama Om, karena itu aku datang jenguk Om ke sini.." ujar Andre..


"Jadi begitu yaa, memang Ibu kamu sakit apa, Andre..? Terus bagaimana keadaannya sekarang..?" tanya Rama yang merasa simpati. Karena menurut dari cerita Andre sebelumnya, yang mengatakan bahwa Ia adalah anak tunggal yang hanya memiliki Ibu dan Ayahnya telah lama meninggal dunia.


"Ada masalah dengan ginjal Ibu, dan harus segera di operasi. Tapi karena terkendala oleh biaya, jadi untuk saat ini operasinya belum bisa di lakukan, Om.. Tapi aku lagi berusaha keras untuk mengumpulkan biaya operasi untuk Ibu.." jelas Andre dengan raut wajah yang terlihat sedih.


"Kamu yang sabar yaa Andre, semua pasti akan ada jalan keluarnya. Yang penting kamu terus berusaha dan berdo'a, besok kamu datang lagi ke sini yaa.." sahut Rama yang berniat ingin membantu biaya operasi untuk Ibunya.


"Iyaa Om, kalau aku gak sibuk besok aku ke sini lagi. Oh iyaa, gimana kabar anak perempuan Om, Maya..?" tanya Andre gugup dan sambil tersenyum.


"Ternyata kamu masih ingat juga dengan anak Om yaa,hee.." balas Rama sembari tertawa kecil, membuat Andre pun tersipu malu. "Kabar anak Om baik, apa lagi sekarang Maya juga sudah menikah.." ujar Rama pada Andre yang langsung merasa terkejut.


"Me-menikah dengan siapa, Om..?"


"Maya menikah dengan kekasihnya yang juga teman kuliahnya dulu, namanya Bayu dan anaknya juga baik. Kapan-kapan kamu datang yaa ke rumah Om, biar kamu juga bisa mengenal mereka.." ucap Rama..


Andre yang mendengar itupun merasa tidak percaya, Ia hanya bisa mengepalkan tangannya seraya menahan rasa amarah di hatinya yang sangat ingin meledak. Namun Ia berusaha keras untuk bisa tetap tenang, karena tidak ingin membuat Rama mengetahui apa yang Ia rasakan saat ini.


"Iyaa Om, mungkin suatu saat. Kalau gitu aku mau pamit dulu yaa Om, karena masih ada urusan.." ucap Andre yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan Rama dengan tergesa-gesa. Rama yang melihat perubahan sikap Andre yang tiba-tiba, langsung merasa bingung dan curiga.


"Ada apa dengan Andre, kenapa tiba-tiba sikapnya berubah seperti itu..? Apa mungkin ada perkataanku yang salah..?" tanya Rama dalam hati sembari melanjutkan kegiatannya.


Sementara itu, Andre yang sudah berada jauh dari tempat Rama. Kini sedang memikirkan cara untuk memisahkan Maya dan suaminya, Ia tidak rela Maya menikah dengan laki-laki lain. Karena selama ini, Ia sangat mencintai Maya dan berharap bisa bersamanya.


🐝


Risha yang saat ini sedang berada di butik milik Ayu, baru saja selesai membantu Ayu melayani pembeli. Kebetulan ada beberapa pelanggan yang datang bersamaan, membuat Ayu sempat merasa kewalahan jika tidak di bantu oleh Risha..


"Makanya kamu cari karyawan dong Yu, jadi kan gak kewalahan kaya tadi. Kebiasaan kalau kerja maunya sendiri,mmmh.." seru Risha yang merasa kesal, bagaimana tidak kesal. Selama ini Ia telah berulangkali menyuruh Ayu untuk memiliki karyawan, agar bisa membantunya bekerja di butik. Tapi Ayu selalu saja menolak, dengan alasan masih bisa mengurusnya sendiri.

__ADS_1


"Iyaa iyaa Ris, nanti aku pikirkan lagi. Tadi kebetulan aja pelanggan aku datangnya bersamaan, coba kalau satu-satu yaa gak akan keteteran seperti tadi. Tapi kan ada kamu yang udah bantuin aku tadi,hee.." ujar Ayu sambil tertawa kecil.


"Tapi tetap aja Yu, kamu harus punya karyawan. Setidaknya satu atau dua orang, biar butik kamu juga bisa berkembang. Karena dengan adanya karyawan bisa membantu kamu untuk mengurus butik, sedangkan kamu bisa menggunakan banyak waktu untuk menghasilkan model pakaian baru.." jelas Risha memberikan sedikit sarannya pada Ayu yang juga keras kepala.


"Benar juga yaa Ris, kenapa aku gak kepikiran semua itu selama ini,mmmh.." sahut Ayu seraya memikirkan apa yang baru saja di katakan oleh Risha padanya.


"Itu karena selama ini kamu terlalu fokus ingin mengelola butik ini sendiri, butik yang kamu bangun dari nol dan dari hasil kerja keras kamu sendiri. Tapi kamu lupa, kalau kamu juga bisa menyediakan lowongan pekerjaan bagi orang yang membutuhkan.." ujar Risha..


"Terus nanti aku jadi bos dong Ris,hehee.." balas Ayu..


"Iyaa Ayu, makanya buruan cari karyawan. Biar kamu juga punya waktu buat pacaran.." ujar Risha yang selama ini tahu, bahwa Ayu selalu sibuk mengurus butiknya se'orang diri. Hingga tidak pernah memberi kesempatan pada dirinya sendiri untuk menjalin hubungan dengan sese'orang.


"Kamu aja yang pacaran, aku mau fokus sama usaha butik aku, Ris.." sahut Ayu sembari merapikan beberapa pakaian yang masih terlihat berantakan.


"Kamu ini keras kepala,mmmh.. Yaa udah kalau gitu, aku mau pergi dulu.." ucap Risha sambil mengambil tas miliknya.


"Memang kamu mau kemana, Ris..?" tanya Ayu penasaran.


"Aku mau ke kost-an Cindy, mau menyelesaikan masalah aku dan dia.." jawab Risha..


"Gak usah Ayu, aku pergi sendiri aja. Kamu gak usah cemas yaa, aku akan baik-baik aja kok.." balas Risha sambil tersenyum, lalu berlalu pergi meninggalkan Ayu yang saat ini sedang berharap dalam hatinya. Semua permasalahan yang terjadi antara Risha dan Cindy bisa segera di selesaikan dengan baik.


🐝


🐝


Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam, kini Risha telah berada di depan kost-an Cindy. Dengan ragu dan cemas, Risha mengetuk pintu beberapa kali. Dan tak lama kemudian, pintu pun terbuka.


"Ayo masuk, aku udah nungguin kamu dari tadi.." ajak Cindy sembari menggandeng tangan Risha dan tersenyum senang, karena bisa bertemu dengan Risha yang akhir-akhir ini seolah sedang menghindar darinya.


"Ini aku punya sesuatu buat kamu, aku harap kamu suka.." ucap Risha yang langsung menyerahkan sebuah bungkusan kado pada Cindy..


"Apa ini, Sayang..? Kamu kenapa repot-repot segala sih.." sahut Cindy yang ingin membuka bungkusan itu, namun di tahan oleh Risha..

__ADS_1


"Bukanya nanti aja, kalau aku udah pergi.." ucap Risha, karena saat ini Ia ingin bicara serius dengan Cindy soal kehamilannya dan tidak ingin berlama-lama di sana.


"Sebenarnya aku datang ke sini, karena ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu, Cindy.."


"Memang kamu mau ngomongin apa..? Kok sepertinya serius banget, buat aku jadi penasaran aja,hee.." sahut Cindy..


"Aku mau hubungan kita sampai di sini aja.." ucap Risha sambil menarik nafasnya dengan dalam.


"Tapi kenapa..? Apa aku melakukan kesalahan, sampai kamu mau hubungan kita berakhir..? Atau kamu mau tetap bersama suami kamu itu..?" tanya Cindy yang langsung meneteskan air matanya, karena Ia tidak menyangka Risha akan mengatakan sesuatu yang selama ini tidak pernah Ia bayangkan sama sekali.


"Karena itu yang terbaik buat semuanya.." jawab Risha yang berusaha untuk tetap tenang dan menahan air matanya.


"Maksud kamu apa, Ris..? Jangan buat aku bingung.."


"Aku tau Cindy, kalau sekarang kamu sedang hamil.." ucap Risha..


Degg...


"Ka-kamu ngomong apa sih, Ris..? Jangan sembarangan kalau ngomong, kalau memang kamu mau putus dari aku yaa udah. Tapi jangan nuduh aku yang bukan-bukan..!" seru Cindy yang terlihat sangat cemas.


"Kamu gak perlu bohong atau menutupinya dari aku, aku udah tau semuanya, Cin.." sahut Risha..


"Ta-tapi kamu tau dari mana, Ris..?"


"Gak penting aku tau dari mana, yang penting sekarang kita jalani hidup kita masing-masing. Aku tau, kamu pasti bisa tanpa aku.." ujar Risha sambil berusaha untuk tersenyum, lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Tapi aku gak mau pisah dari kamu, Ris.."


"Cukup Cindy..! Jangan sentuh aku..!" seru Risha sambil menepis tangan Cindy yang berusaha untuk memeluknya.


"Apa sekarang aku begitu menjijikkan di mata kamu..?" tanya Cindy yang kini menangis tersedu-sedu, Ia merasa sangat sedih karena Risha bersikap seperti itu padanya.


"Maaf, aku gak bermaksud seperti itu. Aku harus pergi.." ucap Risha yang langsung berlalu pergi dengan terburu-buru, meninggalkan Cindy yang berdiri terpaku menatap kepergian Risha begitu saja...

__ADS_1


Bersambung...


😊🙏 A59⭐


__ADS_2