Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Semakin Jauh


__ADS_3

Ayu yang telah selesai menceritakan tentang kejadian kecelakaan yang di alami oleh Risha, kini berusaha untuk menenangkan Cindy yang masih saja menangis karena merasa sangat sedih melihat kondisi Risha saat ini.


"Udah yaa Cindy, kamu jangan nangis terus. Risha juga pasti gak mau kamu bersedih dan menangis seperti ini.." ucap Ayu sambil menghela nafasnya dengan dalam.


"Iyaa Ayu, aku gak apa-apa kok.." sahut Cindy sembari menghapus air matanya yang membasahi pipinya. "Apa bisa tinggalkan aku berdua dengan Risha sebentar, Ayu..?" tanya Cindy..


"Iyaa pasti bisa, aku tunggu kamu di sofa. Ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu nanti.." sahut Ayu yang langsung meninggalkan Cindy bersama Risha yang masih koma.


Perlahan Cindy menggenggam erat tangan Risha, dan tidak lama kemudian air mata kembali jatuh membasahi pipi. "Maafin aku, Risha.. Selama ini aku udah banyak buat kamu kecewa, aku benar-benar menyesal. Kamu cepat sadar yaa, aku mau kamu sembuh. Kamu harus kuat, aku sayang banget sama kamu, Risha.."


Cindy menyeka air matanya, lalu setelah itu meninggalkan Risha yang terbaring tidak berdaya. Namun ada bulir bening yang jatuh di sudut mata Risha, saat Cindy telah keluar dari ruangan itu. Seolah Ia mendengar dan memahami perkataan Cindy padanya.


"Udah selesai ngobrolnya...?" tanya Ayu sambil tersenyum saat melihat Cindy yang kini sudah duduk di sofa tidak jauh darinya.


"Iyaa udah Ayu, kamu mau ngomong soal apa..?" tanya Cindy dengan rasa penasaran.


"Ini buat kamu.." ucap Ayu sembari menyerahkan sebuah kartu ATM beserta pin-nya pada Cindy yang langsung terlihat bingung.


"Buat aku, tapi untuk apa..?" tanya Cindy yang belum mengerti maksud dari Ayu memberikan kartu ATM itu padanya.


"Waktu itu sebelum terjadi kecelakaan, Risha meminta aku untuk memberikan kartu ATM ini buat kamu di saat yang tepat. Aku pikir, mungkin ini adalah saat yang tepat.." ujar Ayu..


"Tapi kenapa Risha memberikan kartu ATM ini buat aku, Ayu..? Aku masih bisa mencukupi kebutuhan aku sendiri.." sahut Cindy..


"Itu karena Risha masih sangat peduli sama kamu, dia ingin memastikan bahwa kamu hidup dengan lebih baik dan bahagia. Setidaknya itu hal terakhir yang bisa Ia lakukan, walaupun udah gak bersama kamu lagi.." jelas Ayu..

__ADS_1


"Tapi aku gak membutuhkannya.." sahut Cindy yang mengembalikan kartu ATM itu pada Ayu..


"Kamu pasti membutuhkannya, apa lagi sekarang kamu lagi hamil dan Ibu Andre juga masih di rawat di rumah sakit bukan..?! Pasti membutuhkan banyak biaya, kalau kamu menolak pasti Risha akan merasa sedih dan kecewa.." jelas Ayu..


"Ja-jadi kamu tau tau semuanya, Ayu..?" tanya Cindy dengan raut wajah yang terlihat terkejut, karena Ia tidak menyangka bahwa Ayu bisa mengetahui semua tentang dirinya yang tengah hamil dan juga soal kondisi Ibu Andre yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.


"Itu bukan hal sulit untuk aku tau, Cindy.. Tapi soal itu gak perlu kamu pikirkan, yang terpenting kamu terima pemberian Risha ini dan hiduplah dengan lebih baik lagi.." ucap Ayu tanpa berniat untuk menggurui.


"Baiklah Ayu, akan aku terima. Aku gak tau harus ngomong apa selain dari terimakasih banyak, aku benar-benar minta maaf karena udah menyakiti dan mengecewakan Risha. Aku tau kalau kamu juga pasti tau soal itu.." balas Cindy yang merasa sangat bersalah dengan kesalahan yang selama ini telah Ia lakukan pada Risha..


"Sama-sama, Cindy.." sahut Ayu..


"Kalau gitu aku mau pamit pulang dulu yaa Ayu, sekali lagi terimakasih banyak.." ucap Cindy yang segera bangkit dari tempat duduknya.


"Apa kamu gak mau lihat Risha lagi sebelum pulang..? Karena rencananya, besok Risha akan di bawa ke luar negeri untuk melakukan perawatan di sana. Dan aku gak tau, itu untuk berapa lama.." ujar Ayu pada Cindy yang langsung terlihat sedih mendengar perkataan dari Ayu barusan.


Kini Cindy segera masuk ke dalam ruangan tempat Risha terbaring untuk kembali melihatnya, lalu Ia mencium kening Risha dengan lembut. Hingga tanpa sadar air matanya terjatuh di atas wajah Risha, karena tidak dapat menahan kesedihannya Cindy bergegas keluar dari ruangan itu.


"Kamu yang sabar yaa Cindy, aku juga sedih banget dan gak tega melihat kondisi Risha seperti itu.." ucap Ayu yang kini ikut menangis dengan terisak-isak, lalu memeluk Cindy dan keduanya pun menangis bersama.


🐝


Di malam harinya,,


Mamaa dan Papaa yang baru saja selesai mengemasi semua pakaian dan barang-barang yang akan di bawa besok, kini sedang duduk di ruang keluarga bersama Bayu dan juga Maya. Mereka terlihat berbincang-bincang tentang rencana keberangkatan ke luar negeri untuk perawatan Risha..

__ADS_1


"Maya beneran gak boleh ikut yaa, Maa..?" tanya Maya yang berharap Mamaa akan berubah pikiran dan mengizinkannya untuk ikut bersama mengantarkan Risha ke luar negeri, yang sebelumnya di larang oleh Bayu dan juga Ibu mertuanya itu.


"Tidak boleh Maya, kamu harus banyak beristirahat dan menjaga kandungan kamu dengan baik. Mamaa tidak ingin hal buruk terjadi dengan kamu dan calon cucu Mamaa.. Jangan kamu sia-siakan pengorbanan yang sudah di lakukan oleh Risha, Maya.." ujar Mamaa yang membuat Maya akhirnya memilih untuk menerima keputusan Mamaa yang melarangnya untuk ikut bersama.


"Benar apa yang di katakan sama Mamaa, Maya.. Lagi pula Bayu tidak akan lama di sana.." ucap Papaa menimpali.


"Iyaa Maa, Paa, maafin Maya.." sahut Maya dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa Sayang, sekarang lebih baik kalian berdua pulang untuk beristirahat. Mamaa dan Papaa juga akan pergi ke rumah sakit untuk menggantikan Ayu menemani Risha di sana.." ucap Mamaa..


Kini Bayu dan Maya pun segera berpamitan untuk pulang, di ikuti oleh kedua orang tuanya yang juga bergegas pergi menuju ke rumah sakit.


Setibanya di rumah, Bayu menyuruh Maya untuk beristirahat. Sedangkan Bayu menyiapkan beberapa pakaian yang akan Ia bawa besok dan memasukkannya ke dalam koper, namun Maya yang ingin tetap membantu suaminya segera turun dari tempat tidur.


"Aku bantuin yaa Mas, biar cepat selesai.." ucap Maya sambil tersenyum menatap Bayu yang sempat melarangnya, tapi Maya tetap bersikeras ingin membantu.


"Sayang,, nanti selama aku di sana, kamu baik-baik yaa sama Ayah Rama. Kalau ada apa-apa langsung kabari aku, dan jangan melakukan hal-hal yang bisa buat kamu jadi kecapekan.." ujar Bayu sembari membelai lembut wajah Maya..


"Dan jaga baik-baik anak kita ini.." ucap Bayu yang kini mengusap perut Maya dengan perlahan.


"Iyaa Mas, aku pasti akan jaga anak kita ini dengan baik. Kamu juga baik-baik di sana yaa, aku pasti kangen banget sama kamu, Mas.." sahut Maya yang langsung memeluk erat tubuh suaminya.


" Iyaa, istriku Sayang. Aku juga pasti kangen banget sama kamu. Do'ain Risha yaa, semoga dia cepat sadar dari komanya dan segera sembuh serta sehat kembali.." ucap Bayu yang semakin mempererat pelukannya.


"Selalu aku do'ain, Mas.. Karena berkat Risha, aku dan calon anak kita masih dalam keadaan baik-baik aja sampai saat ini.." sahut Maya yang kembali merasakan sedih dalam hatinya, mengingat betapa besar pengorbanan yang di lakukan oleh Risha untuknya hingga mempertaruhkan nyawanya sendiri...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2