Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Gelagat Aneh


__ADS_3

"Itu baju siapa..? Seperti baju kemeja laki-laki.." tanya Risha saat melihat ada sebuah baju kemeja lengan panjang yang tergantung di sebalik pintu, lalu mengalihkan pandangannya pada Cindy yang terlihat sedikit terkejut.


"Ohh itu,, iyaa itu baju yang waktu itu aku salah beli.." jawab Cindy yang langsung mengambil baju itu dan menyimpannya ke dalam lemari.


Risha yang melihat itupun merasa sedikit curiga, karena yang Ia tahu selama ini Cindy belum pernah salah membeli pakaian. Terlebih Risha tahu pasti, bahwa yang Ia lihat tadi adalah baju kemeja laki-laki.


"Aku laper banget nih sayang, kita pesan makanan yaa.." seru Cindy sambil menyandarkan kepalanya di bahu Risha dan menggelayut manja.


"Iyaa Sayang, kamu tunggu sebentar yaa.. Aku pesan makanan dulu.." Risha segera mengambil ponselnya dan memesan beberapa makanan kesukaan Cindy, setelah menunggu tiga puluh menit makanan yang di pesan pun telah datang.


"Akhirnya datang juga, ayo makan Sayang.." seru Cindy yang langsung menyantap makanannya dengan sangat berselera.


"Makannya pelan-pelan dong Sayang, nanti keselek lho.." ucap Risha saat melihat Cindy begitu bersemangat menikmati makanan yang ada di depannya.


"Habis aku laper banget, apa lagi makanannya juga enak-enak nih, Sayang.." sahut Cindy pada Risha yang hanya menarik nafasnya dengan dalam melihat sikap kekasihnya itu, yang terlihat seperti orang yang sudah sangat lama tidak makan.


"Yaa udah kamu habisin makanannya, aku mau ke kamar mandi dulu.." ucap Risha yang langsung beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan menuju ke arah kamar mandi. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, saat Cindy segera menghalanginya.


"Kamu gak boleh ke kamar mandi..!" seru Cindy dengan raut wajah yang tampak cemas.


"Memang kenapa gak boleh..?" tanya Risha yang merasa aneh dengan sikap Cindy yang tidak seperti biasanya.


"Hmm,, karena kamar mandinya belum di bersihkan dan mampet, iyaa mampet Sayang.." jawab Cindy sambil meminta Risha untuk kembali duduk.


"Ohh,, kirain kenapa, yaa udah kalau gitu aku tahan aja deh.." sahut Risha yang sebenarnya tidak percaya begitu saja dengan ucapan Cindy, namun Ia juga tidak bisa memaksa untuk bisa masuk ke kamar mandi.


"Ayo Sayang makan lagi, nanti makanannya keburu dingin.." ucap Cindy sembari menyuapi Risha untuk mengalihkan rasa curiga yang di rasakan oleh Risha padanya.


"Sekarang aku yang suapin kamu yaa.." balas Risha yang kini menyuapi Cindy sambil tersenyum lebar, karena jujur Ia sangat merindukan saat-saat seperti ini. Dimana Cindy bisa bersikap baik dan hangat padanya, meski dalam hati Ia masih merasa penasaran dengan apa penyebab perubahan sikap Cindy yang sebelumnya terjadi.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Risha dan Cindy pun kembali berbincang-bincang. Namun tiba-tiba ponsel milik Cindy berdering, keduanya pun langsung menatap ke arah dimana ponsel berada.


"Ada yang telepon, kenapa gak di angkat..?" tanya Risha yang melihat Cindy masih tidak bergerak untuk mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Biarin aja, mungkin cuma teman yang mau ngajak keluar jalan.." jawab Cindy sambil berharap bahwa itu bukan panggilan telepon dari teman prianya, namun tidak lama kemudian ponsel kembali berbunyi.


"Udah buruan kamu angkat aja, mana tau penting atau mungkin dari saudara.." seru Risha yang membuat Cindy akhirnya segera mengambil ponselnya.


"Aku angkat dulu yaa Sayang, ternyata dari Tante,hee.." bohong Cindy, karena sebenarnya telepon itu dari teman prianya. Ia pun langsung keluar dari kost-an, agar Risha tidak mendengar pembicaraannya di telepon. Melihat Cindy yang berada di luar, Risha segera beranjak dari tempat duduknya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Itu bukannya--"


Melihat apa yang ada di dalam kamar mandi, Risha merasa sangat terkejut. Namun itu tidak berlangsung lama, saat Ia mendengar suara pintu yang akan terbuka. Dengan terburu-buru Risha pun keluar dari kamar mandi, dan mengambil gelas di atas meja.


"Kamu lagi ngapain Sayang..?" tanya Cindy saat melihat Risha yang diam terpaku sambil memegang sebuah gelas kosong.


"Ohh,, ini aku mau ambil air minum, tiba-tiba aja haus. Kamu udah teleponnya..?" ucap Risha yang balik bertanya, sambil menuangkan air ke dalam gelas.


"Iyaa udah, Tante cuma tanya tentang keadaan aku aja.." jawab Cindy seraya meletakkan ponsel miliknya yang telah Ia matikan, karena tidak ingin laki-laki yang sudah merenggut kesuciannya itu kembali menghubunginya.


🐝


"Kamu udah pulang, Ris..? Dari mana aja, sore begini baru pulang..?" tanya Bayu yang sedang duduk bersama Maya sambil menonton televisi.


"Apa mungkin Cindy punya hubungan dengan laki-laki itu..?" tanya Risha dalam hati, sambil menghela nafasnya dengan berat. Tidak bisa Ia bayangkan jika memang benar Cindy memiliki hubungan dengan orang lain, itu pasti akan sangat menyakitkan baginya.


Tokk,, tokk, tokkk..


Risha yang mendengar sese'orang mengetuk pintu kamarnya, segera bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu untuk membukanya.


"Gawat Ris, gawat..!" seru Bayu dengan raut wajah yang sangat panik.


"Apanya yang gawat..? Ngomong itu yang jelas, Bay.." sahut Risha..


"Omm dan,, ehh maksudnya Mamaa sama Papaa mau datang ke rumah, Ris.." jelas Maya yang juga ikut merasa cemas, karena sejujurnya Ia masih belum siap jika harus bertemu dengan orang tua Bayu yang kini menjadi mertuanya.


"Ohh,, memang jam berapa Mamaa sama Papaa mau datang..?" tanya Risha yang justru terlihat biasa saja mendengar orang tua Bayu akan datang.

__ADS_1


"Mamaa dan Papaa udah di jalan Ris, sebentar lagi mungkin mereka sampai. Tadi Ayu yang bilang ke aku.." ujar Bayu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Apaa..?!! Kenapa baru bilang sekarang kalau Mamaa dan Papaa udah di jalan..?!!" teriak Risha yang langsung ikut merasa cemas.


"Gimana ini, Ris..? Apa aku harus sembunyi atau pergi dulu aja dari rumah ini..?" tanya Maya pada Risha yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Gak usah May, kamu gak perlu kemana-mana. Aku udah punya rencana untuk menghadapi Mamaa dan Papaa nanti.." ujar Risha..


"Memang apa rencananya..?" tanya Bayu yang kini sedikit merasa lega, namun belum sempat Risha menjelaskan rencana itu. Mereka mendengar suara ketukan pintu dari luar, dan juga suara Mamaa yang memanggil nama Risha dan Bayu..


Kini ketiganya hanya saling berpandangan, lalu bergegas keluar kamar dan berlari kecil menuju ke arah pintu depan untuk menemui Mamaa dan Papaa serta Ayu yang ikut datang bersama.


"Mamaa sama Papaa kok gak ngomong kalau mau datang..? Risha kan bisa siapin makanan dulu buat kita makan malam.." ucap Risha seraya memeluk Mamaa yang sudah Ia anggap seperti Ibu kandungnya sendiri.


"Mamaa sengaja tidak bilang sama kalian berdua kalau mau datang, karena mau memberi kalian kejutan.." jelas Mamaa sambil tersenyum, namun kini tatapannya mengarah pada sosok wanita yang berdiri di belakang Bayu dan Risha..


"Ohh, iyaa Maa kenalin ini asisten rumah tangga aku yang baru, namanya Mbak Maya.." ucap Risha sambil tersenyum menatap Maya dan juga Bayu yang terlihat menatap tajam ke arahnya. Maya pun langsung berjalan ke arah Mamaa dan Papaa, lalu menyalami keduanya.


"Saya Maya, Bu.. Baru beberapa hari ini kerja di rumah Mas, ehh maksudnya rumah Pak Bayu.." jelas Maya sambil bersikap selayaknya se'orang asisten rumah tangga.


"Jadi ini ternyata rencana yang di maksud sama Risha,mmmh.." gumam Maya dalam hati sambil tersenyum penuh arti.


"Asisten rumah tangga kamu cantik juga yaa Ris, awas lho nanti suami kamu tergoda,hehee.." seru Ayu sambil tertawa kecil, namun ucapannya justru membuat semua orang terdiam dan langsung menatap tajam ke arah dirinya.


"Kok pada lihatin aku gitu sih, memang ada yang salah yaa..?"


"Yaa udah Maa, Paa.. Ayo kita duduk dulu sambil ngobrol.." ajak Risha sambil menggandeng tangan Mamaa, dan semua orang pun mengikutinya dari belakang.


"Kamu ngapain sih Yu, pakai ngomong gitu segala..? Kamu mau buat Mamaa dan Papaa curiga sama Maya..?" bisik Bayu pada Ayu..


"Iyaa maaf Kak, aku kan cuma bercanda dan gak bermaksud apa-apa.." balas Ayu yang juga ikut berbisik-bisik, menyadari kesalahannya itu Ayu pun kini memilih untuk diam saja...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2