Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Melakukan Yang Terbaik


__ADS_3

"Kamu yakin ingin menjenguk Risha sekarang, Sayang..?" tanya Bayu saat melihat Maya yang sejak tadi terlihat bersedih. "Apa lebih baik besok aja, tunggu keadaan kamu lebih tenang..?"


"Gak Mas, aku mau bertemu Risha sekarang.." jawab Maya sembari menahan air matanya yang sejak tadi ingin terjatuh, namun sekuat hati Ia tahan. Karena tidak ingin membuat suaminya itu merasa khawatir, dan membatalkan keinginannya untuk bertemu dengan Risha..


"Yaa udah kalau gitu, sekarang kamu jangan sedih lagi, Sayang.." sahut Bayu sembari menggenggam tangan Maya untuk menguatkan dirinya.


Setelah menempuh perjalanan kurang dari dua jam, Bayu dan Maya kini telah tiba di rumah sakit tempat Risha di rawat. Keduanya segera masuk ke dalam, lalu menaiki lift untuk menuju lantai atas.


"Itu ruangannya, Mas.." ucap Maya pada Bayu sembari berjalan menuju ke ruangan khusus dimana Risha di rawat secara intensif.


"Iyaa Sayang, ayo kita masuk.." ajak Bayu seraya membuka pintu ruangan dengan perlahan, semua orang yang ada di dalam ruangan itupun langsung menatap ke arah Bayu dan Maya..


"Gimana dengan keadaan Risha, Maa..?" tanya Bayu dan Maya bersamaan.


"Risha masih dalam keadaan koma, dan dokter juga tidak bisa memastikan kapan Risha akan sadar. Bisa saja beberapa minggu, beberapa bulan dan bahkan beberapa tahun.." jawab Mamaa sembari menahan air matanya, karena Ia merasa sangat sedih menerima kenyataan tentang keadaan Risha yang koma.


Mendengar penjelasan itupun Bayu merasa sangat sedih, lalu segera memeluk Ibunya dengan erat. Tidak terkecuali Maya yang kini berjalan mendekat ke arah Risha yang terlihat lemah, dengan bantuan beberapa alat medis yang terpasang di tubuhnya. Membuat siapapun yang melihatnya akan merasa hancur dan tidak tega.


"Risha.." ucap Maya dengan lirih, sembari menggenggam erat tangannya. "Maafkan aku, Ris.. Karena ingin menyelamatkan aku dan calon anakku, kamu sekarang jadi seperti ini. Aku benar-benar minta maaf.." ucap Maya yang kini menangis tersedu-sedu, Ia tidak bisa lagi menahan air matanya saat melihat kondisi Risha yang sangat memprihatinkan.


"Udah yaa Kak Maya, jangan nyalahin diri Kakak terus. Risha juga pasti gak mau Kak Maya dan calon anak di dalam kandungan Kakak sampai kenapa-kenapa.." ujar Ayu yang berusaha untuk menenangkan Maya yang kini sedang menangis.


Ayu yang mengerti dan juga ikut merasakan kesedihan atas kondisi Risha saat ini, langsung memeluk Kakak iparnya itu yang masih juga belum berhenti menangis. Berbeda halnya dengan Mamaa, Papaa dan Bayu yang saat ini sedang duduk di sofa tidak jauh dari tempat Risha terbaring.


"Bayu,, sebenarnya apa yang terjadi..? Kenapa Risha bisa sampai kecelakaan..? Dan apa hubungannya dengan Maya..?" tanya Papaa yang belum mengetahui secara jelas, apa yang menyebabkan Risha kecelakaan.

__ADS_1


"Iyaa Bayu, coba kamu ceritakan semuanya sama Mamaa dan Papaa.." ucap Mamaa yang ikut menimpali.


"Maa, Paa.. Sebenarnya Risha kecelakaan, karena dia berusaha untuk menyelamatkan Maya dari sese'orang yang memang sengaja ingin menabrak Maya.." sahut Bayu sembari mengingat kejadian itu, saat Ia melihat Maya yang sudah dalam keadaan terjatuh.


"Apa maksud kamu dengan sengaja, Bayu..? Apa kalian punya masalah dengan orang yang menabrak Risha itu..?" tanya Mamaa yang sebelumnya sempat mengira, bahwa apa yang terjadi pada Risha adalah murni kecelakaan tabrak lari. Namun ternyata tidak seperti itu.


Bayu pun mulai menjelaskan semua masalah yang terjadi, dari siapa yang ingin mencelakai Maya hingga apa alasannya Andre melakukan itu semua.


"Jadi seperti itu ceritanya Maa, Paa.. Tadi juga sebelum aku dan Maya ke sini, kami berdua terlebih dulu pergi ke kantor polisi untuk menemui Andre. Karena aku mau memberi pelajaran pada laki-laki pengecut itu.." ucap Bayu dengan rasa geram, karena rasa amarahnya belum bisa Ia tuntaskan pada Andre..


"Mamaa tidak menyangka semua akan terjadi seperti ini, tapi kita harus pastikan bahwa laki-laki yang sudah menabrak Risha di jatuhkan hukuman yang setimpal.." ujar Mamaa yang ikut terbawa emosi.


"Untuk masalah itu, Mamaa tidak perlu khawatir. Biar Papaa yang urus semuanya.." sahut Papaa sambil mengusap punggung Mamaa, lalu membalasnya dengan senyuman.


"Untuk masalah itu, Mamaa sama Papaa sudah membicarakannya dengan dokter yang menangani Risha. Dokter menyarankan agar Risha di rawat di luar negeri saja, karena selain peralatan di sana lebih canggih. Para tenaga medisnya juga sudah sangat berpengalaman, dalam menangani kasus yang sama seperti yang terjadi pada Risha saat ini.." ujar Mamaa..


"Apapun akan Papaa dan Mamaa lakukan, untuk bisa membuat Risha cepat sadar dan kembali sehat seperti semula.." ucap Papaa menimpali.


Mendengar jawaban dari kedua orang tuanya itu, Bayu pun merasa lega dan sangat bersyukur. Karena semua orang memang sangat menyayangi Risha, dan akan melakukan apapun yang terbaik untuknya.


🐝


Sementara itu di tempat yang lain, Cindy yang baru saja mendapat kabar bahwa Andre di tangkap polisi dan di penjarakan. Segera pergi menemui laki-laki itu di kantor polisi, Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Andre hingga polisi menangkapnya.


"Cindy,, kenapa kamu bisa ada di sini..?" tanya Andre dengan raut wajah yang tidak percaya sekaligus malu, karena Ia tidak menyangka akan bertemu dengan Cindy di tempat Ia di penjara.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang udah kamu lakukan Andre, sampai kamu di penjara seperti ini..?" tanya Cindy tanpa basa-basi.


"A-aku--"


"Iyaa kamu kenapa, Andre..?!" tanya Cindy lagi.


"Aku di penjara, karena aku udah nabrak sese'orang dengan sengaja, Cindy.." jawab Andre dengan wajah tertunduk, merasakan perasaan bersalah dan juga menyesal dengan apa yang sudah Ia lakukan.


"Apa..?! Kamu sengaja menabrak orang..? Kenapa Andre, dan siapa orang yang udah kamu tabrak itu..?" tanya Cindy dengan rasa tidak percaya, bahwa Andre bisa berbuat senekat itu.


Karena di paksa oleh Cindy, pada akhirnya Andre pun menceritakan semuanya tanpa ada yang Ia tutupi. Cindy yang mendengar cerita dari Andre itupun langsung merasa kecewa.


"Aku benar-benar gak nyangka, ternyata kamu orang yang seperti itu. Gimana mungkin kamu bisa melakukan hal sejahat itu, cuma karena cinta dan cemburu.." ucap Cindy dengan raut wajah kecewa.


"Maafin aku, Cindy.."


"Harusnya kamu minta maaf pada orang yang udah kamu tabrak, bukan sama aku.." sahut Cindy yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu beranjak pergi.


"Cindy, tunggu..! Bagaimana keadaan Ibu..?" tanya Andre tiba-tiba.


"Ibu kamu baik, dan kamu gak perlu khawatir.." bohong Cindy pada Andre, sedangkan yang sebenarnya terjadi Ia sama sekali belum bertemu dengan wanita yang masih di rawat di rumah sakit itu...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2