
"Tumben kamu pagi-pagi ikut sarapan, terus juga udah rapi..? Memang mau pergi kemana, Ris..?" tanya Bayu menatap Risha, sambil tetap menikmati sarapan paginya.
"Aku mau melancarkan rencana kita pagi ini, masa kamu lupa sih, Bay..?!"
"Jadi sekarang, Ris..? Gak tunggu beberapa hari dulu, sampai suasana benar-benar tenang..?" tanya Bayu dengan agak terkejut.
"Lebih cepat lebih baik bukan, aku gak mau menunggu lama, Bay.. Lagi pula kita juga gak bisa membiarkan Ayah Maya berpikiran buruk tentang kamu terus, kita harus secepatnya bertindak.."
"Mmmm,, ada benarnya juga apa yang kamu bilang itu Ris, semoga sukses yaa.. Aku dan Maya berharap banget, kamu bisa membantu kami untuk bersama dan berhasil dalam menjalankan rencana kita.." ujar Bayu menyemangati Risha..
"Iyaa Bay, semoga aja.."
"Aku pergi dulu Ris, sampai ketemu nanti. Aku tunggu kabar baik dari kamu yaa.." seru Bayu dengan senyuman, sambil berjalan menuju pintu keluar.
Setelah kepergian Bayu, Risha pun segera menyelesaikan sarapannya. Lalu bergegas untuk pergi, sesuai dengan rencana yang telah Ia sepakati bersama dengan Bayu dan Maya.
"Rencana pertama harus berhasil..!" ucapku dalam hati, sembari melangkah ke sebuah rumah yang terlihat sepi. Namun seperti yang Maya katakan, bahwa di waktu pagi Ayahnya pasti masih berada di rumah. Dengan perasaan yang cemas Risha mengetuk pintu, dan perlahan pintu pun terbuka. Terlihat se'orang pria paruh baya mengenakan kemeja pendek dengan celana panjang, dengan raut wajah yang terlihat terkejut.
"Maaf yaa Om, kalau kedatangan saya mengganggu. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan Om Rama.."
"Kamu bukannya istri Bayu..?!" tanya Rama mencoba memastikan, bahwa perempuan yang ada di depannya adalah istri dari Bayu..
"Iyaa benar, Om.. Saya Risha, istri dari Bayu.."
"Mari masuk, kita bicara di dalam saja.." ajak Rama pada Risha..
Keduanya pun kini saling duduk berhadapan, dengan suasana hening seketika. Seolah masing-masing sedang memikirkan, tentang apa yang harus di bicarakan saat ini. Rama terlihat menarik nafasnya, Ia mulai berbicara tentang apa yang menjadi pikirannya belakangan ini.
__ADS_1
"Saya memang tidak tau pasti apa tujuan Nak Risha datang ke sini menemui saya, tapi saya selaku Ayah dari Maya ingin minta maaf. Karena mungkin Maya sudah masuk dan mengganggu pernikahan kamu dan Bayu, tapi kamu tenang saja. Saya sudah menyuruh Maya untuk memutuskan hubungan dengan suami kamu, Bayu.." ujar Rama yang merasa bersalah atas kesalahan yang di lakukan oleh putrinya itu.
"Om gak perlu minta maaf, karena dalam hal ini baik Om atau Maya sama sekali gak bersalah. Yang salah itu aku dan Bayu, Om.. Karena memaksakan diri untuk menyetujui pernikahan itu.."
"Maksud kamu bagaimana..? Om tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan barusan.." sahut Rama yang merasa bingung mendengar ucapan dari Risha..
"Pernikahan aku dan Bayu terjadi karena atas permintaan kedua orang tua kami, Om.. Mungkin seperti perjodohan dari ketika kami masih kecil, terlebih lagi itu adalah permintaan terakhir dari Bunda sebelum Ia meninggal dunia.." jelas ku dengan raut wajah yang sedih, karena harus mengingat kembali bagaimana saat Bunda mengucapkan permintaan itu untuk yang terakhir kalinya. Dan tidak terasa, air mataku pun mengalir tanpa aku sadari.
"Om turut sedih mendengarnya, jangan menangis lagi yaa.. Karena Om paling tidak tega melihat perempuan menangis.." ucap Rama yang berusaha menenangkan dengan mengusap bahuku perlahan.
"Iyaa Om, terimakasih.."
"Lalu bagaimana dengan Ayah kamu..? Apa masih ada..?" tanya Rama yang mulai merasa penasaran dengan Risha..
"Ayah juga udah meninggal Om, beberapa tahun sebelum Bunda meninggal. Jadi sekarang aku yatim piatu.." ucapku seraya menghapus air mata yang kembali menetes.
"Gak apa-apa kok Om, mungkin Tuhan lebih sayang sama Bunda dan Ayah.. Jadi secepat itu mengambil mereka dari aku.."
"Om tau, kamu pasti wanita yang kuat dan tegar. Kalau begitu mulai sekarang, anggap saja Om ini sebagai Ayah kamu sendiri.." ucap Rama tersenyum tulus.
"Terimakasih yaa, Om.. Tapi aku minta sama Om, tolong restui hubungan Bayu dan Maya anak Om.. Mereka berdua saling mencintai, dan secepatnya aku dan Bayu akan mengurus surat perceraian di pengadilan.."
"Tapi bukannya kalian belum lama menikah..? Lalu bagaimana dengan kedua orang tua Bayu nantinya..? Pasti mereka akan sangat kecewa.." ujar Rama yang sepertinya merasa keberatan dengan apa yang baru saja Risha katakan.
"Di awal memang akan membuat mereka kecewa, tapi aku yakin Om kalau dengan Bayu dan Maya menikah lalu memiliki anak. Itu akan merubah rasa kekecewaan itu menjadi sebuah kebahagiaan, apa Om tidak ingin memiliki se'orang cucu..?"
"Tentu saja Om sangat menginginkannya, bukan cuma se'orang cucu tapi beberapa orang cucu.." sahut Rama dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
"Berarti Om setuju dan merestui hubungan mereka..?" tanya ku pada Om Rama yang hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih yaa Om, aku seneng banget. Akhirnya dua orang yang selama ini saling menyayangi dan mencintai, tidak lama lagi akan hidup bahagia bersama.."
"Tapi apa kamu yakin Risha, ingin berpisah dari Bayu dan membiarkan dia bersama dengan Maya, anak Om..? Apa kamu tidak merasa kecewa atau sakit hati sedikitpun..?" tanya Rama yang ingin tahu, apa sebenarnya yang menjadi alasan Risha ingin berpisah dari Bayu..
"Sedikitpun aku gak merasa kecewa atau sakit hati Om, karena dari awal kami memang gak pernah ada rasa. Dari sejak kecil, aku menganggap Bayu udah seperti saudaraku sendiri. Dan selama menikah, Bayu juga gak pernah menyentuhku.. Itu karena dia benar-benar mencintai Maya, anak Om.."
Mendengar itu pun, Rama merasa senang dan lega. Ternyata Ia telah salah menilai Bayu, yang sebelumnya Ia anggap sebagai laki-laki bajingan dan penipu. Dalam hati, Ia berniat untuk meminta maaf pada laki-laki yang sangat di cintai oleh putrinya itu. Karena waktu malam itu, Ia sempat menampar wajah Bayu dengan cukup keras.
"Om kenapa..? Kok jadi melamun gitu..? Apa ada kata-kata aku yang salah atau gak Om suka..?"
"Ehh,, Om tidak kenapa-kenapa, Om cuma merasa bersalah dan menyesal. Karena waktu itu sudah salah paham, dan tidak mendengar penjelasan dari Bayu.. Bahkan Om sudah menampar wajahnya dengan keras,mmmh.." jelas Rama sambil menghela nafasnya.
"Gak apa-apa kok Om, yang penting sekarang Om udah tau semuanya. Pasti Bayu juga bisa mengerti, kenapa waktu itu Om sampai bersikap seperti itu pada dirinya.."
"Semoga saja Bayu mau memaafkan Om yaa Risha.." ucap Rama..
"Iyaa Om, tenang aja. Bayu pasti akan maafin Om kok, lagi pula Om kan calon Ayah mertuanya,hee.."
"Kamu bisa aja Risha, mulai sekarang jangan panggil Om lagi yaa.. Tapi panggil, Ayah.." seru Rama menatap Risha sembari mengacak-acak rambutnya, lalu tertawa kecil.
"Terimakasih Tuhan,, telah mengirimkan lagi sese'orang yang akan menyayangi aku dengan tulus.." ucapku dalam hati, dengan senyum bahagia...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1