Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Malam Yang panjang


__ADS_3

Selesai menikmati makan malam bersama, kini Rama, Bayu dan juga Maya duduk bercengkrama di ruang keluarga. Sambil di temani dengan kopi hangat dan alunan musik kesukaan Rama yang di putar oleh Maya..


"Sekarang kamu katakan sama Ayah, sesuatu yang tadi ingin kamu sampaikan.." ucap Rama sembari meneguk kopi hangatnya.


"Iyaa Ayah, tapi biar Mas Bayu aja yang ngomong.." sahut Maya sambil tersenyum dan menatap ke arah Bayu..


"Bagini Ayah, aku mau bilang kalau sekarang aku dan Risha udah resmi bercerai. Ini surat dari pengadilan, Ayah bisa lihat sendiri.." ujar Bayu seraya menyerahkan sebuah amplop berwarna putih, tanpa menunggu lama Rama pun segera membuka dan membacanya.


"Syukurlah kalau begitu, Ayah senang dan merasa lega. Karena kini Maya sudah menjadi satu-satunya istri kamu, Bayu.." ucap Rama..


"Tapi di sisi lain Ayah juga sedih, karena itu berarti kini Risha sudah berganti status menjadi se'orang janda. Itu pasti tidak akan mudah, meskipun usia Risha masih terbilang muda. Tapi kamu dan Risha bercerai, di saat usia pernikahan kalian bahkan belum seumur jagung.." ujar Rama yang merasa serba salah.


"Aku ngerti perasaaan Ayah, tapi pernikahan aku dan Risha memang harus berakhir. Selain karena gak ada perasaan, pernikahan kami juga di dasari atas keterpaksaan. Jadi Ayah gak perlu merasa serba salah, mungkin itu memang udah jalan terbaiknya.." sahut Bayu yang bisa memahami apa yang kini tengah di rasakan oleh Ayah mertuanya itu.


"Iyaa Ayah, apa yang di bilang sama Mas Bayu itu benar. Secepatnya Mas Bayu juga akan mengurus surat-surat pernikahan kami ke kantor urusan agama.." ucap Maya yang ikut menimpali.


"Bagus kalau begitu, lebih cepat lebih baik. Lalu bagaimana dengan kedua orang tua kamu, Bayu..? Kapan kamu akan mengatakan yang sebenarnya tentang pernikahan kamu dan Maya..? Begitu juga dengan perceraian kamu dan Risha..?" tanya Rama..


"Kalau untuk masalah itu, Ayah tenang aja. Aku pasti akan menceritakan semuanya sama Mamaa dan Papaa, hanya menunggu waktu yang tepat aja, Ayah.." sahut Bayu yang menyadari keinginan Rama, agar Ia bisa mengakui Maya sebagai istrinya di depan kedua orang tuanya.


"Ayah tunggu kabar baiknya, karena Ayah tidak mau hubungan pernikahan kalian terlalu lama di sembunyikan. Apa lagi Ayah juga ingin mengenal dan bertemu dengan kedua orang tua kamu, Bayu.." ucap Rama yang selama ini hanya mendengar cerita tentang bagaimana orang tua Bayu hanya dari Maya..


"Iyaa aku ngerti Yah, Ayah sabar dulu yaa.. Nanti Ayah pasti bisa berkenalan dan bertemu dengan mereka.." sahut Bayu sambil tersenyum, namun dalam hati Ia merasa sangat cemas. Karena Ia tidak bisa membayangkan, bagaimana nantinya jika kedua orang tuanya tahu segalanya.


"Ohh, iyaa Ayah, gimana kalau malam ini kita bakar jagung..? Aku rasanya pengen banget jagung bakar.." ucap Maya yang sengaja mengalihkan pembicaraan, hingga membuat suasana tegang di antara ketiganya pun kini perlahan menghilang.


"Tumben kamu pengen jagung bakar, May..? Bukannya selama ini kamu tidak begitu suka.." tanya Rama yang merasa heran.


"Mungkin karena cuaca lagi dingin Yah, makanya aku pengen bakar-bakar gitu,hee.. Gak apa-apa kan, Mas..?" tanya Maya pada Bayu..


"Iyaa gak apa-apa, kalau gitu Mas pergi dulu cari jagungnya yaa.." sahut Bayu sembari bangkit dari tempat duduknya.


"Hati-hati di jalan Bay, jangan ngebut.." seru Rama..


"Iyaa Ayah, Bayu pasti hati-hati.." balas Bayu..


"Cepat yaa Mas, jangan lama-lama.." ucap Maya pada Bayu yang hanya tersenyum, lalu mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Membuat raut wajah Maya berubah dan merasa kesal dengan ulah suaminya itu.


🐝


Di tempat yang lain, Risha dan Ayu sedang berada di dalam mobil. Risha yang sejak tadi hanya diam, kini kembali bertanya pada Ayu tentang kemana mereka akan pergi. Namun Ayu masih saja tidak mau memberitahunya, justru hanya tersenyum dengan penuh arti. Hingga pada akhirnya, mobil yang di kemudikan oleh Ayu telah tiba di depan sebuah Mall.


"Kita mau ngapain ke sini, Ayu..?" tanya Risha yang kini baru tahu kemana tujuan Ayu membawanya.

__ADS_1


"Udah ayo, kamu ikut aja dan jangan banyak tanya.." sahut Ayu sambil menarik tangan Risha dan mengajaknya masuk ke dalam Mall, lalu berjalan ke arah dimana tempat bermain berada.


"Akhirnya,, kita sampai juga, Ris.. Ayo kita main..!" seru Ayu mengajak Risha untuk mencoba beberapa permainan yang tersedia, namun Risha terlihat tidak bersemangat dan menolak.


"Kamu aja Yu, aku tunggu di sini aja.." sahut Risha yang memilih untuk duduk, sembari melihat Ayu dan beberapa pengunjung lain yang asyik menikmati permainan di tempat itu.


Ayu yang sudah puas bermain, menghampiri Risha yang sedang sibuk dengan ponselnya. Lalu mengajaknya untuk pergi ke tempat yang lain, itu sengaja Ayu lakukan agar Risha tidak terus-menerus larut dalam kesedihan.


"Ayo kita ke sana Ris, pakaian di sana sepertinya bagus-bagus..!" ajak Ayu sambil menggandeng tangan Risha, dan berjalan menuju ke sebuah toko pakaian.


"Ini sepertinya cocok buat kamu, Ris.. Kamu cobain yaa.." pinta Ayu pada Risha yang awalnya merasa enggan, namun akhirnya bersedia untuk mencobanya karena tidak ingin membuat Ayu merasa kecewa.


"Aku mau yang ini aja, Yu.." ucap Risha sambil menunjukkan beberapa helai pakaian yang Ia pilih.


"Iyaa Ris, aku juga udah selesai milih. Aku aja yang bayar, jangan kamu terus,hee.." seru Ayu sembari mengeluarkan sebuah kartu kreditnya.


"Gak usah Yu, biar aku aja.." sahut Risha yang hendak mengeluarkan uang dari dalam dompetnya, namun di tahan oleh Ayu..


"Malam ini aku yang traktir, jadi kamu bisa beli apapun yang kamu mau.." ucap Ayu dengan tersenyum, mengingat selama ini Risha telah begitu baik padanya. Terlebih dalam hal keuangan, Risha sama sekali tidak pernah pelit dan perhitungan.


"Kok tumben Yu, kamu mau traktir aku..? Mencurigakan deh.." balas Risha sambil mengerutkan keningnya, seraya menatap tajam ke arah Ayu untuk mencari tahu sesuatu.


"Yaa kan gak apa-apa sesekali, apa lagi sekarang kan kamu lagi sedih. Jadi aku mau nyenengin kamu gitu.."


"Memang kenapa, Ris..? Apa ada yang salah..?" tanya Ayu..


"Gak ada yang salah Ayu, yaa udah sekarang kamu bayar semuanya. Habis itu kita keluar cari makan, aku udah laper banget nih.." ucap Risha sambil memegangi perutnya, karena saat itu memang sudah waktunya makan malam.


Kini keduanya pun bergegas untuk mencari makanan yang mereka inginkan, sambil membeli barang-barang keperluan sehari-hari yang di butuhkan. Setelah mendapatkan semuanya, Risha dan Ayu memilih untuk segera kembali pulang.


"Apa ada lagi yang mau kamu beli, Ris..? Mumpung kita belum sampai di rumah.." tanya Ayu pada Risha..


"Gak ada Yu, semua udah ada dan cukup. Kita langsung pulang aja yaa.." sahut Risha..


"Okey boss, siap..!" balas Ayu sambil tersenyum dan menambah laju kecepatan mobilnya.


🐝


🐝


Setibanya di rumah, Risha dan Ayu membereskan semua barang-barang yang telah mereka beli. Setelah itu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, Ayu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Sedangkan Risha memilih untuk duduk di sofa yang berada tidak jauh dari jendela kamarnya, sambil melihat beberapa pesan masuk yang berasal dari Cindy..


"Cindy masih ngubungin kamu, Ris..?" tanya Ayu yang melihat Risha sejak tadi tengah sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Iyaa masih Yu, Cindy tanya tentang perubahan aku. Yang jarang ngubungin dia dan gak ada datang lagi ke kost-annya.." jawab Risha tanpa ada yang Ia tutupi dari Ayu..


"Jangan kamu pedulikan lagi anak itu, udah jelas-jelas dia buat kamu kecewa.." sahut Ayu yang merasa kesal dengan ulah Cindy..


"Tapi aku harus menyelesaikan semuanya sama Cindy, sebelum aku benar-benar gak peduli lagi, Yu.."


"Lebih cepat lebih baik, biar Cindy gak gangguin kamu lagi, Ris.. Sekarang ayo tidur, aku udah mulai ngantuk nih.." ucap Ayu..


"Kamu tidur duluan aja yaa, aku masih belum ngantuk.." sahut Risha sambil memandang ke arah luar, melihat lampu-lampu jalan yang menerangi gelap di sekitarnya.


"Jangan bilang kalau kamu mau nangis lagi, Ris.."


"Gak kok Yu, air mataku udah habis belum di produksi lagi,hehee.." balas Risha sambil tertawa kecil, berusaha menutupi kesedihan yang tengah Ia rasakan.


"Yaa udah kalau gitu, aku tidur duluan, Ris.." Ayu pun langsung memeluk bantal guling dan menarik selimut, hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Risha kini bangkit dari sofa dan menghampiri sebuah buku yang ada di atas meja tulisnya. Perlahan Ia mulai menggoreskan tinta berwarna hitam di atas sebuah kertas putih, satu persatu Ia merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat. Sebagai ungkapan rasa di dalam hatinya saat ini, yang Ia tidak bisa katakan dengan suara.


Malam menjadi begitu panjang,


Saat hangat kasihmu tak lagi ku rasakan..


Semua rasa seolah hadir menjadi satu,


Mendera hati dan jiwa dalam sunyi dan rindu..


Hatiku hampa di sini,


Mencoba menepi dari hidupmu yang perlahan membuatku tersisih..


Aku menyerah dan mengalah pada takdir kita,


Pada harap yang telah berganti jadi air mata..


Maafkan aku,


Yang harus menjauh pergi..


Membawa luka dan mimpi kita yang tak kan pernah menjadi nyata.... ^_^


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2