Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Bisa Bernafas Lega


__ADS_3

Saat-saat yang di tunggu pun kini telah tiba, di ruangan yang tampak sederhana terlihat Bayu mengenakan kemeja panjang putih di dampingi oleh Maya di sampingnya mengenakan gaun kebaya putih selaras dengan yang di gunakan oleh Bayu saat itu. Bayu yang awalnya terlihat gemetar dan gugup, pada akhirnya bisa selesai mengucapkan ijab qabul dengan begitu lancar. Senyum bahagia pun kini terukir di bibir setiap orang, terutama Rama dan Risha yang bisa bernafas lega karena semua berjalan dengan baik dan lancar.


Selesai membacakan do'a dan mengucapkan rasa syukur, Maya segera memeluk erat tubuh Ayahnya. Dengan air mata yang berderai, karena merasakan bahagia dan haru di dalam hatinya. Rama membalas pelukan Maya dengan erat, sambil menepuk-nepuk punggung Maya agar Ia berhenti menangis.


"Sudah-sudah, kok anak Ayah malah nangis begini..? Ini kan hari bahagia kamu, jadi tidak boleh menangis yaa.." ucap Rama sembari mengusap air mata di pipi Maya..


"Iyaa Ayah, aku nangis karena merasa bahagia dan terharu. Terimakasih untuk semuanya yaa Ayah, aku sayang banget sama Ayah.." sahut Maya sambil terus menangis sesenggukan, Bayu yang melihat itupun ikut memeluk dan menenangkan Maya yang kini telah menjadi istrinya. Meski pernikahan mereka hanya pernikahan siri, namun Bayu tetap menganggap itu adalah ikatan yang harus Ia jaga dan hargai.


"Aku jadi pengen nangis juga, Ris.." seru Ayu pada Risha yang juga terlihat terharu dengan mata yang berkaca-kaca.


"Yaa udah nangis aja Yu, gak ada yang ngelarang kok.." sahut Risha sambil tersenyum, dengan masih menatap ketiga orang yang ada di depannya. Yang masih hanyut dalam suasana bahagia dan haru.


Setelah puas menangis dan memeluk Ayahnya, kini Maya berjalan menghampiri Risha dan langsung memeluknya dengan erat. Membuat Risha merasakan sesak dalam dadanya, lalu mencoba melepaskan pelukan Maya padanya.


"Terimakasih yaa Ris, akhirnya aku dan Bayu bisa menikah juga walaupun hanya menikah siri.." ucap Maya dengan tulus.


"Iyaa May, sama-sama. Tapi lepasin dulu pelukannya, kamu buat aku susah bernafas.." balas Risha yang langsung membuat Maya melepaskan pelukannya.


"Ehh,, iyaa maaf Ris, aku gak sengaja buat kamu jadi susah bernafas.." sahut Maya sambil menggaruk kepalanya karena merasa malu dan bersalah.


"Selamat yaa buat kalian berdua, semoga hubungan pernikahan kalian langgeng sampai ke anak cucu.."


"Aamiin.." ucap semua orang yang turut mendo'akan pernikahan Maya dan Bayu..


Kini semua orang segera meninggalkan tempat tersebut, lalu pergi menuju ke sebuah restoran yang tidak jauh dari bibir pantai. Di sana mereka semua bersenang-senang, sekaligus memanjakan mata dengan melihat pemandangan yang indah di pulau D.

__ADS_1


"Ayo Ris, kita berenang..!" ajak Ayu pada Risha yang sedang melihat ponselnya.


"Iyaa Yu, kamu duluan aja. Nanti ak nyusul.." sahut Risha sambil tersenyum menatap Ayu dan yang lainnya tengah asyik berenang dan bermain air seperti anak kecil.


Momen kebersamaan itupun di abadikan oleh Risha, namun Ia tidak sepenuhnya bisa menikmati kebersamaan dan liburan itu. Karena kini pikirannya terus saja tertuju pada Cindy, entah kenapa sejak kemarin perasaannya tidak enak. Terlebih saat mengetahui bahwa Cindy saat ini sedang sakit, dan sama sekali belum membalas pesan darinya.


"Kamu kenapa masih di sini, Risha..? Kok tidak ikut berenang dan bersenang-senang dengan yang lainnya.." tanya Rama yang tiba-tiba datang dari arah belakang, setelah sebelumnya mengganti pakaian.


"Ehh,, iyaa Ayah sebentar lagi Risha ke sana kok, mau ganti baju dulu.." sahut Risha yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan Rama yang masih mematung menatap kepergiannya.


"Risha kenapa yaa..? Apa dia sedang sakit atau ada masalah..?" tanya Rama se'orang diri, karena sejak acara selesai Risha terlihat banyak diam seolah sedang memikirkan sesuatu.


"Ayah,, ayo buruan ikut kita berenang..!" seru Maya yang terlihat begitu bersemangat menikmati dinginnya air pantai, yang kebetulan saat itu terlihat lumayan tenang dengan ombak yang tidak begitu besar.


Mendengar teriakan dari Maya membuat Rama tersadar dari lamunannya, lalu bergegas berjalan menuju ke arah Maya dan yang lainnya. "Ayah datang..!" balas Rama dengan senyuman di bibirnya.


🐝


🐝


"Apa Risha ada ngubungin aku..?" tanya Cindy sambil melihat ke arah ponsel miliknya yang tergeletak di atas tempat tidur, dengan langkah yang gontai Ia pun kembali ke tempat tidur dan mengambil ponselnya.


Setelah di lihat, ternyata banyak pesan masuk dan panggilan tidak terjawab dari Risha. Cindy memang sengaja tidak ingin membalas atau menjawab panggilannya, Ia merasa kesal dan marah karena Risha lebih memilih pergi berlibur bersama suaminya di banding menjenguk dirinya yang saat ini tengah sakit.


"Aku gak akan pedulikan kamu, sebelum kamu datang ke sini langsung.." ucap Cindy dengan penuh kekesalan, seraya menghela nafasnya dengan berat.

__ADS_1


Tokk,, tokk,, tokkk..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Cindy langsung menoleh ke arah pintu. "Siapa yang datang yaa..? Apa jangan-jangan itu Risha, tapi itu gak mungkin. Dia pasti lagi asyik bersenang-senang dengan suaminya itu,mmmh.." gerutu Cindy yang segera bangkit dan berjalan menuju pintu kamar kost-an.


"Kamu..?!!" seru Cindy saat melihat yang datang adalah teman prianya yang belakangan ini kerap kali menemaninya.


"Apa kamu masih sakit..?" tanya pria itu sembari menempelkan tangannya pada kening Cindy..


"Masih agak demam, kamu pasti belum makan. Aku bawain makanan kesukaan kamu, ayo kita makan mumpung masih anget.." Tanpa menunggu perintah dari Cindy, pria itupun segera masuk dan menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


"Kok malah bengong sih..?! Ayo sini duduk.."


"Ehh,,iyaa ngapain sih kamu repot-repot segala, aku udah sembuh kok dan bisa beli makanan sendiri.." sahut Cindy yang kini telah duduk berhadapan dengan teman prianya itu, sambil melihat makanan yang telah di siapkan untuknya.


"Gak repot kok, lagi pula ini semua gak gratis,hehee.." ucapnya sembari tertawa kecil.


"Kamu ini, memang perhitungan banget. Yaa udah kalau gitu, aku gak mau makan.." sahut Cindy dengan wajah cemberut dan sambil berkacak pinggang.


"Hahaa,, kamu cantik juga kalau lagi ngambek, aku kan cuma bercanda. Yaa udah buruan makan, sebelum aku habisin semuanya.."


Pria itupun segera menyantap makanan yang ada di depannya dengan sangat lahap, membuat Cindy akhirnya tidak kuasa menahan rasa lapar yang sejak tadi menyerang perutnya.


"Udah, ayo makan jangan malu-malu. Aku tau kamu pasti udah laper banget kan..?!" ucapnya sambil tersenyum dan menatap Cindy yang sejak tadi memegangi perutnya.


Mendengar itu, Cindy pun segera melahap makanan yang ada di atas meja dengan semangat. Karena sejak kemarin Ia memang belum makan apa-apa, semua makanan yang Cindy simpan telah habis. Begitu juga dengan uang yang Ia punya, telah semakin menipis...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2