
"Ini Nyonya, sesuai seperti yang Anda minta.." ucap se'orang laki-laki, sambil menyerahkan sebuah amplop besar berwarna coklat pada se'orang wanita yang ada di depannya.
"Kerja bagus, ini bayaran buat kamu. Nanti kalau ada pekerjaan lagi, akan saya hubungi.." sahut wanita itu.
"Baik Nyonya, kalau begitu saya pergi dulu.." ucap pria itu sambil tersenyum, lalu bergegas untuk pergi meninggalkan tempat itu.
"Mamaa lagi ngobrol sama siapa sih..?" tanya Ayu yang tiba-tiba datang dari arah belakang, membuat Ibunya itu sangat terkejut dan segera menyembunyikan amplop yang Ia pegang di balik punggungnya.
"Ohh,, itu tadi ada orang yang tanya alamat ke Mamaa, kamu mau pergi ke butik..?" tanya Mamaa yang sengaja mengalihkan pembicaraan agar Ayu tidak lagi bertanya.
"Iyaa Maa, aku berangkat dulu yaa.." sahut Ayu sambil menyalami tangan Ibunya.
"Kamu hati-hati di jalan yaa, jangan ngebut bawa motornya.." balas Mamaa sembari melambaikan tangan pada Ayu yang sudah berada di atas motor.
"Pasti ada sesuatu yang Mamaa sembunyikan.." ucap Ayu dalam hati yang dari awal sebenarnya melihat dan mendengar dari balik jendela, obrolan Ibunya dengan laki-laki asing yang tidak Ia kenali itu.
Setelah berpamitan pada Ibunya, Ayu segera melajukan motornya menuju ke butik tempat Ia biasa menghabiskan waktunya. Meski terkadang rasa bosan menghampiri, namun Ayu tetap berusaha untuk terus semangat mengembangkan usaha yang telah Ia rintis sejak dulu.
Sementara itu, Mamaa yang sudah berada di dalam kamarnya segera membuka amplop berwarna coklat yang Ia pegang. Dengan perlahan dan teliti, Ia amati satu persatu isi dari amplop itu yang ternyata beberapa foto anak dan menantu kesayangannya.
"Tidak ada yang mencurigakan dari foto-foto ini, mereka berdua juga terlihat baik-baik saja bahkan bahagia.." ucapnya dengan lirih sembari tersenyum dan merasakan lega, karena apa yang Ia khawatirkan selama ini tentang pernikahan putranya itu ternyata tidak terjadi.
Lalu Ia kembali memasukkan foto-foto itu ke dalam amplop, dan menyimpannya ke dalam laci yang berada tidak jauh dari tempat tidurnya. Dengan tersenyum dan hati yang senang, Ia pun bergegas keluar dari kamar.
🐝
Sementara itu di tempat yang lain, terlihat Risha dan Rama yang tengah sibuk di dapur. Mereka menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan di masak, sambil berbincang-bincang dengan gembira.
"Ayah Rama,, nanti Risha pengen ngomong sesuatu yang penting sama, Ayah.." ucap Risha sambil memotong sayuran yang ada di depannya.
__ADS_1
"Memang mau ngomong tentang apa, Risha..? Kenapa tidak sekarang saja..?" tanya Rama yang merasa penasaran dengan apa yang akan di bicarakan oleh Risha padanya.
"Ada deh Yah,,hee.. Nanti aja aku ceritanya, kalau kita udah selesai makan bersama yaa, Ayah.." balas Risha sambil tersenyum.
"Kamu ini Risha, buat Ayah semakin penasaran saja. Tapi baiklah, sekarang kita akan memasak dulu dan setelah semua selesai nanti kita lanjutkan.." ucap Rama dengan senyuman, dan keduanya pun kini melanjutkan kembali kegiatan memasak mereka.
Sedangkan Bayu dan Maya memilih untuk berbincang-bincang di ruang tamu, sambil sesekali melihat Risha dan Rama yang tengah asyik memasak untuk mereka semua.
"Kira-kira siapa yaa Mas, yang mengikuti kamu dan Risha tadi..?" tanya Maya yang masih memikirkan cerita dari Bayu yang di ikuti oleh orang yang tidak di kenal.
"Entahlah May, aku juga gak tau pasti. Semoga aja itu bukan pertanda buruk buat rencana kita nantinya.." jawab Bayu yang tidak ingin memberitahu Maya tentang dugaan, bahwa orang yang mengikuti dirinya dan Risha kemungkinan adalah orang dari suruhan Ibunya.
"Aamiin,, tapi aku jadi cemas Mas, gimana kalau rencana kita gagal..?" ucap Maya dengan raut wajah yang cemas, karena Ia tidak ingin rencananya untuk bisa menikah dan bersama dengan Bayu sampai gagal.
"Kamu tenang yaa Sayang, semua pasti akan baik-baik aja dan bisa berjalan sesuai rencana. Kita harus percaya dan yakin sama Risha, dia gak mungkin akan mengecewakan kita.." ujar Bayu yang berusaha menghibur dan menenangkan Maya..
"Iyaa Mas, terimakasih yaa.." balas Maya sembari tersenyum, setelah mendengar perkataan dari Bayu itupun kini Ia merasa jauh lebih tenang dan tidak lagi memikirkannya.
"Ayah..??"
"Ehh,, iyaa maksudnya Ayah Rama, nanti juga akan menjadi Ayah aku kan, Sayang.." sahut Bayu sembari mencubit hidung Maya dengan gemasnya.
Mendengar itu, Maya pun langsung tersenyum senang. Ia semakin yakin pada Bayu, bahwa laki-laki yang di cintainya itu memang sangat menyayangi dirinya dan juga serius ingin menikahinya.
🐝
🐝
"Memang apa yang mau kamu bicarakan sama Ayah, Risha..?" tanya Rama pada Risha, saat mereka telah selesai makan bersama. Namun belum sempat Risha menjawab pertanyaan dari Rama, tiba-tiba saja Maya muncul dari belakang sambil membawa buah-buahan di ikuti oleh Bayu di sampingnya.
__ADS_1
"Ayo di makan dulu buahnya.." seru Maya pada semuanya, seraya mengambil sepotong buah apel kesukaannya. Di ikuti oleh Bayu, Rama dan Risha yang ikut mengambilnya.
"Ayo di jawab pertanyaan Ayah tadi, Ris.. Tidak apa-apa kan ada Maya dan Bayu di sini..?" ucap Rama pada Risha yang sedang menikmati buah di tangannya.
"Iyaa Ayah, gak apa-apa kok. Lagi pula apa yang ingin Risha omongin juga tentang mereka berdua.." sahut Risha sembari menatap pada Bayu dan Maya yang terlihat gugup dengan apa yang akan Risha bicarakan pada Rama..
"Ohh,, jadi begitu, yaa sudah sekarang kamu ngomong apa yang mau di bicarakan sama Ayah.." ucap Rama..
"Iyaa Ayah, Risha pengen Ayah bisa menikahkan Maya dan Bayu secepatnya.."
"Uhukk,, uhukkk,, uhukkk.."
"Ayah minum dulu yaa.." seru Maya yang langsung memberikan segelas air putih pada Ayahnya yang saat itu tersedak, karena Ia merasa terkejut dengan ucapan Risha barusan.
Rama menarik nafasnya perlahan, setelah merasa cukup tenang Ia menatap ke arah Risha. Lalu kembali memikirkan ucapan Risha padanya, yang sangat membuatnya terkejut. Karena saat ini, Risha masih berstatus sebagai istri dari Bayu..
"Apa Ayah marah dengan ucapan Risha tadi..? Risha minta maaf yaa, Ayah.." ucap Risha sambil menatap wajah Rama yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu. Begitu juga dengan Maya dan Bayu, yang saat ini belum berani untuk bersuara.
"Ayah tidak marah Risha, hanya saja kamu masih berstatus sebagai istrinya Bayu.. Bagaimana mungkin kamu meminta Ayah untuk menikahkan mereka berdua..?" ujar Rama seraya menghela nafasnya dengan dalam.
"Tapi Risha dan Bayu akan secepatnya bercerai Ayah, tinggal menunggu waktu persidangan. Setidaknya Bayu dan Maya bisa menikah siri dulu, Ayah setuju kan..?! Bukankah Ayah ingin memiliki banyak cucu..?" ucap Risha sembari menatap ke arah Bayu dan Maya, sebagai isyarat untuk ikut membantunya berbicara.
"Tapi Risha--"
"Tolong jangan menolak yaa, Ayah.. Aku juga ingin secepatnya bisa menikah dengan Bayu.." ucap Maya ikut menimpali.
"Iyaa Om, tolong izinkan aku untuk menikahi Maya.. Aku pasti akan menjaga dan membahagiakan Maya, Om.." tegas Bayu yang berusaha meyakinkan Rama..
Rama kembali terdiam, Ia tengah berpikir tentang keputusan apa yang harus Ia ambil. Meski di dalam hatinya ada keraguan tentang rencana perpisahan antara Risha dan Bayu, namun di sisi yang lain Ia juga harus memikirkannya tentang kebahagiaan putrinya, Maya..
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐