Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Mengajak Tinggal Bersama


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Cindy memikirkan bagaimana caranya agar Ia bisa membantu Ibu Rumi, dan pada akhirnya Ia menemukan sebuah cara untuk bisa membuat Ibu Rumi bisa menjalani kehidupannya dengan nyaman dan tenang tanpa adanya gangguan dari orang-orang yang mencibirnya. Hal itupun akan Ia sampaikan terlebih dulu pada Andre, sekaligus meminta pendapat dari pria itu.


"Apa kamu datang sendirian aja, Cindy..? Ibu mana..?" tanya Andre sembari melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Ibunya, namun tidak Ia temukan.


"Aku sendirian aja, Ibu lagi istirahat di rumah. Karena beberapa hari ini, keadaan Ibu lagi kurang sehat.." jawab Cindy dengan apa adanya.


"Jadi ibu lagi sakit..? Apa sakit Ibu kambuh lagi..?" tanya Andre dengan raut wajah yang kini terlihat cemas, sembari menanti jawaban dari Cindy yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa, Cindy..? Kenapa kamu gak langsung jawab pertanyaan aku..? Apa ada masalah yang terjadi..?"


"Gak ada masalah Andre, Ibu cuma demam dan sakit kepala aja. Gak ada yang perlu kamu khawatir kan.." jawab Cindy..


"Ohh,, syukurlah kalau gitu, aku benar-benar cemas kalau terjadi sesuatu yang buruk sama Ibu.." sahut Andre yang kini merasa lega setelah mendengar jawaban dari Cindy tentang Ibunya.


"Tapi Andre, Ibu sakit seperti itu karena Ibu kepikiran dengan omongan orang-orang di sana.." ucap Cindy yang mulai bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Maksud kamu gimana, Cindy..? Memang apa yang orang-orang di sana bicarakan..?"


"Orang-orang di sana sering banget ngomongin soal kamu yang sekarang di penjara, dan itu membuat Ibu jadi kepikiran lalu jatuh sakit.." jawab Cindy sembari menarik nafasnya.


"Semua itu terjadi karena aku, sekalipun aku ada di dalam penjara. Tapi tetap aja Ibu yang ikut serta menanggungnya.." ucap Andre dengan perasaan sedih dan bersalah.


"Kamu gak perlu terus menyalahkan diri kamu sendiri, semua udah terjadi Andre.." balas Cindy..

__ADS_1


"Gimana aku gak terus menyalahkan diri aku sendiri Cindy, sekarang aku di penjara dan aku gak bisa lagi untuk menjaga dan melindungi Ibu.." sahut Andre yang menyesali semua perbuatannya, hingga menyebabkan kondisi Ibunya kini menjadi kurang baik.


"Iyaa Andre, aku bisa ngerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini. Karena itulah aku datang ke sini, bukan karena ingin menjenguk kamu. Tapi ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan, dan ingin meminta pendapat dari kamu.." ujar Cindy..


"Sesuatu apa itu, Cindy..? Kamu ngomong aja.." balas Andre dengan rasa penasaran di dalam hatinya, dengan apa yang ingin Cindy katakan padanya.


"Aku ingin mengajak Ibu Rumi untuk tinggal bersamaku, gimana menurut kamu..?" tanya Cindy yang menyampaikan keinginan dan niat baiknya itu, karena Ia ingin sekali membantu Ibu Rumi yang sudah di anggapnya seperti Ibunya sendiri.


"Itu sesuatu hal yang baik banget, aku pasti setuju. Karena dengan begitu, Ibu gak akan tinggal sendirian lagi dan kamu juga ada yang menemani sampai saat kamu melahirkan nanti.." ujar Andre yang terlihat begitu sangat senang mendengar apa yang baru saja Cindy ucapkan.


Degg..


Ada sebuah rasa berbeda yang tiba-tiba saja muncul di dalam hati Cindy, saat Ia mendengar perkataan dari Andre tentang dirinya. Ia juga tidak menyangka, bahwa Andre masih tetap peduli dan memikirkan tentang dirinya yang tengah hamil.


"Sama sekali gak ngerepotin kok, aku justru seneng karena ada temennya. Selain itu juga, aku jadi punya kegiatan baru membantu Ibu Rumi untuk membuat kue-kue nya.." jawab Cindy sambil tersenyum.


Andre yang mendengar itupun langsung merasa senang dan membalas senyuman Cindy padanya, ada perasaan hangat di dalam hatinya. Bersama dengan secercah harapan yang hadir, berharap agar suatu saat Ia bisa bersama Cindy yang kini tengah mengandung anak darinya.


"Terimakasih yaa Cindy, kamu udah banyak membantu aku dan juga Ibu. Padahal aku udah--"


"Cukup, Andre.." potong Cindy yang tidak ingin Andre meneruskan perkataannya.


"Jangan pernah membahas atau mengingatkan aku tentang kejadian itu, dan kamu juga harus ingat satu hal. Aku membantu kamu atau Ibu Rumi, itu murni karena memang aku ingin membantu. Bukan karena aku ingin bersama kamu.." ujar Cindy yang tidak ingin Andre menjadi salah paham.

__ADS_1


Degg..


Harapan yang tadinya sempat muncul di dalam hati Andre, kini telah pupus sudah saat mendengar ucapan dari Cindy yang langsung mematahkan keinginannya untuk bisa bersama Cindy. "Mungkin aku memang tidak pantas untuk mendapatkan dan bersama dengan Cindy.." gumam Andre dalam hati.


"Iyaa Cindy, aku minta maaf. Aku gak bermaksud seperti itu, maafin aku yaa.. Dan aku juga akan sadar diri, untuk gak berharap apapun sama kamu. Aku memang gak pantas buat kamu, kamu berhak mendapatkan laki-laki yang lebih baik dan bertanggung jawab.." ujar Andre sembari tersenyum untuk menyembunyikan rasa kecewa dalam hatinya.


"Iyaa Andre, baguslah kalau kamu bisa berpikir seperti itu.." sahut Cindy yang entah kenapa merasa sedih dengan tiba-tiba, mendengar ucapan Andre yang seolah tidak lagi mengharapkannya. Namun sebisa mungkin Cindy tetap bersikap seperti biasa, karena Ia juga tidak ingin berharap apapun pada pria itu.


🐝


Sepulangnya dari kantor polisi, Cindy segera menuju ke rumah Ibu Rumi untuk menjenguk dan sekaligus memberitahukan tentang keinginannya untuk mengajak wanita itu tinggal bersama dengannya. Saat di perjalanan, Cindy menyempatkan diri untuk singgah ke sebuah swalayan membeli beberapa makanan dan barang untuk keperluan Ibu Rumi..


Setibanya di rumah Ibu Rumi, Cindy di sambut dengan gembira dan keduanya pun kini sedang duduk di sofa. "Bagaimana keadaan Ibu sekarang, apa sudah jauh lebih baik..?" tanya Cindy..


"Sudah Cindy, besok juga Ibu sudah bisa untuk berjualan kue-kue lagi.." jawab Ibu Rumi sambil tersenyum, meski sebenarnya Ia merasa tubuhnya masih terasa lemah. Namun Ia juga tidak ingin membuat Cindy menjadi khawatir pada dirinya.


"Syukurlah kalau begitu, Bu.. Oh iyaa, ini ada barang-barang buat keperluan Ibu sehari-hari, aku letakkan di belakang yaa, Bu.." ucap Cindy sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah dapur dengan membawa barang-barang yang tadi Ia beli untuk Ibu Rumi..


"Kamu tidak perlu repot-repot seperti itu Cindy, setiap kamu datang pasti membawa sesuatu buat Ibu. Ibu kan jadi merasa tidak enak.." sahut Ibu Rumi yang selama ini merasa bahwa Cindy sudah begitu banyak membantunya, bahkan hingga saat ini.


"Tidak apa-apa kok Bu, anggap saja ini sudah rezekinya Ibu dari Tuhan melalui aku,hee.." balas Cindy yang menatap lekat pada raut wajah Ibu Rumi yang masih terlihat pucat, hingga Ia pun tahu bahwa wanita di hadapannya itu sebenarnya belum benar-benar sembuh seperti yang di katakannya...


Bersambung..

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2