
Roy kembali ke rumah sakit dan menuju ke ruang otopsi. Dilihatnya kembali tubuh kaku Belinda yang sudah berada disana sejak semalam.
Hari ini Roy ditemani Kenzo dan juga Boy. Mereka saling pandang sebelum memulai aksinya.
"Kau sudah siap, Nak?" tanya Roy pada Boy.
"Iya, Pa. Aku siap."
Roy mengangkat pisau bedahnya dan mulai membelah bagian tubuh Belinda yang harus ia periksa penyebab kematiannya.
"Aku sungguh tak percaya jika Patrick bisa melakukan hal seperti ini." ucap Kenzo di sela melihat proses otopsi yang dilakukan Roy.
"Kau pikir aku percaya jika kakakku akan melakukan hal sekeji ini? Meski gadis ini adalah manusia buatan, tetap saja dia berhak untuk hidup." sahut Roy dengan nada geram.
"Bagaimana Boy? Kau menemukannya?" tanya Roy.
"Hmm, dia meninggal karena menghirup gas beracun. Mereka pasti menggunakan asap yang mengandung zat berbahaya. Efek obatnya sangat cepat. Sekitar 15 menit dan langsung membunuh organ vital orang yang menghirupnya." jelas Boy.
Roy menganggukkan kepala. Analisis putranya itu memang benar.
"Apa kita akan membawa kasus ini ke jalur hukum, Dokter?" tanya Kenzo.
"Entahlah, Ken. Kurasa dalam dunia medis pun, gadis kloning seperti dia tidak diakui keberadaannya. Ini adalah hal ilegal. Aku sendiri juga tidak seharusnya melakukan ini padanya. Aku hanya ingin tahu apa yang sudah menyebabkannya meninggal. Itu saja!" ucap Roy.
Tiba-tiba, dua orang pria datang ke ruang otopsi.
"Pak Danial?" Roy terkejut dengan kedatangan Danial.
"Dokter Roy!" Danial mengulurkan tangannya. Roy menyambutnya.
"Kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa bapak datang kemari?" tanya Roy.
"Perkenalkan, ini adalah Rayshard Anderson. Dia adalah agen ISS yang kemungkinan akan ditugaskan untuk kasus ini."
"Kasus?!" Roy, Kenzo dan Boy berseru serentak.
"Pak, tolong jelaskan dengan detil!" pinta Roy.
"Ada yang menghubungi kantorku dan mengatakan jika di rumah sakit ini sedang diadakan proses otopsi atas kasua pembunuhan."
Roy menggeleng pelan.
"Ini pasti hanya permainan, Pak Danial. Aku sangat yakin ada dalang dibalik ini semua. Lalu ... kenapa bapak membawa pria ini kemari?" Roy menatap tak suka pada Ray.
"Maaf, Dokter Roy. Tapi kedatangan saya disini adalah untuk memeriksa apakah hal ini ada kaitannya dengan organisasi hitam atau tidak." Jelas Rayshard.
"Organisasi hitam apa? Tidak! Ini hanya kasus biasa. Jadi jangan mencampuradukkan masalah ini dengan persepsi Anda." tegas Roy.
__ADS_1
"Dengar, Dokter. Saya hanya mengikuti perintah, jadi sebaiknya dokter bekerjasamalah. Meski gadis ini adalah gadis buatan, kita harus tetap memperlakukannya seperti manusia pada umumnya." Ray mendekati tubuh Belinda.
"Ini adalah ulah kakakku!" seru Roy.
"Benarkah? Kenapa kakakmu melakukan ini? Apa dia terhubung jaringan organisasi gelap?"
"Tidak! Kakakku hanya ingin membalas dendam saja. Ini adalah masalahku. Jadi, aku mau kau jangan ikut campur!"
Kenzo menatap Ray dan juga Danial seakan memberi kode untuk keluar dari ruang otopsi. Roy amat tidak suka jika masalah keluarganya akan kembali mencuat karena kematian Belinda palsu.
*
*
*
Ben datang tepat waktu disaat Mike sedang mencengkeram erat leher Luth.
"Mike! Hentikan! Dia bisa mati!" seru Ben yang berusaha melepaskan tangan Mike dari leher Luth.
"Dia pantas mati, Ben!"
"Tidak, Mike! Kau tidak boleh melakukan ini! Apa kau ingin menjadi seorang kriminal? Jangan bodoh, Mike!"
Mike menghentikan aksinya. Luth terbatuk-batuk karena ulah Mike. Istri Luth senantiasa mendampingi suaminya.
"Harusnya kau ikut membusuk di penjara bersama Nyonya Helena." Lanjut Mike.
Luth hanya diam. Ben pun tak berani bersuara.
"Aku sudah menebus segalanya, Mike. Aku sudah menebusnya..." Lirih Luth dengan tubuh bergetar.
Ben membawa Mike kembali ke kota karena akan diadakan upacara pemakaman untuk Belinda. Mike meminta Roy agar jasad Belinda dimakamkan di sebelah makam istri Mike.
Mike sudah menganggap Belinda seperti putrinya sendiri. Dan ia sudah berjanji akan memberinya nama Thania Theodore seperti yang pernah mereka bincangkan waktu itu.
Anggota keluarga Avicenna turut serta dalam pemakaman Belinda. Lian senantiasa memeluk lengan Roy dan menenangkannya. Lian tahu emosi Roy masih belum bisa dikendalikan.
Mike memberikan karangan bunga terakhir untuk Belinda.
"Tenanglah, Nak! Ayah akan mencari siapa yang sudah melakukan ini padamu! Ayah menyayangimu, Nak..."
Lian terenyuh melihat ketulusan Mike yang menyayangi Belinda.
*
*
__ADS_1
Di tempat berbeda, Noel mendapat kabar jika Belinda telah meninggal dunia. Ia memejamkan mata mengingat bagaimana perjuangannya untuk bisa membuat manusia buatan yang mirip dengan Belinda.
Noel menemui Zara dengan ekspresi wajah sedih. Zara bingung dengan sikap yang ditunjukkan Noel saat ini.
"Noel, ada apa? Apa terjadi sesuatu?"
Noel menatap Zara.
"Nona, sebaiknya kau ikuti saja semua keinginan Tuan Julian. Aku tidak ingin kehilangan apapun lagi!" ucap Noel.
"Apa maksudmu?"
"Proses ini tidak akan membuatmu cacat, Nona. Kau akan tetap menjadi wanita virgin meski telah melewati fase hamil dan melahirkan. Dan juga semua ini tidak membuat membran virginitasmu robek. Dan nanti saat kau melahirkan, kami akan melakukan bedah yang terbaik yang tak ada bekasnya sama sekali di kulit Nona."
"Apa?! Jadi, inilah yang kalian lakukan pada wanita itu? Wanita yang bernama Putri Berlian!" Sungut Zara.
"Benar, Nona. Tapi karena Nona Berlian melarikan diri, aku tidak bisa menjamin dirinya masih dinyatakan virgin atau tidak. Kecuali kalau dia sudah berhubungan badan, tentu saja dia bukan lagi seorang virgin."
"Lantas kenapa kalian tega sekali melakukan ini padaku, huh?!" jerit Zara.
"Kau adalah murid kakekku. Bagaimana bisa kau mengkhianati kakek dengan melakukan ini padaku?!" teriak Zara di depan wajah Noel.
"Maafkan aku, Nona. Kau sendiri juga yang membawaku kedalam dunia seperti ini. Keluargamu, kakekmu! Mereka yang sudah membuatku menjadi seorang penjahat!"
"Persetan denganmu, Noel! Aku tidak akan melakukan apa yang Julian mau!"
Tanpa diketahui Noel, Zara ternyata menyimpan sebuah pisau ditangannya. Dengan gerakan cepat, Zara menancapkan pisau itu kedalam perut Noel.
Noel pun ambruk dengan bersimbah darah. Zara memanfaatkan waktu itu untuk segera kabur. Ia menyamar sebagai petugas medis dengan menggunakan jas medis khas seorang dokter.
Persis seperti yang diprediksikan oleh Zara, jika para penjaga itu tak semuanya hapal dengan wajah Zara. Zara tersenyum seringai karena berhasil mengelabui anak buah Julian.
Zara berlari sekencangnya keluar dari area yang jauh dari kota itu.
"Bagaimana ini? Aku harus segera pergi dari sini!" gumam Zara yang mulai kelelahan.
"Aku tidak bisa menyerah sekarang! Aku harus kuat! Awas saja kau nanti, Julian! Aku akan membalas semua perbuatanmu padaku!!" Ucap Zara berapi-api kemudian melanjutkan langkahnya.
Sementara itu, beberapa tenaga medis sedang berusaha menolong Noel. Luka tusuk yang dialaminya cukup dalam dan hampir mengenai organ vital.
Leon mendapat kabar dari anak buahnya yang berjaga jika Zara telah kabur dari penjagaan. Tak mau Julian bertambah murka, Leon segera mengabarkan perihal kaburnya Zara. Dan benar saja, Julian sangat geram dengan kinerja anak buahnya yang tidak becus.
"Cepat cari wanita itu sampai dapat dan seret dia kemari!!!"
#bersambung. . .
"Buat yg penasaran ttg proses penanaman benih dan melahirkan ala Profesor Gerald, sudah dijelaskan di bab ini yes ππ
__ADS_1
Selamat malam, CU tomorrow ππ