Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Rumah Danial


__ADS_3

"Iya sekarang! Kalian harus menikah disaksikan olehku," Riki memegang pinggannya dengan kedua tangannya.


"Aku belum melakukan persiapan," Amel sebenarnya beralasan agar pernikahannya ditunda.


"Aku yang akan menyiapkan segalanya," ujar Riki tidak gentar walaupun Danial terlihat mengepal tinju.


Riki mempersiapkan pernikahan mereka di penjara dengan menghadirkan para saksi dan penghulu serta wali nikah. Danial dan Amel terpaksa melakukan pernikahan ini kalau tidak mereka akan mendekam di penjara. Setelah pernikahan usai Riki mencabut laporannya dengan syarat Danial dan Amel harus tanda tangani surat perjanjian.


"Sial! Aku malah menikah denganmu," ujar Danial kesal melihat Amel.


"Aku juga tidak mau menikah denganmu," ujar Amel tak mau kalah.


"Menyebalkan, mana aku harus membawamu ke rumahku," ujar Danial jengkel.


"Sebenarnya aku juga tidak mau tinggal di rumahmu tapi Pak Riki memberikan syarat itu. Aku benci menandatangani surat perjanjian tadi." Amel mengerutu.


Amel dan Danial sampai di rumah. Amel ingin membereskan barang-barangnya di kamar Danial.


"Ya ampun Danial, kamarmu ini seperti kandang ****. Berantakan, bau, jorok lagi," ucap Amel dengan jijik.


"Aku laki-laki, jadi kau harus membiasakan diri untuk tidur di kamar seperti ini," ucap Danial ketus.

__ADS_1


"Aku tidak mau tidur di kamarmu," Amel ingin melangkah ke luar.


"Ya sudah kalau tidak mau tapi di surat perjanjian menyatakan bahwa kau dan aku harus tidur bersama. Aku bisa melaporkanmu pada Riki dan kau di penjara," gelak tawa Danial.


Mengapa Riki membuat surat perjanjian sedetail itu. Apa dia ingin aku dan Danial... Ah! Tidak! Tidak! Memikirkannya saja aku sudah jijik apalagi itu terjadi.


"Aku tidur di kamarmu," ucap Amel terpaksa.


Dengan rasa jijik ia membersihkan kamar Danial. Setelah hampir 2 jam ia membersihkan kamar Danial, akhirnya kamar tersebut menjadi bersih dan tidak bau lagi.


Danial yang menonton televisi merasa lelah. Danial ingin masuk ke kamarnya. Danial tersenyum melihat kamarnya yang sudah rapi dan bersih.


"Tidak sia-sia aku menikah, kamar ini sudah berbulan-bulan tidak dibersihkan, baru kali ini aku melihat kamarku sebersih ini," gelak tawa Danial.


Malam hari, Amel duduk sambil menonton tayangan film kesukaannya. Sedangkan Danial sibuk membaca koran sambil meminum kopi.


"Kau akan sulit tidur jika minum kopi," ujar Amel tanpa melihat Danial.


"Bukankah kita akan melakukan malam yang panjang?" tanya Danial dengan senyum menggoda.


"Hei, kau jangan macam-macam padaku," ujar Amel galak.

__ADS_1


"Aku sudah menikah denganmu, aku jadi bodoh jika tidak melakukannya," ujar Danial menggoda.


"Itu tidak akan terjadi!" Amel menjadi geram.


"Amel! Amel! Kau sudah jadi milikku, dari pada aku menyewa wanita-wanita cantik lebih baik aku melakukannya denganmu,"


"Oh! Pantas saja Dilah tidak mau menikah denganmu selain kau mata keranjang ternyata kau suka berbuat dosa," ucap Amel geram.


"Kau tidak berkaca, bukankah kau adalah wanita simpanan pria-pria kaya? Kita sama-sama pendosa, Amel," Danial menatap Amel intens.


"Huh, menyebalkan!" Amel tidak mau melanjutkan perdebatannya dengan Danial.


Danial berdiri, ia meletakkan gelas di meja kemudian ia menghampiri Amel.


"Ayo lah Amel!" ucap Danial manja.


"Aku tidak mau!" ucap Amel menolak


"Baru kali ini ada wanita menolakku, aku tidak bisa menerima penolakan,"


Danial menarik Amel dan menggendongnya menuju kamar, kemudian ia menghempaskan tubuh Amel di tempat tidur.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komentar. Oh ya baca juga Novel Only You Mine dan Bos Galak I Love You😊


__ADS_2