Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Membayar Studi Alya


__ADS_3

keesokan harinya Alya terlihat murung. Ia menunggu di taman kampus. Alya tak yakin Rasya dapat melunasi pembayaran studi Alya karena uang itu sangat besar. Sedangkan suaminya itu hanya berprofesi sebagai pengantar pizza. Tasya dengan tenang membawa uang banyak hasil dari suting film yang hampir merenggut nyawanya. Demi Alya, Rasya rela melakukan semua itu. Rasya telah berjanji pada dirinya untuk tetap membiarkan Alya melanjutkan studinya. Hal inilah tujuan Rasya dan Alya. Bahkan Rasya belum pernah menyentuh Alya demi studi Alya. Rasya memberikan uang tersebut kepada administrasi kampus.


"Ini pembayaran untuk Alya?" Tanya petugas administrasi.


"Iya Ibu." Ucap Rasya.


"Terlambat 1 minggu, mengapa terlambat?" Tanya Ibu administrasi tersebut.


"Maaf bu," Rasya hanya bisa meminta maaf tanpa memberi tahu alasannya.


"Kamu siapanya Alya?" Tanya Ibu Administrasi tersebut heran.


"Suaminya," Jawab Rasya.


"Benarkah?" Tanya Ibu Administrasi itu tak percaya.


"Iya," jawab Rasya yakin.


"So sweet, kamu pria manis membayar semua tagihan studi istrimu," ucap Ibu tersebut takjub

__ADS_1


Rasya membalas hal itu dengan senyuman penuh. Kemudian pergi untuk menemui Alya.


"Aduh! Aku baru ingat bahwa Alya pernah mengancam ku untuk tidak memberi tahu hubungan ku dengannya." Ucap Rasya sambil mengigit bibir. Ia tak sengaja member tahu rahasia besar kepada ibu Administrasi.


Rasya berjalan dengan tegang menghampiri Alya.


"Rasya, bagaimana?" Tanya Alya penasaran.


"Semua tagihan sudah aku bayar," ucap Rasya dengan gugup.


"Terima kasih! Terima kasih! Terima kasih!" Ucap Alya sambil memeluk Rasya spontan.


Perasaan Rasya mencair sejenak. Ia merasakan pelukan hangat dari Alya. Pelukan penuh rasa bahagia dan menghormatinya. Perjuangan bertaruh nyawa terasa terbayar hanya dengan pelukan hangat dari Alya. Secepatnya Rasya membuang ketegangan tadi dan berharap Ibu Administrasi yang bertugas di kampus Alya cepat melupakan hal itu.


Apa yang dialami Rasya, setiap hari Rasya menginginkan Alya jatuh cinta padanya. merasakan apa yang Rasya rasakan pada Alya.


Hari berikutnya, Alya ke kampus seperti biasanya. Ia heran melihat Ibu Administrasi terus tersenyum melihatnya. Alya membalas senyuman Ibu tersebut namun Alya agak risih sebenarnya.


"Kamu menikah kapan, kenapa tidak mengundang ibu?"

__ADS_1


pertanyaan Ibu Administrasi tersebut membuat Alya menjadi syok. Ia yakin telah menutup rapat rahasia pernikahannya dengan Rasya. Namun mengapa Ibu Administrasi tahu?


"Ibu.. bilang apa?" Alya pura-pura tidak dengar.


"Ibu bilang kamu menikah kapan? Tidak usah sungkan di sini mahasiswa boleh menikah dan tetap bisa melanjutkan studi."


"Sekitar 3 bulan yang lalu. Maaf tidak mengundang Ibu karena pernikahan sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga," ucap Alya sambil tersenyum kecil.


"Ibu tahu saya sudah menikah dari siapa?"


"Kemarin kan suami kamu bayar uang studi kamu. Ibu tanya dia siapanya kamu, kemudian dia jawab dia suamimu." Ucap Ibu Administrasi sambil senyum senyum malu.


Rasya!!!!!!!!!


Batin Alya berteriak


"Dia laki-laki manis, dia mau menanggung biaya kuliah kamu. Jarang ada laki-laki yang tetap mengijinkan istrinya kuliah sambil mengurus rumah."


"Hemm iya bu," jawab Alya singkat.

__ADS_1


"Ibu duluan ya," Ibu tersebut pergi berjalan lurus sedangkan Alya berbelok ke kelas.


"Pantas saja Alya susah di dapatkan mahasiswa sini. Ternyata sudah menikah." Ternyata Ibu Administrasi tahu bahwa Alya adalah wanita yang paling banyak diperebutkan laki-laki


__ADS_2