Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Lomba Cerdas Cermat 4


__ADS_3

Pertandingan semakin panas. Rudi berkeringat dingin, ia melihat kepala sekolah yang menatap Rudi tidak suka.


"Babak berikutnya, soal geografi." ucap pembawa acara.


"Masih seperti diawal siapa cepat memencet bel dialah yang akan dipersilahkan untuk menjawab..."


"Poiin sementara Lucia 20 poin, Luna 20 poin, Ciko 10 poin dan Rudi 0."


"Baiklah tanpa membuang-buang waktu lagi, kita mulai pertandingannya,"


Para penonton bertepuk tangan, ada yang komat kamit memanjatkan doa agar perwakilan mereka menang. wajah kepala sekolah SMA San Teresyia Bakti School terlihat cerah. Mereka yakin bahwa Lucia akan menangkannya.


"Pertanyaan pertama. Di musim kemarau, air sungai Begawan Solo terlihat jernih sementara di musim hujan airnya menjadi keruh. Ciri citra yang digunakan dalam analisa tadi adalah...."


Lucia tersenyum tipis mendengar soal tersebut. Ia memencet bel dengan secepat kilat.


"Ciri temporal," jawabnya penuh percaya diri.


"Benar, 10 poin untuk Lucia. Beri tepuk tangan untuk Lucia." ucap pembawa acara senang.


"Ya Tuhan, semoga Luna dapat melaju ke babak final." gumam Ali memanjatkan doa.


Rudi menggeram kesal, ia mengusap wajahnya yang penuh keringat. Apakah sekolah SMA International School akan malu hari ini?


"Sayang, baru kali ini aku melihat wakil SMA International School sangat buruk," keluh Dilah, padahal sebenarnya sejak awal ia mendukung sekolah SMA itu.


"Ini mungkin karena kesombongan sekolah SMA International School. Mereka sudah merasa hebat karena menang 25 kali," Ali menjelaskan.


"Padahal aku dan kak Ryan pernah memengkan lomba ini," Dilah menjadi lesu.


"Baiklah Tuan putri pemenang lomba, bantu doa untuk Luna. Dia anak didik yang aku mentori," Ali memegang bahu isrinya.


"Semoga saja dia menang, tapi aku merasa wanita yang bernama Lucia itu agak sombong ya, itu terlihat dari tampilan wajahnya yang meremehkan,"

__ADS_1


"Sayang jangan bergosip," Ali mendekatkan jari telunjukknya kebibir Dilah.


"Aku tak menyangka wakil SMA International School seburuk ini," keluh Ryan, padahal kedatangannya selain untuk menjadi sponsor ia juga mendukung penuh sekolah International School yang merupakan SMA nya dulu.


"Iya, padahal dulu waktu SMA aku pernah juara waktu itu," ucap Denia menerawang masa lalu dan ditanggapi senyum oleh Ryan.


"Pertanyaan kedua, Pandangan yang menyatakan bahwa matahari merupakan pusat edar planet-planet merupakan pandangan..."


Degh!


Ciko memencet bel, membuat Luna sedikit kesal. Ia kalah cepat dari Ciko sedangkan Lucia tersenyum meremehkan.


"Heliosentris," jawab Ciko agak lega alasannya ia bisa menyeimbangkan Luna dalam jumlah poin.


"Benar, 10 poin untuk Ciko."


Rudi meremas tangannya kesal. Keringat di dahinya terlihat jelas.


"Soal ketiga, terbentuknya pematang (ridges) ditengah samudera Atlantik berkaitan dengan gerakan...."


Teeet!


"Divergen," jawab Luna penuh percaya diri. Ia benar-benar tidak mau kalah dari Lucia.


"Wow, Lucia dan Luna kejar-kejaran poin," ucap pembawa acara terkesima sambil bertepuk tangan.


Lucia bertambah kesal karena poinnya sama dengan Luna. Kali ini ia bersumpah akan menjawab pertanyaan nomor 4 dengan cepat dan benar.


"Tanah yang terbentuk karena hasil pelarutan batuan kapur, tanah ini banyak ditemukan di dasar-dasar lembah dan dolina-dolina pengunungan kapur. Tanah tersebut adalah jenis..."


Lucia memencet bel dengan cepat, ia tak ingin kalah dari Luna dalam perebutan poin.


"Terrarosa," ucap Lucia tersenyum angkuh.

__ADS_1


"Benar, poin Lucia 40 poin bisa di pastikan Lucia maju ke babak final."


"Pertanyaan terakhir, jika Luna menjawab dengan benar maka yang akan mendampingi Lucia. Dan apabila Ciko yang menjawab maka poin Luna dan Ciko sama maka akan ada 1 pertanyaan lagi."


"Berikan tepuk tangan untuk mereka semua." semangat pembawa acara.


"Indonesia banyak mendapatkan curah hujan karena masa udara di khatulistiwa mendorong naik uap air hingga terjadi proses pendinginan dan turun hujan. Hujan jenis ini disebut..."


Diluar dugaaan Rudi memencet bel lebih awal.


"Zenital," ucap Rudi


"Benar, 10 poin untuk Rudi. Maka bisa di pastikan Luna dan Lucia masuk kebabak final." teriak pembawa acara bergelora.


"Rudi akhirnya mendapatkan poin hiburan. Tetap semangat buat yang kalah dan jangan berkecil hati." semua penonton bertepuk tangan sebagai apresiasi kepada para peserta.


"Ini benar-benar penghinaan, baru pertama kali sekolah SMA International School tidak masuk final!" geram kepala sekolah SMA International School.


"Sabar Pak!" ucap wakil kepala sekolah.


"Sabar bagaimana? Sekolah kita sebagai tuan rumah dipermalukan! Aku benar-benar akan memecat mentor itu," geram kepala sekolah, urat nadi di leher dan kepalanya terlihat. Ia berusaha menahan amarahnya.


Kepala sekolah San Teresyia Bakti School tersenyum tipis.


"Sekolah San Teresyia membawa dua wakil," ucapnya sombong.


Karena marah kepala sekolah SMA international School membalas ucapan kepala sekolah San Teresyia Bakti School, "Apanya yang dua wakil? Jelas-jelas cuma Lucia wakil dari sekolah kalian!" ucapnya pelan tapi agak membentak.


"Kau tak tahu sebenarnya Luna berasal dari sekolah San Teresyia," ucap kepala sekolah San Teresyia menyombongkan diri.


"Hah! itu tidak dihitung, dia daftar lewat jalur mandiri dan berbayar dia tak membawakan nama sekolah yang Anda pimpin," ucap wakil kepala sekolah SMA International School untuk menjaga harga diri sekolah mereka serta membela pimpinannya.


Kepala sekolah San Teresyia mendengus kesal. Ia kalah ucapan, seharusnya ia sudah diatas angin tapi terhempas ke dasar tanah akibat ucapan wakil kepala sekolah SMA International School.

__ADS_1


__ADS_2