Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Suami Gila


__ADS_3

"Dasar suami gila. Kau sangat gila, Danial," geram Amel sambil menggosok rambut Danial.


"Jangan coba-coba menutup matamu!" Danial memperingatkan.


"Menyebalkan!" ucap Amel kesal.


Amel masih terus dikerjai Danial. Mulai dari Amel di suruh masak, memakaikan Danial, dasi dan memakaikan sepatu untuk Danial.


"Sayang, aku pergi bekerja ya. Jika sudah waktunya pulang, aku akan pulang secepatnya," ucap Danial sambil mengedipkan matanya kemudian ia memberi tangannya agar dicium sang istri.


"Danial berhenti memanggilku Sayang," Amel menepis tangan Danial.


"Oh tidak mau cium tangan?" bibir Danial mendekati kening Amel. Danial mengecupnya.


"Danial!" Amel mendorong tubuh Danial.


"Hahaha, mengapa kau masih malu?" tanya Danial.


"Ah! Sudah sana pergi!" Amel mendorong Danial keluar dari rumah. Kemudian, Amel mengunci pintu. Ia menghela nafas lega.


"Mau pergi kerja, banyak sekali dramanya," Amel mendengus kesal.

__ADS_1


***


Pertemuan antara Nick dan Dilah terjadi di salah satu hotel ternama di New York. Tidak tahu mengapa, tiba-tiba terdengar suara tembakan dan tembakan tersebut mengenai pria paruh baya. Semua orang yang berada di restauran menjadi panik. Mereka menyelamatkan diri masing-masing.


Ali, Heru, dan Saidah juga berada di restauran tersebut. Ali mengejar penembak itu. FBI menginformasikan bahwa penembak itu adalah Ronger si pembunuh bayaran. Kejar-kejaran pun tidak terelakkan. Apa maksud Ronger membunuh pria paruh baya itu. Apa salah pria itu. Ronger memanjat gedung-gedung untuk menghindari kejaran Ali. Ali tidak pantang semangat ia semakin mengejar Ronger. Akhirnya Ronger terperangkap di jalan yang buntu.


"Minggir Tuan, jika tidak kau akan mati," Ronger menodongkan sejata api miliknya.


Ali mengangkat tangan, ia tak gentar sedikit pun dengan Ronger. Perlahan tapi pasti ia mendekati Ronger dan mengambil senjata tersebut. Ali membuang senjata api tersebut. Kini mereka berduel satu lawan satu seperti film laga. Ali kewalahan menghadapi Ronger. Ronger bertubuh kekar, berkulit hitam, dan terdapat tato ditubuhnya. Satu pukulan mendarat di wajah Ali. Ali hampir pusing tapi ia kuat ia membalas pukulan Ronger. Sampai akhirnya Ronger dapat di lumpuhkan.


"Kenapa kau jadi pembunuh bayaran?" tanya Ali sambil mengunci tubuh Ronger.


"Ini pekerjaanku," ucapnya meronta-ronta.


"Siapa kau? Baru dirimu yang dapat melumpuhkanku," ucap Ronger heran, dari semua orang yang mencarinya cuma Ali yang dapat mengalahkannya.


"Kau tidak perlu tahu," Ali semakin mengunci tubuh Ronger.


"Ceritakan mengapa kau melakukan pekerjaan ini?"


Ronger menceritakan kisahnya. Mulai dari keluarganya di bunuh karena berkulit hitam. Sampai akhirnya ia diadopsi oleh seorang mafia Amerika. Ronger menceritakan semuanya yang selama ini belum diketahui banyak orang.

__ADS_1


"Apakah aku target pembunuhanmu?" tanya Ali dengan sedikit membentak.


"Benar, benar Tuan," ucap Ronger takut.


Ali membawa Ronger ke kantor polisi. FBI berterima kasih pada Ali. Misi Ali sukses di negeri paman sam.


Ali kembali ke hotel, menceritakan pada Heru betapa sulitnya menangkap pembunuh itu. Tubuh Ali dikelilingi luka akibat pukulan Ronger.


"Ali, kita akan pulang?"


"Aku belum mau pulang, istriku masih disini," ucap Ali sambil melipat kakinya.


"Baiklah, kita tinggal di sini beberapa hari,"


Besoknya Ali melihat Dilah yang berada di restauran. Dilah bersama Nick membahas mengenai bisnis. Ketika Nick pulang. Ali datang menghampiri Dilah. Ali masih melakukan penyamaran. Ia memakai rambut palsu, kumis palsu dan kaca mata hitam.


"Permisi," ucap Ali sambil duduk.


"Kamu, yang dompetnya jatuh di hotel?"


"Benar Nona, perkenalkan aku Andra," Ali mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Saya Dilah Wiranata," Dilah berjabat tangan dengan Ali.


__ADS_2