Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Dirawat Alya


__ADS_3

Hari ini Rasya mengambil cuti. Ia harus mengerjakan proyek yang diberikan pak sugianto waktu lalu. Uangnya sudah Rasya dapatkan, sekarang ia harus mengerjakan sesuai janjinya. Abdi, Alfian dan teman-temannya yang lain ikut menonton.


"Pak, Anda menggunakan peledak dalam aksi ini untuk Rasya. Dia bisa mati pak." ucap asisten pak Sugianto


"Masa bodoh! Aku telah membayarnya cukup mahal. Aku tidak peduli dengan apa terjadi dengan dia lagi pula dia sudah menandatangani perjanjiannya."


Alfian mendengar percakapan mereka ikut khawatir. Ia tak tega melihat temannya terluka. Apalagi aksi ini disertai peledak.


"Rasya, kau tak perlu melakukannya. Itu berbahaya!" ucap Alfian penuh rasa takut.


"Tidak apa-apa! Aku melakukannya demi Alya. Kau tak perlu khawatir."


"Rasya siap ya!"


"Baik Pak!" ucap Rasya menyanggupi.


"1,2, 3 action!"


Rasya beraksi dengan menggunakan sepeda motor melewati gedung tinggi dan menembus kaca kemudian peledak tersebut meledak dengan hebat. Rasya terjatuh dan berguling Alfian dan Abdi langsung melihat temannya tersebut.


"Tindakan gila!" kecamatan Alfian.

__ADS_1


Rasya langsung di bawa ke rumah sakit. Untung saja lukanya tidak terlalu parah dan proyek film pun berhasil. Pak Sugianto merasa puas karena aksi yang ia harapkan tercapai.


"Rasya sebaiknya kau tidak perlu menjadi pemain pengganti seperti ini!" Kesal Alfian. Sebagai sahabat ia sangat menghawatirkan Rasya.


"Tidak perlu khawatir, Alfian! Aku baik-baik saja."


"Bagaimana tidak khawatir kau hampir mati, Rasya." Kesal Alfian sambil menendang udara.


Dokter masuk ke ruangan dimana Rasya dirawat. Dokter tersebut mengecek keadaan Rasya.


"Bagaimana dokter keadaan Rasya?" Tanya Alfian khawatir.


"Tidak perlu khawatir. Rasya hanya terkena luka bakar ringan. Dia bisa pulang besok."


"Tapi pak!"


"Tidak dokter, saya tidak bisa meninggalkan istri saya sendiri di rumah." Ucap Rasya bangkit. Ia tak memperdulikan anjuran dokter tersebut.


Rasya kembali agak larut malam hal ini membuat Alya khawatir. Ketika membuka pintu, Alya melihat Rasya penuh luka.


"Kamu kenapa?" Alya menjadi panik melihat Rasya terluka.

__ADS_1


"Aku jatuh dari sepeda motor." Ucap Rasya menahan nyeri.


Alya membantu Rasya untuk ke sofa dimana Rasya tidur di sana. Alya meluruskan kaki Rasya dan merawat Rasya. Mengobatinya dengan ramuan tradisional yang pernah Alya pelajari dari almarhumah ibunya. Rasya merasakan senang yang luar biasa. Hal-hal yang terlihat biasa tapi dilakukan oleh Alya rasanya sangat luar bisa.


"Makanya kalau bawa motor itu hati-hati!" Ucap Alya sambil menyentuh luka Rasya. Rasya merasakan sakit dan berteriak.


"Aduh!" Ucap Rasya kesakitan.


"Sakit loh Sayang."


"Hei.. Jangan kamu kira aku perhatian aku sudah jadi istri sungguhan mu. Tentu tidak!" Alya masih memenangkan ego. Dia masih belum menyadari dirinya telah jatuh cinta dengan Rasya.


"Baiklah... baiklah.." ucap Rasya.


"Aduh!" Keluh Rasya kesakitan sebab Alya mengobati Rasya agak sedikit kasar. Hal ini lantaran karena Rasya menggodanya.


"Makanya jangan berkata seperti itu!" ucap Alya memperingati dengan nada penuh penekan.


"Oh ya kamu pikir aku mau jadi suami sungguhan mu. Jika dunia ini runtuh dan hancur dan menyisakan kau dan aku, aku tidak tertarik denganmu." ucap Rasya meremehkan Alya.


"Bagus, thanks!" ucap Alya balik senang.

__ADS_1


"Oh ya, kamu pakai baju seperti itu begitu menggairahkan." ucap Rasya sambil mengedipkan sebelah matanya. Memang baju Alya sedikit terbuka karena harinya panas.


"Aaargh!" ucap Alya berteriak. Alya melemparkan Rasya bantal sofa karena kesal kemudian kembali ke kamar sedangkan Rasya tertawa penuh kemenangan.


__ADS_2