Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu
Ancaman Dikeluarkan Dari Kampus


__ADS_3

Alya pergi meninggalkan teman-temanya. Alya merasakan hal yang menyakitkan ketika teman-temanya bertengkar. Seperti tidak ada yang mengerti perasannya untuk saat ini. Alya pulang dengan wajah lesu. Keadaan ini diperparah ketika dosen mendatanginya.


"Alya!" Panggil Pak Junaidi dosen Alya.


"Ya pak," Alya mendekati Pak Junaidi.


"Alya Bapak ingin berbicara tentang studi kamu."


"Apakah saya berbuat kesalahan? Tolong maafkan saya Pak!" Ungkap Alya dengan nada sedih. Alya tak tahu mengapa keadaan sekarang semakin rumit.


"Kamu tidak berbuat kesalahan. Namun... Emm..." Pak Junaidi menguntungkan ucapannya. Seperti tidak enak untuk mengatakan hal penting ini pada Alya.

__ADS_1


"Tadi anggota DPR datang ke kampus. Dia adalah ayah dari Randy. Dia mengatakan akan menutup ijin kampus ini jika kamu tidak menerima cinta Randy atau kamu terpaksa dikeluarkan dari kampus sebagai gantinya."


Alya langsung syok mendengar penjelasan Pak Junaidi. Hatinya benar-benar sakit mendengar ancaman itu. Begitu besar perjuangan Alya bahkan ia hampir mati karena menolak pernikahan dengan Dion dan memilih untuk melanjutkan studi. Namun Randy membuat tindakan berani untuk mengeluarkan Alya dari kampus karena tidak menerima cintanya. Hati Alya sangat sakit sekali menghadapi masalah serumit ini.


"Kamu terkejut?" Pak Junaidi merasa iba pada Alya. Ia sudah sejak awal tidak enak memberi tahu tentang hal ini.


"Sebaiknya kamu menerima cinta Randy daripada kamu dikeluarkan dari kampus. Kampus tidak mau menanggung resiko sebesar itu. Diancam untuk tidak diberikan ijin lagi. Itu masalah besar! Terpaksa kami mengorbankan dirimu demi menyelamatkan masa depan banyak orang. Sebaiknya kamu menerima Randy, sangat disayangkan kalau kamu berhenti kuliah. Tinggal 1 semester lagi kamu akan lulus." Jelas Pak Junaidi.


Air mata tidak dapat terbendung lagi. Tetesan air mata jatuh di pipinya. Rasanya sangat sesak, perjuangan yang begitu besar bahkan rela mati demi kuliah kini pupus sudah jika Alya menolak Randy. Hati Alya tidak bisa menerima Randy apapun alasannya. Mungkin sudah jalannya Alya harus berhenti kuliah. Alya menetapkan keputusan untuk menolak Randy dan membiarkan studinya. Mungkin benar apa yang dikatakan ayahnya bahwa wanita hanya cocok jadi ibu rumah tangga saja. Tidak pantas bagi wanita memiliki pekerjaan lain selain menjadi ibu rumah tangga.


"Hahaha... Bagaimana Alya?" Tawa jahat Randy membuat Alya semakin tidak suka dengan Randy. Memperparah rasa kebencian Alya pada Randy.

__ADS_1


"Puas kamu! Puas!" Bentak Alya sambil menyeka air matanya.


"Belum, sebelum kamu menerima cintaku." Randy tersenyum jahat memberikan isyarat bahwa wanita tercantik di kampus tanpa daya ditangannya.


"Aku tidak akan pernah menerima cintamu. Kamu tidak cinta denganku tapi kamu nafsu!" Ucap Alya kesal sambil mengacungkan hari telunjuknya untuk memberi peringatan keras.


" Tidak juga. Aku hanya ingin menunjukkan pada mahasiswa dan mahasiswi disini bahwa aku bisa menaklukkan wanita tercantik di kampus_Alya Atmajaya." Tawa Randy menjatuhkan harga diri Alya.


"Kau tidak akan pernah merasakan itu. Tidak akan, aku lebih baik mati daripada jadi kekasih orang pengecut seperti kamu. Aku bersumpah lebih baik meninggalkan studi dibandingkan menjadi kekasih mu." Kesal Alya dan berjalan cepat untuk meninggalkan Randy. Ia tak tahan berlama-lama dekat dengan Randy. Pria pengecut dan sangat angkuh itu.


"Coba saja. Aku tidak yakin kau meninggalkan studi mu yang hanya tinggal 1 semester lagi." Tawa Randy meremehkan Alya yang sedang diambang kehancuran.

__ADS_1


__ADS_2