
Alya dan Randy dipanggil karena coretan tersebut. Alya menjadi objek kemarahan dosen karena ia adalah perempuan tercantik di kampus. Mereka berpikir Alya menggoda Randy hingga Randy nekad untuk membuat coretan tersebut.
"Jangan karena kamu cantik kau bisa semaunya!" Teriak Dosen tersebut marah pada Alya.
Mereka tidak bisa memarahi Randy karena status Randy merupakan anak DPR. Jadi sebagai pelampiasan kemarahan mereka, mereka hanya memarahi Alya. Alya hanya bisa pasrah dimarahi. Ia tak punya kekuatan untuk melawan dan tak bisa membela apapun untuk itu. Untung saja tidak ada sanksi berat untuknya hanya dipermalukan di depan orang orang.
"Puas kau, hah!" Ucap Alya sambil menunjuk Randy geram. Randy hanya tersenyum misterius dengan gaya sok ganteng khasnya.
"Jadi ini yang kau maksud cinta, hah? Membuatku malu di depan semua orang dan membuatku di marahi Dosen sedangkan dirimu berasa seperti pangeran?" Alya meluapkan amarah yang sedari tadi Alya pendam.
"Santai saja, Alya. Ini belum seberapa. Jika kau berani menolak cintaku, aku akan memberikan hal yang lebih buruk lagi!" Ancaman Randy dengan tegas.
"Kau dasar pengecut!" Maki Alya dengan tegas.
__ADS_1
Randy tersenyum misterius. Semakin tertantang dengan perlakuan Alya. Ia melirik Alya dengan senyuman khasnya kemudian berkata.
"Kau pikirkan baik-baik ancaman ku," ucap Randy sambil mencium rambut Alya yang tergerai wangi. Kemudian ia melemparkan rambut itu.
"Hais!" Alya membersihkan rambutnya. Ia merasa sangat jijik dengan perlakuan Randy yang semakin liar dan berbahaya untuknya.
Alya duduk termenung memikirkan bahaya yang mengancam kapan saja dari Randy. keenam teman Alya datang menghampiri. Raina dan Celine menenangkan Alya agar tidak terlalu memikirkan ucapan Randy sedangkan Sarah dan Vina terus memprovokasi Alya untuk menerima Randy. sementara dua teman Alya memilih menjadi pendengar tidak ingin ikut campur masalah Alya.
"Aku justru bertolak belakang denganmu, Sarah. Aku takut jika Alya menerima Randy. Alya mendapatkan masalah yang lebih mengerikan. Aku yakin Randy tidak tulus cinta dengan Alya. Dia terobsesi dengan Alya. Aku pastikan dia hanya terobsesi dan ingin menunjukkan bahwa dia hebat telah memiliki Alya wanita tercantik di kampus." Raina membantah Sarah dan mendukung keputusan Alya jika Alya menolak Randy.
"Omong kosong! Benar apa yang dikatakan Sarah. Terima Randy demi kebaikanmu, Alya. Kau tahu, kau benar-benar dalam bahaya. Pikirkan kata-kata Sarah." Vina mendukung pernyataan Sarah.
"Hai! Kalian tahu tidak? Cinta itu tidak boleh dipaksakan. Bagaimana pun Alya tidak cinta dengan Randy. Kalian pikir enak apa mengorbankan perasaan." Celine bertolak belakang dengan Sarah dan Vina.
__ADS_1
"Dasar payah lagi pula yang suka sama Alya adalah
anak DPR bukan orang sembarangan," Sarah kembali memprovokasi.
"Kau pikir hanya karena anak DPR membuat Alya cinta dengan Randy. Berapa banyak yang ditolak Alya bahkan jauh lebih kaya dari Randy. Alya sahabat kita tidak tergiur sama sekali dengan harta." Celine merasa tak terima dengan provokasi Sarah.
"Hei.... Celine sebaiknya kau diam dan tidak ikut campur!" ucap Sarah sambil melotot.
"Dia sahabatku, kau pikir aku akan diam melihatmu memberikan solusi gila."
"Kau!!!" Sarah naik pitam.
"Hei.. Cukup!" Alya meleraikan pertengkaran itu.
__ADS_1