
Teman-teman Rasya melihat Alya beserta rombongannya. Entah mengapa Alya dan pasukannya sering sekali datang ke sini.
"Rasya istrimu ada disini," ujar Wina pada Rasya. Rasya pun menutup mulutnya dengan telunjuk agar Wina tidak terlalu kuat berbicara.
"Gawat ini..." ucap Alfian sambil melihat kearah Alya dan teman-temannya.
"Aku tidak ingin menunjukkan wajahku padanya." ucap Rasya dengan nada sedih.
Alfian punya ide bagus. Hari ini ia yang akan mengharapkan kiriman pizza. Namun ia melimpahkan pada Rasya. Agar Rasya tidak bertemu Alya.
"Ide bagus Alfian," ucap Rasya setuju dengan ide Alfian.
Rasya membawa sekitar 5 kotak pizza untuk segera dihantarkan. Sedangkan teman-teman lainnya melayani pelanggan.
"Hi Waiters!" Panggil Sarah kepada pelayan. Yang datang hanya Alfian dan Fandi. Sarah pun melihat ke kanan dan ke kiri namun tidak ada Rasya. Begitu juga dengan Alya. Walaupun ia kesal dengan Rasya tapi kenapa tidak ada Rasya di sini.
"Mau pesan apa, Sarah?" tanya Alfian. Sedangkan Celine terus memandangi Alfian penuh rasa.
"Hem... Rasya mana?" Tanya Sarah pada Alfian.
"Hem... Rasya sedang menghantarkan pesanan delivery. Kenapa bertanya tentang Rasya?" Alfian mulai curiga mengapa Sarah bertanya tentang Rasya. Apakah Sarah tak berpikir tentang perasaan Alya. Oh ya, Alfian baru ingat bahwa teman-temannya Alya tidak tahu bahwasanya Alya dan Rasya sudah menikah.
__ADS_1
"Tolong kirim salam padanya." Ucap Sarah sambil mengedipkan sebelah matanya. Alya semakin kesal melihat tingkah temannya yang satu ini. Alya mengatur amarahnya agar tidak meledak seperti semalam.
"Baik, ini buku menunya silahkan pilih pesanannya!" Alfian memberikan buku menu. Kemudian ia kembali untuk melayani pelanggan yang lain.
"Tidak seru seperti semalam ya.. Tidak ada Rasya disini." Curhat Sarah.
"Bagiku tidak masalah selagi ada Alfian." Celine melirik kearah Alfian.
Alya merasa menang hari ini walaupun Sarah mengatakan kirim salam tapi Sarah tak bertemu dengan Rasya. Hal ini membuat hatinya senang.
"Rasanya tidak selera makan," ucap Sarah gundah. Ia tak menyangka Rasya tidak ada di sini.
"Aku senang karena ayahku tak menganggu kita kumpul begini." Padahal Alya senang Rasya tidak bertemu dengan Sarah. Alya juga senang karena Sarah tidak dapat menggoda Rasya kali ini.
Mereka makan pizza bersama sambil cerita dan tertawa. Sesekali mereka menceritakan tentang kekasih mereka membuat Alya sedikit muak nunggu ia tetap mendengarkannya. Mereka terlalu lama di restauran ini hingga Rasya kembali ke restoran setelah menghantarkan pizza delivery.
"Rasya!" Panggil Sarah melambaikan tangan ketika Rasya masuk ke restoran. Alya semakin tidak suka dengan situasi seperti ini. Mata permusuhan terlihat jelas ketika Rasya lewat membuat Rasya semakin heran kepada Alya.
"Hai Sarah!" Sapa Rasya.
"Hai Alya!" Sapa Rasya kepada istrinya_Alya.
__ADS_1
"Huh!" Alya melipat tangannya kesal dan membuang muka.
"Jadi dia ya wanita tercantik di Universitas Bima Sakti?" Rasya meledek pada Alya. Rasya bertanya demikian pada Sarah dan teman-teman Alya lainnya.
"Jangan bilang kalau kamu suka sama Alya?" Tanya Sarah dengan nada kesal. Sarah tahu betul kecantikan Alya tak tertandingi di kampus. Oleh sebab itu ia terus berteman dengan Alya. Agar Sarah dipandang hebat di kampus karena menjadi
bagian dari teman Alya..
"Suka Hehehe..? Tidak, bahkan dia tidak cantik sama sekali!" Ledek Rasya.
"Hei!" Alya menunjuk Rasya dengan kesal.
Entah mengapa ketika dibilang tidak cantik Alya beraksi. Biasanya Rasya bersifat bodoh amat. Tanpa pengakuan satu orang tidak membuat dirinya jatuh. Namun ketika Rasya yang mengatakannya membuatnya kesal.
"Kenapa marah? Kan itu pendapat aku," Rasya tersenyum puas karena berhasil mengerjai Alya. Kalau tidak seperti ini bagaimana caranya Rasya berkomunikasi.
"Rasya... Kamu belum cuci mata. Alya ini adalah mahasiswi tercantik di Bima Sakti." ucap Alfian sambil memegang pundak Rasya. Alya seperti menang dalam hal ini. Karena ada teman Rasya yang membantah ucapan Rasya.
"Coba kulihat!" Rasya mengamati Alya. Alya pun menunjukkan sisi cantik yang ia miliki. Ia tersenyum manis pada Rasya. Jantung Rasya berdetak lebih cepat dari kecepatan normal. Kemudian Alya membuka ikat rambutnya menunjukkan sisi kecantikan natural yang dimilikinya. Bahkan pelanggan pria lain tercengang melihat kecantikan Alya.
"Sama sekali tidak cantik," Rasya menggelengkan kepalanya.
__ADS_1